Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Demi Tuhan, Ternyata Banyak Sekali Perempuan Indonesia Takut Periksa ke Dokter Kandungan

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
25 September 2020
A A
masih banyak perempuan indonesia yang takut periksa ke dokter kandungan mojok.co

masih banyak perempuan indonesia yang takut periksa ke dokter kandungan mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin saya membaca sebuah postingan di base Twitter. Ada seorang anak perempuan berusia 14 tahun yang bercerita tentang kejanggalan masa haidnya. Sudah hampir setahun ini dia berhenti haid, payudaranya bengkak sebelah, serta muncul stretch mark di sekitar payudara. Dia bingung karena merasa malu untuk bilang pada orang tuanya, tapi dia juga takut periksa ke dokter kandungan. Takut divonis mengidap penyakit berbahaya.

Kasus-kasus seperti ini sudah seriiing sekali saya dengar dan lihat sendiri di sekitar saya. Meski zaman sudah maju dan berkembang, masih banyak perempuan yang merasa malu untuk terbuka membicarakan masalah reproduksi bahkan ke orang tua sendiri. Mereka juga masih begitu takut memeriksakan masalah organ seksual ke dokter kandungan. Mungkin ada perasaan malu dan takut yang bercampur saat pergi ke dokter. Apalagi kebanyakan dokter kandungan biasanya lelaki, jadi udah overthinking duluan.

Setakut-takutnya sama hal-hal tadi, kadang tetap bikin tidak habis pikir. Pernah ada teman saya yang sampai tiga hari nggak bisa ngapa-ngapain karena nyeri haid yang katanya sakitnya minta ampun. Kalau sakit di hari pertama, wajarlah, tapi ini sudah tiga hari dan dia masih berkeras lebih memilih menahan sakit ketimbang pergi ke dokter. Saya saja yang kadang mengalami nyeri haid di setengah hari pertama sudah merasa kayak odading Mang Oleh. Sakitnya minta ampun. Mau buat tidur nggak bisa merem, makan nggak enak, kerja nggak bisa, semuanya nggak enak.

Ada lagi. Teman lain, umurnya sudah 28 tahun, belum juga mendapatkan menstruasi pertama. Meski begitu tiap kali dia diajak ke dokter buat periksa, dia benar-benar nggak mau sama sekali. Yang bikin sedih lagi itu, teman saya ini lebih memilih nggak mau nikah karena dia kasihan calon suaminya nanti nggak bisa punya anak sama dia. Okelah, terserah kalau dia memutuskan mau menikah atau tidak, tapi kesehatan tubuhnya kan lebih penting dari segalanya. Ini bukan masalah punya anak atau tidak, tapi dia sehat atau tidak.

Takut ke dokter kandungan karena faktor pendidikan yang rendah?

Kalau ada yang bilang mungkin ini faktor pendidikan sehingga teman saya takut ke dokter kandungan, nggak juga sih. Teman saya ini pendidikannya sarjana, dia kerja juga sebagai pengajar, bahkan bisa dibilang dia anak yang cerdas. Tentu masalah informasi kesehatan harusnya dia juga sudah paham. Tapi untuk satu perkara pergi ke dokter kandungan, dia benar-benar ngotot nggak mau. Saking emohnya, dia sampai menyembunyikan masalah dari orang tuanya dan memilih bodo amat jika disuruh segera menikah.

Takut ke dokter kandungan karena belum menikah?

Apakah malu dan takut ke dokter ini dilatarbelakangi karena masih lajang? Ternyata nggak juga. Banyak teman-teman saya yang sudah menikah bertahun-tahun, tapi tetap malu untuk periksa ke dokter. Bahkan para ibu-ibu yang sudah melahirkan sekali pun, masih sering saya jumpai enggan disuruh periksa organ intim ke dokter kandungan.

Contoh ekstremnya adalah teman saya yang sudah sepuluh tahun menikah dan di area selangkangannya tengah infeksi sampai bernanah. Eh, jangankan pergi ke dokter, sama suami sendiri saja dia malu untuk cerita. Ya Tuhan, sebegitu tabunya ngomongin masalah organ intim ke orang lain.

