Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Iklan di Spotify Adalah Iklan Terbaik yang Pernah Saya Dengar

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
30 Desember 2020
A A
Iklan di Spotify Adalah Iklan Terbaik yang Pernah Saya Dengar terminal mojok.co

Iklan di Spotify Adalah Iklan Terbaik yang Pernah Saya Dengar terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pengguna Spotify non-premium selama dua tahun terakhir, saya sudah sangat terbiasa mendengarkan banyak iklan di sela-sela mendengarkan lagu. Maklum, pada Spotify non-premium, lagu yang bisa kita skip maksimal hanya enam. Jika ingin lebih dari itu, harus secara sukarela dan ikhlas mendengarkan berbagai iklan di Spotify.

Kebanyakan sih, iklan di Spotify itu tentang promosi single terbaru dari para musisi dan informasi bagaimana cara berlangganan Spotify premium. Mau gimana lagi, namanya juga gratisan. Harus terima konsekuensinya. Kalau mau tanpa iklan, harus beralih ke Spotify premium yang jelas berbayar.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, sampai dengan saat ini, saya masih nyaman dan bertahan menggunakan Spotify non-premium meski harus rela mendengarkan beragam iklannya. Lantaran, bagi saya, meski kebanyakan hanya mengandalkan suara (tanpa visual berupa video) iklan di Spotify itu unik, informatif, dan realistis. Nggak mengganggu walaupun didengar berkali-kali.

Ada, sih, iklan yang bentuknya video, tapi tampilannya hanya orang yang lagi joget-joget, lalu ada wording di sebelah kirinya, “Dapatkan premium. Ikuti tren. Dapatkan fitur lewati. Lewati lagu apa saja.” Selain tepat sasaran, penyampaiannya sangat sederhana dan mudah dimengerti. Nggak neko-neko.

Selain persuasif, wording-nya terbilang menarik. Banyak pengandaian yang sering kali bikin saya bergumam dalam hati, “Lah, bisa begitu.”, “Lah, lucu juga, nih.”, “Ah, bisa aja.”

Gimana, ya. Iklannya terdengar to the point, betul-betul tepat sasaran, dan menyesuaikan kebutuhan para pengguna Spotify, khususnya yang non-premium. Baik dalam mempromosikan berlangganan Spotify premium satu hari maupun yang per tiga bulan, sama-sama dikemas secara menarik dan apik.

Durasi pada setiap iklan di Spotify pun terbilang singkat dan nggak bertele-tele. Rata-rata sekitar 30 detik. Paling lama pun hanya sekitar satu menit. Hal ini bisa divalidasi pada aplikasi Spotify secara langsung ketika kalian belum berlangganan versi premium atau dicek melalui akun YouTube Spotify Ads.

Hal menarik lainnya adalah kalimat, “Dengarkan gratis atau upgrade ke premium.” lalu dilanjutkan dengan beberapa gambaran mengenai kualitas suara yang jernih, bisa download sekaligus mendengarkan lagu pada saat offline, yang hampir selalu ada pada setiap iklan Spotify. Sangat persuasif, tapi nggak bikin risih.

Baca Juga:

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

Iklan Universitas Terbuka (UT) Tayang di Bioskop: Keren, tapi Ironis. Sebelum Tampil di Layar Besar, Perbaiki Dulu Layar Kecil Mahasiswa biar Nggak Nge-lag!

Asli. Banyak iklan di Spotify yang kekinian, penuh warna, bahkan beberapa di antaranya sangat jenaka. Nggak heran jika pada kuartal ketiga tahun 2020 ini, melansir dari Tirto, pelanggan Spotify naik menjadi 320 juta orang atau mencapai 29 persen. Selain itu, pelanggan berbayar Spotify juga naik menjadi 27 persen atau sekitar 144 juta. Rasanya, hal tersebut juga tidak bisa dipisahkan dari pembuatan iklan yang sangat jeli dan tepat sasaran.

Saya pikir, cara yang dilakukan oleh Spotify tentang bagaimana mempromosikan produk premiumnya, bisa diadaptasi juga oleh aplikasi lain. Penjelasan soal keuntungan saat mengaktifkan versi premium, dibuat secara ringkas, informatif, dan persuasif. Namun, tidak ada paksaan.

Bisa juga deskripsikan dalam bentuk perbandingan seperti yang sudah dilakukan oleh Spotify, di pesawat, dalam perjalanan, walaupun nggak ada sinyal internet pun nggak masalah kalau mau mendengarkan lagu apa pun yang disukai. Semuanya bisa diakses dengan Spotify premium.

Tentu saja penjelasan seperti ini akan sangat mudah diterima oleh siapa pun yang punya hobi mendengarkan musik dalam setiap kegiatannya. Juga memancing ketertarikan dengan harga yang sebanding. Tak terkecuali saya, yang pada akhirnya tergiur juga untuk mengaktifkan Spotify versi premium.

Rasanya nggak berlebihan jika saya berpikir bahwa para pelanggan, untuk produk apa pun, butuh iklan yang lain daripada sebelumnya. Paling tidak, adaptasi seperti iklan yang sudah dibuat oleh Spotify betul-betul sangat mungkin dilakukan. Sederhana. Nggak bertele-tele. Tepat sasaran. Walaupun hanya berupa suara dan sedikit penegasan melalui wording yang efektif. Hasilnya? Pengguna Spotify pun meningkat signifikan.

Soal memberi kesan menyenangkan kepada semua orang yang melihat sekaligus mendengar, iklan di Spotify sangat saya jagokan. Apa yang ditampilkan sering kali bikin kagum. Berbeda dengan iklan di platform lain yang cenderung lama dan membosankan. Alih-alih bikin nyaman, pelanggan justru dibuat kesal. Untuk itulah saya tidak ragu menempatkan iklan-iklan di Spotify baik iklan produk premium maupun produk lain sebagai iklan terbaik yang pernah saya dengar. Saya rasa ini nggak berlebihan. Copywriter dan tim yag mengeksekusi iklannya pasti penuh persiapan matang dan evaluasi berulang-ulang.

BACA JUGA Andai SpongeBob Jadi Seorang HRD yang Menolak ‘Orang Dalam’ di Suatu Perusahaan dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2020 oleh

Tags: Iklanspotify
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

cendol dawet

Pemersatu Bangsa Sebenarnya adalah Cendol Dawet

26 September 2019
shopee iklan tokopedia milo topicana slim mojok

Iklan Shopee Adalah Iklan Paling Menyebalkan

11 November 2020
Ratusan Lagu K-Pop Hilang dari Spotify, Berikut Alternatif Platform Streaming Untuk Pencinta K-Pop Terminal Mojok

Mana yang (Beneran) Lebih Unggul, Spotify atau YouTube Music?

11 Juni 2021
spotify

4 Playlist Original Spotify yang Haram Diputar Saat Menghemat Kuota

26 Desember 2021
Badai Kritik karena Iklan yang Bikin Cringe di Drama The King: Eternal Monarch lee min ho

Badai Kritik karena Iklan yang Bikin Cringe di Drama The King: Eternal Monarch

21 Mei 2020
3 Hal yang Patut Diapresiasi dari Iklan Loker Disparekraf Jakarta yang Bikin Geger

3 Hal yang Patut Diapresiasi dari Iklan Loker Disparekraf Jakarta yang Bikin Geger

27 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.