Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Tiara Uci oleh Tiara Uci
12 Januari 2026
A A
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah YSL resmi jualan di TikTok, sekarang giliran Coach yang membuka lapaknya di Shopee. Kini, kamu bisa melihat tas seharga laptop berdampingan dengan tisu beli dua gratis satu di etalase produk Shopee.

Dulu, membeli Coach perlu ritual khusus. Kamu harus datang ke mal mewah, masuk ke butik Coach degan lampu temaram, lalu ada staf butik yang akan tersenyum ramah, tapi tatapan matanya tajam seolah berkata, “Yakin mau beli tas di sini, harganya dua kali UMR Surabaya lho ini?”

Hadir di Shopee untuk rakyat jelata yang gajinya tak seberapa tapi keinginannya ndak kira-kira

Coach menyadari mayoritas warga negara Indonesia adalah orang dengan gaji UMR lebih dikit, tapi keinginan selangit. Kaum mendang-mending yang gajinya tak seberapa ini tentu saja malu kalau harus datang ke butik Coach yang mewah. Belum juga masuk sudah keburu takut diusir stafnya. Boro-boro masuk lalu mencoba tasnya dan bertanya harga, sekadar melihat etalase dari kacanya saja ndak punya nyali.

Seolah memahami kondisi rakyat jelata dengan kondisi keuangan yang pas-pasan tersebut, Coach hadir di Shopee. Seolah ingin menghapus batas antara mereka yang kaya dan mereka yang sok kaya.

Dengan hadir di Shopee, semua orang bisa mengakses dan bertanya produk Coach tanpa merasa dihakimi. Saya membayangkan ketika sedang live Shopee, akan banyak orang yang bertanya, “Coach Mollie Bucket bag ready warna putih ya, Kak?” padahal saldo ATM tinggal Rp10 ribu. Atau, akan banyak komentar berisi candaan seperti, “Uang di ATM saya hanya Rp50 ribu, kira-kira harus menabung berapa lama lagi agar kebeli Coach Teri Shoulder bag, ya?” Dan aneka pertanyaan nyeleneh lainnya khas masyarakat Indonesia.

Namun, selain mereka yang iseng bertanya, akan selalu ada kaum mendang-mending yang beneran checkout tas Coach karena mereka bisa membayarnya pakai Shopee PayLater.

Coach tidak peduli kamu membeli dengan uang cash atau paylater, mereka hanya berpikir omzet dan pemasukan. Semakin mudah diakses, peluang Coach untuk mendapatkan cuan semakin besar.

Baca juga: Shopee Paylater Aman, Kok! Nggak Perlu Alasan untuk Takut Memakainya.

Baca Juga:

Jualan di TikTok Shop Nggak Lebih Mudah dari Shopee: Udah Diburu Waktu untuk Segera Kirim, tapi Duit Cairnya Super Lama

Seller Shopee Mulai Frustrasi dengan Tekanan Biaya Admin yang Mencekik, tapi Tak Bisa Pergi Begitu Saja

Harga diskon, tapi bukan model baru

Jika kita amati official store Coach di Shopee, mayoritas barang yang dijual didiskon 30%. Harga tersebut jelas lebih murah dari Coach outlet apalagi Coach butik. Namun jangan berharap model-model baru yang diberi diskon, ya.

Namanya juga diskonan, ya pasti stok lama. Meski demikian, kehadiran Coach di Shopee tetap saja menarik bagi kaum mendang-mending yang ingin memiliki brand luxury, tapi hemat biaya. Mereka kan tidak butuh model bagus, tapi perlu mereknya untuk validasi sosial.

Coach bersaing dengan barang KW

Banyak orang beranggapan kalau kehadiran Coach di Shopee membuat image luxury-nya pudar dan nilai eksklusifnya hilang. Menurut saya malah sebaliknya. Melalui Shopee, Coach justru memberikan edukasi pada masyarakat yang lebih luas tentang brand mereka yang mahal.

