Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dear Pengiklan, Harga Terjangkau dalam Iklanmu Itu Maksudnya Berapa?

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
29 Oktober 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Suatu kali saat mendengarkan radio, ada salah satu iklan yang menarik perhatian saya. Iklan tersebut tentang pusat kebugaran. Salah satu materi promo yang disebutkan dalam iklan tersebut adalah adanya personal trainer yang bisa membantu untuk mengarahkan agar hasil latihan fisiknya bisa lebih maksimal.

Wah, menarik ini, pikir saya. Spontan, telinga saya siaga mencerna kalimat-kalimat selanjutnya dalam iklan tersebut. Saya berharap menemukan petunjuk berapa rupiah yang harus digelontorkan untuk bisa memakai jasa personal trainer. 

Dan benar saja, di penghujung iklan, ada dialog yang menyinggung tentang berapa biaya personal trainer di tempat kebugaran tersebut. Kalian tahu berapa biayanya? Mereka bilang, harganya terjangkau.

Kampret!!! 

Sudah ditunggu sepenuh hati, malah keluarnya “harga terjangkau”! Harga terjangkau itu berapa, ya, Maemunahhh??? Bikin kesel aja. 

Sebenarnya, ini bukan kali pertama ada iklan yang menyebutkan harga terjangkau dalam materi promonya. Sesuatu yang membuat saya bertanya-tanya: kenapa, sih, tidak terus terang saja menyebut nominal harganya? Biar apa coba? Biar konsumen penasaran? Hilih. Penasaran, Mbahmu! 

Alih-alih penasaran, pemilihan “harga terjangkau” sebagai bahasa iklan justru jadi sesuatu yang harus dicurigai. Kenapa?

Pertama, ukuran harga terjangkau tiap orang itu berbeda-beda. 

Baca Juga:

Iklan Universitas Terbuka (UT) Tayang di Bioskop: Keren, tapi Ironis. Sebelum Tampil di Layar Besar, Perbaiki Dulu Layar Kecil Mahasiswa biar Nggak Nge-lag!

Baliho di Jogja Ambruk, Sudahkah Waktunya Mengkaji Jumlah Baliho dan Menertibkannya?

Bagi sebagian orang, secangkir kopi seharga Rp20 ribu di kedai kopi itu terjangkau. Jadi nggak masalah mau setiap hari ngopi di sana sambil numpang WiFi. Namun, bagi orang-orang tertentu, Rp20 ribu cuma buat secangkir kopi itu jauh dari kata terjangkau. Mending buat beli kopi saset, bisa dapat satu renteng.

Kalau memang tujuannya ingin memancing rasa penasaran, mending sekalian saja tidak usah disebutkan harganya. Tidak harga real, tidak pula harga terjangkau. Fokus saja dengan kelebihan produknya. 

Kedua, jebakan Batman.

Mari kita sepakati bahwa penyebutan harga terjangkau pada materi iklan justru terkesan seperti jebakan Batman. 

Bagaimana tidak? Konsumen yang kadung meyakini bahwa harga produk tersebut terjangkau, versi dia, langsung cuz ke TKP. Elah jebul, sesampainya di sana, rate harga jauh dari kata terjangkau dalam benaknya. Duh.

Ingat, tidak semua orang dikaruniai kemampuan ngeles saat berhadapan dengan produk yang ternyata mahal. Apalagi kalau sudah telanjur ada di TKP dan banyak tanya-tanya soal produknya. Auto mati kutu. Antara gengsi dan malu kalau tiba-tiba harus balik badan. Bisa ketauan kere-nya nanti. Wkwkwk…. 

Ketiga, menutupi harga sesungguhnya. 

