Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Citra Kritis HMI Memudar, Kini Fokus Mengejar Kekuasaan

Anan Mujahid oleh Anan Mujahid
9 Januari 2024
A A
Citra Kritis HMI Memudar, Kini Fokus Mengejar Kekuasaan

Citra Kritis HMI Memudar, Kini Fokus Mengejar Kekuasaan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam pusaran dinamika yang terjadi dalam lingkup kampus maupun di negara, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tentunya tidak asing lagi. Sebagai salah satu organisasi Mahasiswa terbesar, HMI telah menciptakan kader-kader dan banyak alumni HMI dari sabang-merauke.

Secara garis besar, HMI lahir tidak dalam ruang kosong. Ada sejarah dinamis mewarnai HMI dalam perjalanannya hingga saat ini, dan HMI telah memasuki usia yang semakin senja—5 Februari nanti, 77 tahun—dengan masalah-masalah internal yang semakin rumit.

Realitas HMI saat ini

Tak dapat menutup mata pada realitas, berkali-kali sumber daya dalam himpunan ini terkuras sia-sia karena periodisasi kepengurusan hanya menggonta-ganti kepemimpinan dan menambal-sulam keretakan organisasi. Hal ini membuat para kader begitu banyak menghabiskan kekuatan-kekuatan produktifnya untuk mengurus konflik struktural yang merembet dari cabang hingga komisariat.

Kesuksesan hanya diukur apabila ada seorang alumni yang mengisi posisi strategis kenegaraan. Tak dapat dimungkiri, dengan dalih bersilaturahmi terdapat suatu kepentingan yang disamarkan dan organisasi. Digunakan hanya sebagai instrumen untuk memenuhi hasrat individu-individu maupun segelintir orang di dalamnya.

Orientasi yang mengarah pada kekuasaan telah menyebabkan HMI dewasa ini mengalami degradasi. Baik dalam sistem pengkaderan maupun wacana dan tradisi pemikiran-pemikirannya. HMI tak lagi memberi pengaruh yang kuat dalam wacana kebangsaan, keumatan, dan terutama dinamika kemahasiswaan. Semua karena iklim yang mendukung kader untuk menjadi pejabat atau politisi.

Diiming-imingi ketenaran

Setiap tahunnya, minat mahasiswa baru untuk mengikuti pengkaderan telah menurun, karena pola yang digunakan masih sangat klasik. Ketika, akan menggelar basic training (LKI), maka pamflet-pamflet yang berisi gambar-gambar alumni HMI yang telah masuk dalam tubuh birokrasi dijadikan pemancing minat mahasiswa bergabung ke dalam organisasi. Dengan memanfaatkan citra alumni-alumni yang sudah tenar, kaya, dan berbantal kuasa.

Cara ini seakan-akan bikin tidak ada yang bisa dilakukan HMI untuk menarik minat selain iming-iming kekuasaan. Tak heran kalau dalam benak calon-calon kader, yang terlintas adalah HMI itu mampu menjamin masa depan. Terutama dapat membentuk mereka kelak menjadi tokoh. Kini perekrutan kader telah memprioritaskan bagaimana menambah kuantitas, bukan untuk menambah kualitas, terkesan organisasi ini telah menjadi ormas.

Daya kritis, seakan-akan tak lagi ada pada HMI. Mereka tak lagi menarik mahasiswa untuk menjadi pemikir seperti Munir, Nurcholish Madjid, dan tokoh lain yang punya daya pikir hebat. Jika cara seperti ini yang terus dilakukan, maka tentunya tujuan untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur yang diridhoi Allah SWT, seakan hanya menjadi hal yang bersifat utopia semata.

Baca Juga:

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa

Penulis: Anan Mujahid
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Alasan yang Bikin HMI Lebih Laku Dibanding PMII di Fakultas Say

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2024 oleh

Tags: HMIorganisasi mahasiswaorientasi kekuasaan
Anan Mujahid

Anan Mujahid

Alumni mahasiswa di Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah. Pegiat Literasi, filsafat, pernah menjadi anggota pers mahasiswa dan menulis beberapa isu kontemporer.

ArtikelTerkait

4 Keunikan UIN SAIZU Purwokerto yang Nggak Ada di Kampus Lain purwasera uin saizu

Hal-hal Menyebalkan yang Hanya Bisa Dipahami Mahasiswa UIN SAIZU Purwokerto

22 Agustus 2025
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

3 Kemiripan Manchester United dan HMI di Masa Kini

8 November 2020
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Di Kampus Saya, Menjadi Presma Hanyalah Impian Saat Maba

13 November 2020
lembaga dakwah kampus

Meluruskan Soal Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang Sering Disebut Sarang Radikalisme

26 April 2020
Ormek Adalah Kumpulan Mahasiswa Gila Hormat yang Sebaiknya Diwaspadai Mojok.co

Ormek Lebih Cocok Disebut Kumpulan Mahasiswa Haus Pujian daripada Organisasi Mahasiswa

18 Juni 2025
Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

11 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.