Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Daftar 7 Vokalis Band Indonesia dengan Gaya Paling Ikonis di Era 2000-an

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
13 November 2020
A A
Daftar 7 Vokalis Band Indonesia dengan Gaya Paling Ikonis di Era 2000-an terminal mojok.co

Daftar 7 Vokalis Band Indonesia dengan Gaya Paling Ikonis di Era 2000-an terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Romantisasi, romantisasi, romantisasi. Jawaban bagi orang-orang yang selalu mengunggulkan musik Indonesia era 90 hingga 2000-an. Saya yakin banyak dari kalian yang stuck mengikuti perkembangan musik sampai era ini. Bagi sebagian orang, golongan seperti ini dianggap tidak bisa move on, termasuk saya, hehehe. Terlepas dari itu semua, era ini memang layak untuk dikenang. Misalnya kala itu masih banyak acara musik reguler di TV, seperti MTV hingga acara pagi macam Dahsyat yang diawal masih menjadi acara musik (saja), belum melenceng seperti sekarang.

Di era ini, musik alternative rock hingga pop rock mendominasi pasar mainstream di awal dekade. Kemudian di akhir dekade ini muncul pula gelombang pop melayu. Setidaknya kedua gelombang di dekade yang sama ini memiliki kesamaan, mayoritas penguasa dekade tersebut adalah grup band, sebelum tersapu gelombang boyband dan girlband di awal dekade 2010-an.

Dari sekian banyak band yang menjamur di era ini, maka sebagian dari mereka (khususnya sang vokalis) dituntut harus tampil beda, lebih dari sekadar lebih baik. Setidaknya gelagat mereka akan diingat penonton. Seperti vokalis-vokalis yang akan saya rangkum berikut ini. Kalau kata Pandji Pragiwaksono, “Sedikit lebih beda lebih baik, dari sedikit lebih baik.”

#1 Ariel – Peterpan

Jika kini muncul istilah, harta, tahta, kemudian renata, pevita, dll, di era ini jika harus memilih perwakilan tersebut bagi kaum adam, Ariel-lah orangnya. Siapa yang meragukan aksi cool Ariel kala itu bahkan hingga kini. Personanya sebagai vokalis seolah tak pernah luntur, yang kalau kata Yusril Fahriza di Podcast Bergumam, indikator keabadian persona Ariel itu adalah ketika dia tetap dielu-elukan hampir di semua panggung tak terkecuali panggung anak-anak edgy yang didominasi anak muda umur 20-an.

Tak hanya kaum hawa, rambut belah tengah Ariel adalah cerita lain. Pada masa-nya, model rambut ini sangat populer di kalangan kaum “garangan”. Rambut model ini adalah tolok ukur kegantengan pria kala itu. Kalian luar biasa!

#2 Armand Maulana – Gigi

Armand adalah salah satu vokalis paling enerjik, lengkap pula dengan aksesori sporty-nya. Gaya sporty jingkrak-jingkrak berlarian ke sana kemari selalu lekat dengan pria pemilik cinta 11 Januari ini. Entah sudah berapa kalori yang habis terbakar sekali Armand Maulana manggung. Kang Armand selalu aktif ya, Bund.

#3 Ian Kasela – Radja

Dua hal yang tak mungkin dipisahkan, ialah Ian Kasela alias Ian Kalimantan Selatan dan kacamatanya. Kacamata Ian yang tak pernah dilepas menjadi urban legend pada masa itu, hingga muncul banyak isu, “Jangan-jangan Ian Kasela punya sharingan layaknya klan Uchiha”. Di mana pun, kapan pun, kacamatanya tak pernah lepas, saya curiga sekalipun ia ikut uji nyali Masih Dunia Lain, ia tak akan sedetik pun melepas kacamatanya walau gelap.

Setelah dibuka dan dikonfirmasi, ternyata kacamatanya hanyalah aksesoris belaka, seolah menjadi branding dirinya. Tak ada yang istimewa dan tak ada yang mencurigakan.

Baca Juga:

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

Ini yang akan Terjadi kalau Band Sheila On 7 Tidak Pernah Terbentuk

#4 Charly – ST 12

Charly adalah ikon musik melayu, tentu gayanya menjadi panutan musisi pop melayu lain, apalagi dengan suara “ngeden-nya” serta pembawaan lagu yang entah kenapa kadang kelewat menghayati. Belum lagi anting dan rambut belah tengahnya. Dan satu yang selalu ikonis dengan Charly kala itu, jaket Rollink-nya di lagu P.U.S.P.A. Tak lengkap rasanya memparodikan Charly tanpa item yang disebutkan tadi.

#5 David – Naif

Lahir dari skena IKJ tentu membuat David terbiasa menguasai crowd yang dikenal keras itu, meski dia mengakui dulunya malu-malu. Gaya bercandanya selalu menjadi hal menyenangkan setiap kali menonton pertunjukan langsung Naif. Gayanya yang nyentrik serta konsisten membuat dia digadang-gadang sebagai front man paling berkualitas soal suara serta seru dalam berinteraksi, bagi sebagian vokalis lain.

“Vokalisnya belum keles, sabar, cin, sabar,” sahut David tiap kali penonton kesusu menyanyikan bagian reff “Mengapaaaaaaaaa” pada lagu Posesif.

#6 Andika – Kangen Band

Rambut Sasuke, celana melorot, suka atau tidak begitulah gaya yang selalu melekat pada Andika. Andika pada masanya adalah ikon rambut poni Indonesia. Saking melekatnya, kalau kalian para cowok punya poni pasti langsung dikaitkan dengan Andika.

#7 Giring – Nidji

Sebelum yakin menjadi capres, dulunya Giring Ganesha menjadi salah satu vokalis dengan gayanya yang khas, dari rambut keriting, syal, goyang jingkrak-jingkrak, serta gerakan tangan yang dikibas-kibas. Saya malah berharap suatu saat blio dapat nomor urut 5 jika seandainya mantap maju sebagai capres, agar gayanya dulu tetap dipakai saat kampanye. Heuheu. “Sadarkan aaaku Tuhannn, dia bukan milikkuuu.”

BACA JUGA Rivalitas Penikmat Musik Jawa: Mulai Koplo hingga Campursari dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2020 oleh

Tags: bandvokalis
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Urusan Ganti Vokalis, Band Indonesia Harus Belajar dari Yovie & Nuno

Urusan Ganti Vokalis, Band Indonesia Harus Belajar dari Yovie & Nuno

22 Desember 2022
7 Band Indonesia yang Semakin Tenar setelah Ganti Vokalis Terminal Mojok

7 Band Indonesia yang Semakin Tenar setelah Ganti Vokalis

6 Desember 2022
Suara Hati Penggemar Berat Nidji: Giring, Nge-band Lagi, dong

Suara Hati Penggemar Berat Nidji: Giring, Nge-band Lagi, dong

5 Maret 2023
Selain Pak Duta, Ini Alasan Sheila On 7 Digandrungi dan Bikin Meleyot Kaum Hawa Mojok.co

Selain Pak Duta, Ini Alasan Sheila On 7 Digandrungi dan Bikin Meleyot Kaum Hawa

28 Mei 2024
Merindukan Segala Sensasi Saat Jadi Peserta di Festival Band terminal mojok.co

Merindukan Segala Sensasi Saat Jadi Peserta di Festival Band

15 November 2020
Alasan Mengapa Bass Adalah Instrumen Penting dalam Sebuah Grup Band terminal mojok.co

Alasan Mengapa Bass Adalah Instrumen Penting dalam Sebuah Grup Band

27 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.