Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dear, Orang yang Bermain Handphone Saat Berkendara: Kalian Menyebalkan dan Mengabaikan Keselamatan

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
9 September 2019
A A
bermain handphone

bermain handphone

Share on FacebookShare on Twitter

Selalu ada-ada saja tingkah pengendara motor di lingkungan sekitar kita. Dari yang tertib mematuhi peraturan—termasuk rambu lalu lintas—sampai dengan ada pengendara yang membawa helm tapi tidak digunakan di kepala dan malah menggantukannya di bagian lengan seakan menjadi pelindung siku. Maka tak heran jika ada yang berkata, “memangnya otakmu di siku?!”.

Wajar jika ada orang yang berkata demikian, sudah selayak dan sewajarnya helm digunakan di kepala dan dikhususkan untuk melindungi anggota tubuh tersebut. Bukan digantungkan di sikut, apalagi hanya dicantolkan di bagian tertentu pada motor. Sejatinya, helm itu diciptakan dan digunakan bagi para pengendara untuk keselamatan, untuk meminimalisir cedera parah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Bukan karena takut ditilang oleh pihak yang berwenang.

Hal lain yang biasa saya temui saat berkendara adalah, pengendara motor yang ketika berhenti saat lampu merah, titik hentinya tepat di zebracross yang mana digunakan oleh pedestrian untuk menyebrang. Bahkan ada pula yang berhenti melewati titik di mana pengendara tidak bisa melihat lampu rambu lalu lintas. Sehingga, agar dia menyadari lampu sudah berubah menjadi hijau, harus diklakson beberapa kali. Kan, jadi bising—dengan suara klakson.

Menjaga keselamatan diri juga orang lain itu menjadi hal penting dan utama saat berkendara. Seakan abai dengan hal tersebut, masih saja ada banyak orang yang terlihat sedang asyik bermain handphone sewaktu berkendara—entah yang dikendarai motor pun mobil, keduanya sama saja.

Selain mengabaikan keselamatan diri, hal tersebut juga berpotensi mencelakakan orang lain. Lah, ya gimana nggak, pertama, dengan bermain handphone saat berkendara fokus pasti berkurang—bukannya liat ke arah jalan, malah nunduk. Kedua, kalau ada apa-apa yang mengharuskan berhenti, reflek mengerem seakan menghilang. Dan yang ketiga, biasanya yang main handphone saat berkendara, laju kendaraan seringkali nggak beraturan; kadang di tengah, kadang serong ke kiri, lalu goyang ke kanan tanpa kepastian.

Belum lagi laju kendaraan menjadi lambat dan secara tidak sadar posisi motor berada di tengah menghalangi kendaraan lain yang mau menyalip. Kan, nyebelin. Maksud saya sih, kalau memang penting dan genting, entah harus menelepon atau membalas pesan kan bisa minggir terlebih dahulu. Lebih aman dan nyaman bagi diri sendiri juga orang lain. Lagipula, dengan berhenti sejenak tidak akan sampai menghabiskan banyak waktu, kok. Malah keselamatan diri juga orang lain akan lebih terjamin dibanding harus mengetik pesan sambil berkendara.

Mengutip dari Detik, menurut data dari kesehatan Organisasi Dunia (WHO), pengemudi yang menggunakan ponsel sambil menyetir empat kali lipat lebih beresiko terlibat kecelakaan. Bahkan, beberapa bulan lalu tepatnya di bulan Juni 2019 sempat viral ada pengendara bermotor yang kecelakaan tunggal karena bermain handphone sambil mengendarai motor.

Yang membuat sedemikian viral info tersebut adalah, kejadian itu sempat diposting oleh salah satu fanpage meme di Facebook. Kemudian parahnya lagi, kecelakaan tunggal akibat bermain handphone tersebut terekam oleh Google Street View di Jalan Raya Karangkates-Kepanjan, Malang, Jawa Timur. Sehingga, detik-detik menjelang jatuh dari motor pun terlihat cukup jelas.

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya

Tentu, itu hanya sebagian kecil dari kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan dari kelalaian pengendra karena sambil bermain handphone saat berkendara. Hanya sekadar mengingatkan dan sebagai masukan, sekali lagi, jika ada telepon, pesan, atau ingin update sesuatu di media sosial—dan harus segera diupdate karena khawatir keburu lupa—baik dan bijaknya melipir terlebih dahulu ke suatu tempat daripada harus menghambat laju kendaraan di belakangnya. Atau yang paling parah, berpotensi mengakibatkan kecelakaan beruntun.

Maka tak heran jika sehati-hatinya pengendara bermotor saat berkendara, akan ada seseorang yang lalai mengendarai motor secara tidak hati-hati entah dari mana pun asalnya, dan membuat was-was pengendara lain—tidak tenang. Itu kenapa fokus dan tetap berhati-hati saat berkendara menjadi hal utama disamping berdoa sebelum bepergian.

Sebentar, sebentar. Sepertinya saya harus menyudahi tulisan ini, karena ternyata sulit juga mengetik dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain sambil mengontrol gas motor. Capek juga rasanya daritadi sebentar-sebentar nunduk untuk mengetik, liat ke spion, kemudian harus menatap jalan agar tetap dalam jarak yang aman dengan kendaraan lain. Selain karena, sebelum kena tilang Pak Polisi pastinya. (*)

BACA JUGA Cara Menangani Sohibul WhatsApp yang Suka Beralasan Pesan Tertimbun Padahal Memang Sengaja Mengabaikan atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2019 oleh

Tags: bermain handphoneditilangKeselamatanlalu lintaspolisi
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Pejuang Tes SIM Garis Lurus, Sudah Saatnya Menggugat!

Pejuang Tes SIM Garis Lurus, Sudah Saatnya Menggugat!

1 Januari 2020
knalpot brong

Bertaubatlah Kalian yang Pakai Knalpot Brong

15 Agustus 2019
sopir jasa angkut Seumur hidup, saya belum pernah merasakan ngompreng truk di lampu merah. Dan kali ini, momen itu datang dan saya tidak mau melewatkannya.

3 Tahap Belajar Ngompreng Truk di Lampu Merah

14 Oktober 2020
Pengalaman Saya Saat Hendak Wawancara Polisi di Tengah Aksi terminal mojok.co

Mengenang Hoegeng, Polisi Jujur yang Pernah Disebut Gus Dur

14 Oktober 2020
Liga 1 ditunda pilkada pandemi mojok

Keputusan Menunda Liga 1 dan Tetap Melanjutkan Pilkada Itu Sudah Sangat Tepat

30 September 2020
Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya Mojok.co

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya

12 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Bandung Setelah Lebaran Jadi Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk Warlok Mojok.co semarang

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

30 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.