Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan Mengenal Kekerasan pada Perempuan di Internet

M. Ghufran H. Kordi K. oleh M. Ghufran H. Kordi K.
10 Agustus 2020
A A
kekerasan pada perempuan di internet definisi pengertian jenis macam mojok.co

kekerasan pada perempuan di internet definisi pengertian jenis macam mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kekerasan pada perempuan yang terjadi di dunia nyata adalah masalah serius terhadap martabat kemanusiaan, yang sampai saat ini tidak tertangani dengan serius. Masih banyak korban kekerasan tidak berani melaporkan kasusnya karena menganggap membuka aib pribadi dan keluarga ke publik, di samping khawatir terhadap pemberitaan di media massa yang memojokkan.

Kasus-kasus yang dilaporkan pun tidak selalu selesai di ranah hukum. Bahkan korban kekerasan, terutama kekerasan seksual, mengalami kekerasan berulang karena aparat hukum yang tidak mempunyai perspektif terhadap perempuan dan terhadap korban. Korban yang seharusnya dilindungi, dikuatkan, dan dipulihkan, justru sebaliknya: makin distigma dan dicap sebagai perempuan tidak baik.

Akhirnya, banyak pihak pun ikut menyalahkan korban. Kebiasaan menyalahkan korban adalah sesuatu yang asli di masyarakat penganut tradisi “bapak benar” alias patriarki. Perempuan dan anak adalah manusia yang harus patuh dan tunduk di bawah “bapak benar”. Karena itu, jika ada perempuan dan anak yang tidak berperilaku sesuai dengan tradisi “bapak benar”, berarti dia melawan budaya tersebut, dan itu salah.

Budaya “bapak benar” adalah budaya kekuasaan dan penundukan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan oleh bapak, laki-laki, dan mereka yang berpikir dan bertindak patriarkis. Budaya ini mengalami transformasi di dalam masyarakat modern. Ia telah beradaptasi dengan berbagai aturan dan perangkat informasi dan komunikasi yang lebih canggih hari ini. 

Lihatlah postingan di media sosial yang umumnya menyeru kepada perempuan untuk tidak mengunggah (upload) dan memposting informasi dan foto yang berhubungan dengan masalah rumah tangga atau keluarga. Karena jika sampai terjadi, perempuan akan disalahkan dan dirundung.

Media massa yang diharapkan menjadi salah satu pilar dalam upaya penegakan Ham perempuan, pun sering memberitakan korban dalam posisi sebagai orang bersalah. Jurnalis yang tidak mempunyai perspektif HAM, perempuan, gender, dan korban tidak hanya membuat berita yang menempatkan korban sebagai tersudut dan terhukum, tetapi juga membangun persepsi baru untuk pembaca dengan menggunakan istilah yang menjadikan pelaku sebagai orang benar dan orang baik.

Media massa konvensional (cetak, radio, televisi) tidak hanya memberitakan fakta, tetapi juga menggiring audiens semakin menjadi “bapak benar”. Dengan memberitakan fakta saja, korban kekerasan berada pada posisi tersudut dan terhukum karena akan teridentifikasi dan diketahui oleh publik. Apalagi dengan menggunakan berbagai istilah yang menghukum korban dan menempatkan pelaku pada posisi benar dan baik, maka media berperan besar dalam membangun persepsi publik yang bias dan merugikan perempuan.

Kekerasan pada perempuan di internet

Kondisi menjadi semakin kompleks karena masyarakat juga terhubung dengan internet, di mana setiap orang di berbagai negara dan benua dapat terhubung dan berinteraksi tanpa batas. Media daring pun ikut menambah deretan kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga:

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Kaum Mendang-Mending

Kartu Indosat Pascabayar Sebenarnya Tidak Spesial, tapi Saya Loyal Menggunakannya Selama 7 tahun 

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) telah mencatat kekerasan terhadap perempuan berbasis cyber (KtP cyber) yang merupakan bagian dari kejahatan berbasis jaringan (cyber crime). Jika pada media konvensional, kekerasan di media hanya dilakukan oleh jurnalis, di internet setiap orang yang terhubung dapat melakukan kekerasan pada perempuan. Bahkan media sosial menjadi media baru bagi kekerasan pada perempuan.