Seperti yang kita ketahui bersama, Shopee adalah marketplace yang paling banyak menjual produk KW atau palsu. Bayangkan saja, satu toko di Shopee bisa menjual ratusan pcs tas Coach palsu dalam sebulan. Saking larisnya tas palsu di Shopee dengan harga Rp1 jutaan, banyak orang yang menganggap tas tersebut original.

Bagi orang kota yang memiliki akses informasi tentang luxury brand yang ada di butik dan mal mewah, mungkin akan mudah mendeteksi barang palsu. Contohnya, tidak mungkin Coach menjual Chain Tabby Shoulder Bag 35 seharga Rp1,5 juta, ha wong di outlet harganya Rp15 juta. Uang Rp1 juta di butik Coach hanya bisa dipakai untuk membeli gantungan kunci, itu pun diskon. Orang seperti ini pasti paham kalau tas Rp1 jutaan di Shopee pasti palsu.

Sementara bagi orang-orang yang hidup di desa atau kabupaten dengan informasi tentang luxury brand yang terbatas, pasti percaya saja kalau ada seller Shopee yang menjual tas Rp1 juta dan mengatakan ori Singapura. Mereka hanya tahu Coach itu barang luxury dan mahal. Sementara uang Rp1 juta bagi orang di daerah yang UMR-nya Rp2 jutaan pasti dianggap mahal, jadi wajar saja kalau mereka mudah ditipu atau salah paham.

Baca juga: Sudah Saatnya Shopee Turun Takhta karena Cuma Bikin Seller Merana, Buyer pun Kurang Bahagia. 

Sudah benar buka lapak di Shopee

Jadi, pilihan brand asal New York untuk membuka lapak di Shopee sudah benar. Jika tidak ugal-ugalan secara penjualan, minimal mereka memberikan perbandingan dan pengetahuan pada masyarakat Shopee dari Sabang sampai Merauke mana yang autentik dan mana yang palsu.

Jadi gimana, tertarik membeli Coach di live Shopee? Atau tetap skip saja karena harganya cukup untuk biaya hidupmu 2 bulan ke depan?

Penulis: Tiara uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Seller Shopee Mulai Frustrasi dengan Tekanan Biaya Admin yang Mencekik, tapi Tak Bisa Pergi Begitu Saja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2026 oleh

Tags: Coachlive shopeeoutlet shopeeseller shopeeshopeetas coach
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Toko Kue Lebaran di Shopee Terminal Mojok.co

4 Rekomendasi Toko Kue Lebaran di Shopee

19 April 2022
Menebak Karakter Seseorang dari Isi Keranjang Shopee-nya Terminal Mojok

Menebak Karakter Seseorang dari Isi Keranjang Shopee-nya

15 Desember 2022
Shopee

Antara Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia : Saya Pilih Shopee!

11 September 2019
4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

9 September 2024
Sistem COD di Marketplace Itu Ngerugiin Kurir dan Perlu Dipikir Ulang, deh! terminal mojok.co

Sistem COD di Marketplace Itu Ngerugiin Kurir dan Perlu Dipikir Ulang, deh!

17 Mei 2021
5 Dosa Shopee Affiliator di Twitter Terminal Mojok

5 Dosa Shopee Affiliator di Twitter

13 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas Mojok.co

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

7 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
Pasar Dupak Magersari, Wujud Perjuangan Orang Surabaya (Unsplash)

Pasar Dupak Magersari: Potret Nyata Saat Kota Surabaya Tidak Menyediakan Ruang, Warga Pinggiran Membuat Ruangnya Sendiri

6 Januari 2026
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Lumrah Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk Kota Jogja, dari yang Biasa Saja sampai yang Menyebalkan

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lulusan S2 Jogja Ogah Menerima Tawaran Jadi Dosen, Mending Ngajar Anak SD di Surabaya: Gambaran Busuk Dunia Pendidikan Indonesia
  • Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi
  • Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa
  • Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.