Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
14 Januari 2026
A A
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi (DARMAS BS 9 via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kali Code Jogja memang tidak bisa dibilang rapi, tapi kumuh? Oh, tunggu dulu, kisanak, sebab realitas berkata sebaliknya

Setiap kota terutama di Jawa, pasti punya daerah yang jadi titik kepadatan penduduk yang kemudian dicitrakan sebagai tempat yang negatif. Contohnya menjadi kawasan yang dinilai kumuh dan kotor. Tapi nyatanya nggak semua daerah yang penduduknya padat itu kumuh atau paling tidak nggak sekumuh yang dibayangkan.

ADVERTISEMENT

Jogja sebagai salah satu kota yang kini cukup padat, juga punya titik-titik kepadatan penduduk yang tak selalu dinilai rapi, bahkan tak jarang dicap kumuh. Salah satunya adalah perkampungan di bantaran Kali Code Jogja yang dari dulu selalu punya cap demikian. Nggak hanya dicap kumuh, tapi juga penuh dengan permasalahan sosial seperti kemiskinan dan kriminalitas.

Meski sana-sini melabeli perkampungan di pinggir Kali Code adalah daerah yang kumuh, tapi sebetulnya nggak sekumuh yang dibayangkan. Sebagai warga setempat, saya merasa kumuhnya kampung-kampung di pinggir Kali Code itu masih nggak seberapa dibanding tempat lain. Bukannya membela tempat tinggal sendiri, tapi kenyataannya memang demikian.

Sekilas tentang Kali Code Jogja

Bantaran Kali Code Jogja, konon mulai ramai ditempati sekitaran tahun 50-an, bahkan sebelum itu. Kebanyakan merupakan warga pendatang yang mengadu nasib di Jogja. Seiring berjalanan waktu, warga yang awalnya sedikit kemudian beranak pinak dan menjadikan bantaran Kali Code sebagai perkampungan yang padat.

Daerah yang dulu merupakan lembah sungai yang asri dan merupakan kawasan pertanian yang subur, kemudian menjelma jadi tempat yang kumuh dan semrawut. Rimbunnya pohon pisang, kelapa, dan bambu kini berganti menjadi petak-petak bangunan semi permanen dengan penghuni yang padat dan cenderung nggak tertata.

Pada tahun 80-an, Romo Y.B. Mangunwijaya atau Romo Mangun memulai menyulap permukiman Code yang mulai kumuh ini menjadi tempat yang lebih baik. Pada tahun 2000-an, banyak perguruan tinggi, organisasi dalam dan luar negeri, dan pemerintah gencar menata wilayah ini. Seperti penataan jalan kampung, pembuatan MCK komunal, dan ruang terbuka hijau.

Semenjak saat itu, kehidupan di bantaran Kali Code berangsur tertata. Meski begitu, memang diakui nggak serapi kalau dibandingkan sama sisi Kota Yogyakarta yang lain. Meski nggak rapi, permukiman bantaran Kali Code nggak sekumuh yang dibayangkan. Sederhananya, kami masih bisa “bernapas” dengan nyaman di tengah padatnya penduduk.

Baca Juga:

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Masih punya ruang publik memadai

Meski padat, perkampungan di bantaran Kali Code Jogja masih punya ruang publik yang cukup memadai. Masyarakat masih bisa melakukan kegiatan dengan cukup leluasa. Kendaraan pribadi (meski hanya sepeda motor) bisa masuk sampai depan rumah. Anak-anak juga masih punya lahan untuk bermain. Masih memungkinkan juga menggelar perayaan hari raya keagamaan.

Selain itu, ruang terbuka hijau juga tersebar di beberapa titik di bantaran Kali Code. Masih ada taman di tengah perkampungan yang padat ini. Bahkan beberapa kali, kampung-kampung yang ada di bantaran Kali Code memenangkan lomba kebersihan dan inovasi kampung se-Kota Jogja. Kami memang luar biasa padat dan nggak rapi, tapi tidak untuk kumuh.

Tempat yang masih dianggap banyak orang kumuh ini nyatanya juga malah selalu jadi rujukan mengenai pengelolaan dan pemberdayaan perkampungan pinggir sungai. Salah satunya oleh Anies Baswedan saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Beliau sempat blusukan ke Kali Code untuk belajar mengelola permukiman bantaran sungai untuk diterapkan di Jakarta.

Kalau dibandingkan dengan daerah padat penduduk di kota lainnya, kawasan bantaran Kali Code masih jauh lebih baik. Sebut saja Kampung Venus dan kawasan Tambora Jakarta yang cahaya matahari saja sulit masuk dan seperti labirin yang nggak berujung. Juga dengan wilayah padat di berbagai kota lainnya yang kondisinya masih lebih parah dari pemukiman Kali Code.

Jadi, permasalahan yang ada di perkampungan bantaran Kali Code Jogja belum ada apa-apanya dibanding permukiman padat di kota lain. Walaupun kami nggak pernah marah selalu dilabeli sebagai kawasan kumuh, tapi semoga setelah ini label tersebut hilang. Sebab, permukiman di bantaran Kali Code memang nggak sekumuh yang dibayangkan, kok.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kali Code Jogja Tak Menawarkan Kemewahan, Tapi Memberi Harapan Para Perantau untuk Bertahan Hidup

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: bantaran kali code jogjaJogjakali code jogjaperkampungan di kali codesejarah kali code jogja
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

Jakarta Adalah Tempat Terbaik untuk Menemukan Ketenangan Melebihi Jogja (Unsplash) umr

Jakarta Adalah Tempat Terbaik untuk Menemukan Ketenangan Melebihi Jogja

14 April 2023
Surabaya dan Malang Superior, Malang Remahan Peyek (Unsplash)

Surabaya dan Semarang Memang Superior, Apalagi di Depan Malang yang Kayak Remahan Peyek

18 Juli 2023
borobudur magelang yogyakarta mojok

Panduan Menjawab di Mana Letak Candi Borobudur agar Kalian Nggak Salah Tag Lokasi di Instastory

1 September 2020
Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

Maaf-maaf Saja, bagi Saya, Semarang Lebih Superior ketimbang Jogja dan Bandung

24 Juni 2023
Jogja Kota Salah Urus dan Sulit Dinikmati Warganya Sendiri (Unsplash)

Jogja Tidak Pantas Lagi Menyandang Kota Wisata dan Kota Pendidikan karena Tidak Bisa Dinikmati oleh Warganya Sendiri

2 Februari 2024
Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan! konten kreator jogja

Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan!

4 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.