Kekerasan pada perempuan di internet atau KtP cyber umumnya berhubungan dengan tubuh perempuan yang dijadikan objek pornografi dan kekerasan seksual. Beberapa bentuk kekerasan terhadap perempuan di media daring antara lain:

  1. Cyber harassment atau perundungan dan gangguan daring biasanya berbau seksual.
  2. Cyber grooming yakni memperdayai perempuan.
  3. Malicious distribution, atau penyebaran konten yang merusak reputasi korban, misalnya ancaman distribusi foto atau video pribadi di medsos atau di website porno.
  4. Revenge porn adalah bentuk khusus dari malicious distribution yang dilakukan dengan menggunakan konten pornografi korban atas dasar balas dendam.
  5. Cyber recruitment (rekrutmen daring), yaitu menghubungi, mengganggu, dan mengancam korban. Juga untuk trafficking atau perdagangan perempuan dan kejahatan lainnya.
  6. Cyber hacking atau penggunaan teknologi untuk mengakses suatu sistem secara ilegal dengan tujuan mengubah atau merusak reputasi korban.
  7. Morphin atau mengubah gambar atau video untuk merusak reputasi orang atau korban.
  8. Sexting atau pengiriman gambar atau video porno kepada korban.

Selain itu, ada praktik doxing yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, yang kemudian mengarah pada persekusi dan kekerasan lainnya terhadap perempuan. Doxing (document tracing) adalah kegiatan mengumpulkan dokumen seseorang atau perusahaan, yang kemudian dapat digunakan untuk melakukan kejahatan terhadap pemilik dokumen.

Sedangkan persekusi adalah perlakuan buruk atau penganiayaan secara sistematis terhadap seseorang atau kelompok, karena suku, agama, dan pandangan politik. Perempuan sangat rentan mengalami persekusi, baik karena jenis kelamin maupun suku, agama, dan pandangan politiknya.

Rekrutmen daring untuk trafficking perempuan dan anak semakin mudah karena jangkauan perekrut yang tidak dibatasi oleh daerah, negara, dan benua. Di sisi lain, pengguna medsos—yang rentan menjadi korban—dengan mudah terhubung dengan jaringan perekrut.

Internet menambah panjang daftar bentuk kekerasan terhadap perempuan. Perempuan yang mengalami kekerasan di dunia nyata, begitu mudah dipotret dan diunggah yang kemudian dikomentari oleh siapa pun. Tentu tidak semuanya bersimpati, tetapi ada yang merundung dan menyalahkan. Artinya, perempuan tersebut mengalami kekerasan di dunia nyata dan di dunia maya.

Karena itu, perhatian para pihak harus diarahkan pada internet. Kampanye dan edukasi harus diarahkan kepada pekerja media daring dan pengguna medsos. Pengguna medsos tentu lebih sulit dijangkau, diedukasi, apalagi diatur. Lebih sulit lagi karena masyarakat kita adalah masyarakat dengan tingkat literasi sangat rendah. Masyarakat kita adalah pembaca judul dan langsung membagikan, alias masyarakat berjari. Dengan jari itulah, pengguna medsos juga melakukan kekerasan terhadap perempuan.

Namun, internet juga menjadi ranah baru bagi advokasi dan penulisan yang baik yang berperspektif perempuan, ditunjukkan dengan beberapa media daring yang telah memuat berita, tulisan, video, dan meme yang melindungi dan berpihak pada perempuan.

BACA JUGA Penelitian: Diksi Berita Kerap Menormalisasi Kekerasan Seksual pada Perempuan dan tulisan M. Ghufran H. Kordi K. lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2020 oleh

Tags: InternetKekerasanPerempuan
M. Ghufran H. Kordi K.

M. Ghufran H. Kordi K.

Aktivis LSM yang saat ini bekerja di Yayasan BaKTI dan beberapa LSM lain.

ArtikelTerkait

perempuan

Perempuan, Ini Cara Menghadapi Nyinyiran Mengerdilkan

30 Juni 2019
Beberapa Alasan Perempuan Selalu Beli Kerudung padahal Sudah Punya Banyak terminal mojok

Alasan Perempuan Selalu Beli Kerudung padahal Sudah Punya Banyak

28 Agustus 2021
3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan Mojok.co

3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan

10 April 2024
Perempuan Juga Berhak Nonton Konser Musik

Perempuan Juga Berhak Nonton Konser Musik

11 November 2019
Memangnya Perempuan yang Kita Anggap Good Looking Tak Boleh Mengeluh? mojok.co/terminal

Memangnya Perempuan yang Kita Anggap Good Looking Tak Boleh Mengeluh?

10 Maret 2021
Tips Aman Solo Traveling untuk Perempuan Terminal Mojok

Tips Aman Solo Traveling untuk Perempuan

14 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.