“Dokternya itu cowok, aku risih kalau dipegang-pegang,” alasan mereka.

Baca Juga:

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

Aturan Tidak Tertulis di Toilet Perempuan yang Perlu Diperhatikan agar Sama-sama Nyaman

“Aku malu kalau harus menceritakan masalah organ intim sama orang lain,” ada yang bilang gini.

Ini nih stigma dokter kandungan yang harus diubah. Pada kenyataannya, periksa ke dokter kandungan itu nggak semengerikan yang sering diceritakan orang-orang. Meski dokternya lelaki sekalipun, yah si dokter ini cuma periksa doang, nggak yang gimana-gimana. Lagi pula di dalam ruangan itu ada perawat perempuannya sehingga yang megang kita itu perawatnya. Pak dokter mah cuma periksa doang pakai alat. Orang-orang itu kadang kalau cerita suka melebih-lebihkan. Lagian, ya kan bisa cari dokter kandungan cewek, masya Allah!

Terus untuk sharing sama dokter itu juga nggak yang gimana-gimana. Kita cukup menceritakan semua keluhan kita, nggak perlu malu atau ditutup-tutupin. Nggak bakalan si dokter itu jijik atau bully kita. Bayangin kalau kita cerita soal masalah septic tank ke juru sedot WC, emang dia jijik? Kan urusan dia sehari-hari dasarnya udah soal begituan. Justru dengan kita membuka masalah itu, kita bisa dicarikan solusi yang paling pas. Supaya kalau ada masalah yang sebenarnya bisa lebih akut, dapat ditangani lebih awal.

Semoga perempuan-perempuan di Indonesia lebih aware dengan kesehatan reproduksinya. Kalau bukan kita sendiri yang bertanggung jawab menjaga kesehatan tubuh kita sendiri, lalu siapa lagi. Toh, kalau ada apa-apa, yang merasakan sakit itu kita sendiri. Lebih baik periksa diri pada ahlinya. Jangan jadi dokter sendiri dengan hanya bermodalkan searching Google, apalagi percaya dengan rumor orang yang meresepkan obat sendiri tanpa pemeriksaan. Salah-salah malah memperburuk keadaan.

Ayo, periksakan diri kita jika ada kejanggalan. Tubuh kita pasti sudah memberikan sinyal-sinyal jika mengalami hal yang tidak beres. Jangan abaikan kode-kode itu. Mari jadi orang yang peka dan melek kesehatan. Bener-bener deh, Indonesia masih darurat seks edukasi. *tepok jidat*

BACA JUGA Kenapa Dukun Beranak Lebih Dipilih Ibu Hamil Ketimbang Bidan? dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2020 oleh

Tags: dokter kandunganedukasi seksorgan reproduksiPerempuan
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Film Yuni: Ternyata Jadi Perempuan Itu Menakutkan

11 Desember 2021
Outfit Kondangan untuk Perempuan yang Tetap Kece dan Nyaman meski Naik Motor terminal mojok.co

Outfit Kondangan untuk Perempuan yang Tetap Kece dan Nyaman meski Naik Motor

30 Agustus 2021
Melihat Perempuan sebagai Pelaku Kekerasan terminal mojok.co

Melihat Perempuan sebagai Pelaku Kekerasan

6 April 2021
Perempuan Belanja Online dengan Shopee, Laki-laki  dengan Tokopedia. Bukan Kebetulan Aja, Ada Alasan di Baliknya Mojok.co

Perempuan Belanja Online dengan Shopee, Laki-laki dengan Tokopedia. Bukan Kebetulan Aja, Ada Alasan di Baliknya

5 November 2023
Menguak Misteri Perempuan Nggak Lepas Helm ketika Belanja di Minimarket Terminal Mojok

Menguak Misteri Perempuan Nggak Lepas Helm ketika Belanja di Minimarket

24 Oktober 2022
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan

10 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

26 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

27 Maret 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.