Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Cing Abdel Achrian Harusnya Dinobatkan Sebagai Duta Makan Indonesia

Iqbal AR oleh Iqbal AR
5 Januari 2021
A A
Cing Abdel Achrian Harusnya Dinobatkan Sebagai Duta Makan Indonesia terminal mojok.co abdel dan temon

Cing Abdel Achrian Harusnya Dinobatkan Sebagai Duta Makan Indonesia terminal mojok.co abdel dan temon

Share on FacebookShare on Twitter

Konten makanan atau food vlogger tidak pernah tidak laku. Entah mitos atau bukan, anggapan ini kadang ada benarnya. Kita selama ini melihat banyak sekali konten makan atau food vlogger menjamur, tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Bahkan saking lakunya, satu makanan yang sama diulas oleh beberapa food vlogger yang berbeda, penontonnya tetap banyak. Di Indonesia sendiri, food vlogger sudah sangat banyak berceceran. Konsep mereka pun hampir sama. Namun, di antara banyaknya food vlogger template seperti itu, muncul bapak-bapak usia 40-an (hampir 50), yang juga punya konten makan-makan, tapi berbeda dari yang lainnya. Dia adalah Abdel Achrian, atau yang akrab disapa Cing Abdel.

Konten food vlogger yang cenderung hampir monoton alias begitu-begitu saja bisa teratasi dengan adanya konsep baru dari Cing Abdel. Bukankah konten soal makanan yang sudah terlalu banal ini butuh penyegaran?

Kita semua mungkin sudah tahu atau bahkan kenal Cing Abdel Achrian sebagai komedian dari sitkom Abdel dan Temon atau sebagai host dari acara tausiyah Mamah dan Aa. Mungkin karena sudah tidak punya program TV rutin lagi (kecuali jadi juri SUCI IX), Cing Abdel Achrian akhirnya main YouTube dan membuat konten makan-makan. Sebenarnya ada konten lain seperti “Wawancanda”, tetapi yang paling dinanti ya tetap konten makan-makannya.

Ya meskipun Cing Abdel terlalu banyak konten makan mi ayam, tapi tidak masalah, toh Cing Abdel selalu punya cara untuk membuat kontennya menarik tanpa harus lebay.

Kalau kita perhatikan, konten makan-makan Cing Abdel Achrian tidak terlalu mengikuti template konten dari food vlogger lainnya. Bahkan bisa dibilang sebagian besar konten makan CIng Abdel dilakukan satu take saja, tidak banyak cut atau take ulang. Cing Abdel juga tidak terpaku dengan standar durasi kebanyakan food vlogger yang biasanya 10-15 menit. Kalau makanan Cing Abdel datangnya cepat, ya bisa 8-10 menit. Kalau makanan CIng Abdel datangnya atau proses dibikinnya lama, ya bisa-bisa 20 menit. Bahkan kalau konten makan-makan yang sambil ngobrol dengan bintang tamu atau dengan subscriber, bisa ada yang 30-40 menit.

Meskipun durasinya variatif, durasi makan Cing Abdel sendiri bisa dibilang sangat cepat. Ya bayangkan saja, dengan durasi video sekitar 15 menit, Cing Abdel bisa makan dua mangkuk mi ayam yang dipesan langsung di tempat, dan dibikinnya satu per satu, tidak dua sekaligus. Belum lagi kalau makan warteg, menu sederhana seperti nasi, kuah, tempe dan sambal bisa habis dalam waktu yang singkat, tanpa cut atau take ulang. Gaya makan seperti ini ternyata juga banyak penontonnya, puluhan hingga ratusan ribu. Ini jelas berbeda dengan food vlogger lain yang terlalu terkonsep konten makan-makannya.

Dari fakta itu saja kita sudah tahu, bahwa konten makan-makan sebenarnya tidak melulu soal ekspresi lebay atau sok-sokan enak padahal biasa saja. Abdel Achrian seakan membawa semua penikmat konten makan-makan ke fitrah manusia. Bahwa makan ya makan saja, tidak perlu ini itu. Kalau enak ya bilang enak (“mampus”, kalau kata Cing Abdel), kalau tidak ya tinggal dihabiskan saja, tidak perlu sok-sokan bilang enak atau sok-sokan menikmati makanannya. Tanpa perlu ekspresi berlebihan, mi ayam seharga dua belas ribu di tangan Cing Abdel bisa terasa enak dan membuat ngiler.

Maka dari itu, saya agak kurang setuju ketika kemarin Mas Puthut EA bilang di akun twitternya bahwa Cing Abdel harus dinobatkan jadi duta mi ayam. Tidak, Cing Abdel bukan sekadar duta mi ayam, tetapi jadi Duta Makan Indonesia. Alasannya juga sudah terpapar jelas di atas, dan sudah jelas tidak ada lawan, lah. Jadi, untuk siapa pun yang berwenang menobatkan, tolong lah, Cing Abdel Achrian segera dinobatkan jadi Duta Makan Indonesia.

Baca Juga:

Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Sumber gambar: YouTube Abdel Achrian

BACA JUGA The Next Didi Kempot Adalah Acara yang Punya Beban Berat bagi yang Terlibat dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2022 oleh

Tags: food vloggerKuliner
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Bakso Pecel dan Soto Pecel Menandakan Kuliner Banyuwangi Bergizi Seimbang

17 Februari 2021
4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

17 November 2024
Di Madura, Lebih Mudah Menemukan Jalan Rusak Ketimbang Penjual Sate Madura terminal mojok.co

Di Madura, Lebih Mudah Menemukan Jalan Rusak ketimbang Penjual Sate Madura

15 Desember 2020
3 Kuliner Blora yang Eksotis, tapi Jarang Diburu Wisatawan (Unsplash)

3 Kuliner Blora yang Eksotis, tapi Malah Jarang Masuk Daftar Kuliner Buruan Wisatawan

27 Juni 2025
kecap

Kecap Manis yang Terdiskriminasi

2 Agustus 2019
dianxi xiaoge mojok.co

Melarikan Diri dari Arab yang Gersang dengan Dianxi Xiaoge

17 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.