Saya jadi ingat pengalaman saat masih bekerja di radio. Kala itu, ada pemasang iklan yang tidak bersedia mencantumkan harga real produknya di naskah iklan, tidak pula menggunakan kata “murah” untuk menarik minat konsumen. Dia lebih memilih menggunakan kata terjangkau. Alasannya, mencantumkan harga real hanya akan membuat produknya ketahuan mahal. Bisa auto mundur konsumen nantinya. Sedangkan mencantumkan kata “murah”, akan membuat produknya tampak tidak berharga.

Waini. Padahal, kenapa harus takut konsumen ngibrit setelah mendengar harga sesungguhnya? Bukankah setiap produk sudah ada pangsa pasarnya masing-masing? Kalau ada konsumen yang mundur alon-alon begitu tahu harga produknya, ya, berarti mereka bukan pangsa pasarmu. Gitu, kan?

Jadi, buat para pemasang iklan di mana pun kalian berada, sudahlah, nggak usah pakai bahasa “harga terjangkau” lagi. Sebutkan saja harga realnya. Biar kami, para konsumen, yang kemudian menentukan apakah produk tersebut terjangkau untuk ukuran kantong kami atau tidak. Kalian, cukup duduk manis dan menunggu kami datang membelanjakan rupiah hasil kerja rodi kami saja~

Sumber Gambar: Unsplash.com

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2021 oleh

Tags: harga terjangkauIklan
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Iklan Khong Guan ala Anime Jepang Bukti Semua Akan Wibu pada Waktunya

Iklan Khong Guan ala Anime Jepang Bukti Semua Akan Wibu pada Waktunya

23 Mei 2020
reuploader konten youtube snackvideo video alur cerita time code youtube MOJOK.CO

Dear Developer SnackVideo, kalau Bikin Iklan Mbok yang Niat Dikit lah!

13 Juni 2021
7 Tagline Iklan Era 2000-an yang Gen Z Nggak Relate Mojok.co

7 Tagline Iklan Era 2000-an yang Gen Z Nggak Relate

29 September 2024
3 Hal yang Patut Diapresiasi dari Iklan Loker Disparekraf Jakarta yang Bikin Geger

3 Hal yang Patut Diapresiasi dari Iklan Loker Disparekraf Jakarta yang Bikin Geger

27 Januari 2024
Menebak Perasaan Anak yang Bapaknya Jadi Model Iklan Indomilk Versi Promo Gemas terminal mojok

Menebak Reaksi Anak yang Bapaknya Jadi Model Iklan Indomilk Versi Promo Gemas

10 Oktober 2021
5 Kebohongan yang Sering Dilontarkan Iklan Skincare Terminal Mojok

4 Kebohongan yang Sering Dilontarkan Iklan Skincare

11 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton Mojok.co

Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton

11 Februari 2026
Sandwich Generation Merantau demi Perbaiki Nasib, Eh Duit Malah Ludes Tiap Mudik Mojok.co

Sandwich Generation Merantau demi Perbaiki Ekonomi, Eh Duit Malah Ludes Tiap Mudik

12 Februari 2026
Desa Penundan, Surga Dunia bagi Sopir Truk dan Bus yang Melewati Jalan Alas Roban Mojok.co

5 Larangan Tak Tertulis yang Wajib Dipatuhi Pengendara Saat Melintasi Alas Roban

10 Februari 2026
Tiket Pesawat Sudah Terlalu Mahal, Ini Hitungan yang Lebih Logis (Unsplash)

Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis

9 Februari 2026
Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

3 Tipe Penumpang Menyebalkan Jaklingko yang Harusnya Lebih Peka dan Introspeksi Diri

11 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

11 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya
  • Anak yang Dicap Gagal Justru Paling Tulus dan Telaten Rawat Ortu, Anak yang Katanya Sukses cuma Berisik Rebutan Warisan
  • “Valentine Bukan Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai Sedangkal Berhubungan Seks?
  • Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata
  • Kereta Api Ekonomi Memang Nyiksa Punggung dan Dengkul, Tapi Penuh Pelajaran Hidup dan Kehangatan dari Orang-orang Tulus
  • Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.