Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman!

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
9 Juni 2023
A A
Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman! (Unsplash)

Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bukan Kaesang Pangarep tapi Otong karena dia visioner dan out of the box

Selain berani melakukan gebrakan baru, Otong juga sosok yang visioner dan out of the box. Bayangkan saja, ketika kebanyakan musisi di era 1990-an menciptakan lagu tentang “hati yang terluka” atau “seseorang yang dilanda kesepian”, Otong Koil lebih memilih diksi “kau hunus besi tajam, aku hiu bersimbah darah”. Sebuah ide cemerlang nan segar, yang saya rasa lirik lagu itu bakal related hingga ratusan tahun ke depan.

Penggalan lirik lagu “Murka” di atas hanya contoh kecil dari “keliaran” seorang Otong dalam menulis lirik. Meski dirilis puluhan tahun silam, banyak lagu ciptaannya yang sampai sekarang terdengar masih segar dan tetap relevan. 

Sebut saja “Mendekati Surga” atau “Kenyataan dalam Dunia Fantasi”, lirik dalam lagu tersebut benar-benar mampu membuka cakrawala baru di otak saya. Setiap mendengar lagu-lagu Koil, seperti membaca buku langka yang bisa mengubah pandangan saya dalam memahami suatu peristiwa ke arah yang lebih luas dan subtil.

Jadi, nggak berlebihan rasanya kalau saya menganggap Otong Koil sebagai seorang filsuf yang mendidik anak bangsa dengan lagu-lagu ciptaannya. Perpaduan antara lirik lagu yang out of the box dengan suara Otong yang terdengar “depresif”, benar-benar klop dan sempurna. Bukankah hal ini cukup related dengan warga Sleman, yang rata-rata dihuni oleh para pelajar dan mahasiswa? Mas Kaesang Pangarep ke Depok aja.

Lucu dan menghibur

Di tengah ruwetnya jalanan Sleman, tentu warga butuh hiburan yang fun dan ringan-ringan saja. Dan, sosok yang menurut saya guyonannya related sama warga Sleman adalah Otong, bukan Kaesang Pangarep.

Di atas panggung, musisi yang gemar membanting gitar itu tampak garang dan sangar. Ini berbanding terbalik dengan kehidupannya di Twitter. Dia menjelma jadi seorang komedian andal. Nggak perlu bikin materi komedi ndakik-ndakik, cukup membagikan konten lucu orang lain dan diberi sedikit komentar, warganet acap dibuatnya tertawa lepas. Makin berat buat Mas Kaesang Pangarep, kan?

Ya, Otong acap membagikan tweet random, biasanya sih video nyeleneh-nyeleneh. Padahal, kalau orang lain yang post kayak biasa saja. Tapi, entah kenapa sekali Mangots yang ngetwit, jadi berasa lucunya. Saya rasa, warga Jogja, khususnya yang tinggal di Sleman bakalan terhibur dan bangga punya pemangku wilayah seperti beliau ini.

Kita tahu, Otong dijuluki sebagai Bapak Twitter Indonesia. Pengalaman menghadapi warganet tentu sudah nggak perlu diragukan lagi. Ini tentu sangat menguntungkan bagi warga Sleman, yang mana antara masyarakat dan pemimpinnya bisa saling berkomunikasi secara langsung, bersinergi, dan saling menghibur satu sama lain. Sebuah situasi yang saat ini masih jarang dan bahkan tidak ditemukan di Sleman.

Baca Juga:

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

Jadi, lebih baik Kaesang Pangarep ikut Pilkada Solo saja daripada di Sleman. Kabupaten ini lebih butuh sosok berjiwa seni tinggi. Biarkan Mangots yang mengubah wajah Sleman menjadi lebih tertata dengan dobrakan-dobrakan mind blowing-nya.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Alasan Otong Koil Lebih Layak Jadi Presiden Indonesia daripada Jokowi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2023 oleh

Tags: depokkaesang pangarepkoilotong koilPilkadaSlemansolo
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Surakarta Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta (Unsplash)

Surakarta Menjadi Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta

30 Juni 2023
Pulesari, Desa Wisata di Sleman yang Wajib Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

Pulesari, Desa Wisata di Sleman yang Wajib Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

16 Desember 2024
jalan raya muchtar jalan dewi sartika depok mojok

Terjebak di Jalan Raya Muchtar, Cara Terburuk Menghabiskan Waktu di Kota Depok

17 Mei 2021
3 Sisi Suram Gerbang Belakang UNS yang Sebaiknya Diwaspadai Mahasiswa Mojok.co

3 Sisi Suram Gerbang Belakang UNS yang Sebaiknya Diwaspadai Mahasiswa

14 Juli 2024
Salatiga Kota Persinggahan Paling Indah di Jawa Tengah (Unsplash)

Salatiga di Antara Semarang dan Solo: Kota Persinggahan yang Paling Indah di Jawa Tengah

26 Februari 2025
Nasib Warga Prambanan Sleman, Terasing dari Kabupatennya Sendiri Mojok.co

Nasib Warga Prambanan Sleman, Terasing dari Kabupatennya Sendiri

10 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Hanya Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk di Jogja, Pasti Bikin Kalian Geleng-geleng

8 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim
  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan
  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.