Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nasib Mahasiswa Pertukaran dari Jogja ke Padang ketika Setiap Hari “Dipaksa” Menikmati Sedapnya Nasi Padang

Faishal Hazza oleh Faishal Hazza
29 Maret 2024
A A
Dari Jogja Pindah Minang, “Dipaksa” Makan Nasi Padang Tiap Hari (Unsplash)

Dari Jogja Pindah Minang, “Dipaksa” Makan Nasi Padang Tiap Hari (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari Jogja, pindah ke Minang

Begitu mendapatkan informasi bahwa saya harus meninggalkan Jogja dan pindah ke Padang, banyak pertanyaan muncul. Akan seperti apa hidup saya di sana? Akankah seperti yang saya lihat di film-film yang bertema Minangkabau seperti Negeri 5 Menara? Termasuk juga bayangan soal nasi padang di sana. 

Nah, untuk keperluan beradaptasi, selama 1 bulan sebelum meninggalkan Jogja, saya banyak belajar tentang Minangkabau. Saya juga banyak berdiskusi dengan teman saya yang otentik urang Minang. Bahkan saya mencoba meningkatkan intensitas makan nasi Padang di Jogja. 

“Hampir 80% warung yang ada di Padang, jualannya ya nasi padang. Kalau ada yang lain, bumbunya pasti tak jauh-jauh,” ujar kawan saya. 

Yang awalnya hanya beberapa kali dalam sepekan, kini saya coba eksperimen makan nasi padang hampir setiap hari. Untungnya saya tak merasa eneg setelah bisa menemukan keseimbangan antara nasi putih dan sayur singkong untuk menetralisir. Dan, tiba juga waktu keberangkatan ke Padang.

“Dipaksa” makan nasi padang setiap hari

Orang Padang menyebutnya nasi ampera dengan berbagai cerita di balik penamaannya yang begitu heroik. First impression saya terhadap nasi padang di Minang adalah rasanya yang gurih banget!

Secara rasa, benar-benar berbeda dengan yang di Jogja. Mungkin karena penyesuaian bumbu dengan lidah orang Jogja. Hasilnya adalah rasa sedikit manis, entah di lauk, sayur, atau sambalnya. Dan entah kenapa, saya tidak merasa eneg sama sekali.

Maka jadi sudah, hampir setiap hari, saya makan nasi ampera. Dari sarapan sampai makan malam, dari lapar sampai gabut. Rasanya hampir semua makanan di sini adalah nasi ampera. Dari kaki lima pinggir jalan, sampai nasi gratis hari Jumat. 

Sampai suatu ketika saya jatuh sakit karena efek santan yang berlebihan dan jarang berolahraga. Namun, saat sakit, makanan saya ya tetap nasi padang. Mau gimana lagi, yang terdekat dari asrama hanya nasi ampera.

Baca Juga:

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

Oleh sebab itu, saya mulai mengatur gaya hidup sehat, dari puasa sunnah, makan buah, dan olahraga rutin. Tapi ya, tetap saja, kalau makan, tetap nasi ampera.

Seperti kata orang Minang, “Dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang.” Kalau kata saya, “Di mana saya berada, di situ lidah saya siap untuk semua makanannya.” Menemui nikmatnya nasi padang 24/7 di Padang adalah takdir, maka menyantapnya adalah bentuk menjalani takdir Tuhan!

Penulis: Faishal Hazza

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Rekomendasi Tempat Takjil di Bukittinggi, Dijamin Bikin Ngiler!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2024 oleh

Tags: Jogjaminangminangkabaunasi amperaNasi Padangpadangsumatera barat
Faishal Hazza

Faishal Hazza

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Syari'ah.

ArtikelTerkait

Es Teh Desa: Es Teh Purwokerto yang Mampu Mengalahkan Mixue (Unsplash)

Es Teh Desa: Minuman Teh Asal Purwokerto yang Mampu Mengalahkan Mixue dan Menghijaukan Banyumas Hingga Jawa Timur

24 September 2023
Alasan Orang Padang Nggak Pakai "Minangkabau" untuk Menamai Rumah Makan Padang rumah makan padang

Alasan Orang Padang Nggak Pakai “Minangkabau” untuk Menamai Rumah Makan Padang

12 September 2022
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

31 Agustus 2024
Surabaya Jauh Lebih Superior dari Semarang (Unsplash)

Semarang Boleh Lebih Superior Ketimbang Cikarang, tapi Masih Kalah Jauh Dibandingkan Surabaya

17 Juli 2023
Lagu “Go Go Kota Solo” Alasan Saya Suka Naik KRL Jogja-Solo Mojok.co

Lagu “Go Go Kota Solo” Alasan Saya Suka Naik KRL Jogja-Solo

24 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.