Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Nagih Utang for Dummies yang Aman dari Ancaman UU ITE 

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
18 Juli 2020
A A
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Share on FacebookShare on Twitter

Saya senang tinggal di negara ini. Jika dahulu dikenal sebagai tongkat dan batu jadi tanaman, kini hal apa pun bisa jadi guyonan. Wung puyuh yang sudah mati guyonannya di Malaysia, seakan dihidupkan kembali oleh negara ini. Orang ngutip quotes guyonan ala Gus Dur contoh lainnya. Terbaru, ada orang yang nagih utang, eh malah dipenjara.

Sebagai orang nggak tegaan yang sering diutangi, saya jadi mawas. Jangan-jangan, jika nanti saya minta uang pinjaman dikembalikan, bukannya dapat uang yang seharusnya jadi hak saya, malah bisa-bisa saya dipenjara. Bukan apa-apa, hyung, nggak elit aja jika semisalnya napi lain masuk penjara lantaran kasus high, lha ada orang jawab dipenjara karena nagih utang.

Sebagai catatan yang nggak penting-penting amat, saya bukan bank plecit lho ya. Saya meminjamkan uang ikhlas untuk dikembalikan sesuai nominal. Walau yang minjam ini bangsat juga. Bukannya untuk nambal keperluan bulanan buat makan di burjonan, uang pinjaman itu malah untuk yang-yangan nongton Dilan. Sering terjadi, saya yakin bukan hanya saya yang mengalami.

Sebagai veteran target teman pinjam uang, adanya fenomena nagih utang dipenjara bikin ngeri juga. Maka dari itu, saya punya formula defensif untuk menolak dan ofensif kala menagih. Dua kiat ini adalah cara bodoh untuk pintar. Mbodoni lawan yang kadang lebih galak padahal kita yang menagih nggak salah.

Formula defensif

Formula ini dipakai semisal menghadapi lawan yang klemet-klemet kakehan alasan nggak mau bayar. Salah kaprah jika kamu melancarkan aksi maksa dan jalan kekerasan untuk target yang seperti ini. Dan kesalahan ini yang digunakan si penagih bisa diganjar UU ITE lantaran menagih utang melalui Instastory.

Selagi peraturan ini masih karet, melar ke sana melar ke sini dan belum tegang, menagih lewat sosial media adalah kesalahan. Bisa pencemaran nama baik, menuduh tanpa bukti, mengganggu privasi orang lain dan mengancam pihak tertentu. Untuk melawan orang seperti ini, jalan paling aman, pakai formula saya.

Cara defensif pertama, pakai sosial media. Tunggu dulu, kita nggak menyerang secara langsung, tapi kita serang idealisme dan pola pikirnya. Caranya bagaimana? Cari akun dakwah, ketika ada yang membahas bahaya mempunyai utang, langsung retweet sebanyak-banyaknya. Si target ketika berjelajah di lini masa, pasti membaca dan mendapatkan sepercik hidayah. Atau kemungkinan terburuknya akun kamu dimute atau diblokir.

Cara defensif kedua, pura-pura mau mati. Di sosial mediamu, tweet saja kata-kata bijak dan memikat hati tapi bikin medeni. Dan ingat satu hal, harus diakhiri dengan “kalau aku punya salah….” wah, itu pasti menyerang psikis si target. Ia akan mbatin, “aduh, kalau dia mati dan aku masih berutang, ntar dia gentayangan gimana dong?”.

Baca Juga:

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

Cara defensif ketiga, masih berhubungan dengan sosmed tapi agar terhindar dari pasal karet, cerita kesedihan keuangan keluarga. Wah, ini jitu, saya pernah. Suatu saat saya nge-tweet begini, “ealah akhir bulan, bingung milih sarden atau intel” ndilalah, beberapa saat kemudian, target langsung chat mau bayar utang. Cara ini makin mbois jika kamu membubuhi foto sedang makan di kaki lima atau angkringan.

Formula ofensif

Singkatnya, cara ini dilakukan dengan sedikit maksa tapi tidak pakai kekerasan. Cara ini penuh risiko walau kemungkinan berhasil lebih besar ketimbang formula pertama. Risikonya persahabatan kamu dipertaruhkan. Tinggal pilih mana, uang atau sahabat? Jangan tanya Patrick karena kasusnya beda. Patrick tidak pernah diutangi oleh Spongebob jadi bisa mengeluarkan statemen quotable.

Cara ofensif pertama, chat langsung. Chat bukan hanya sekadar chat, tapi tambahi keterangan kenapa kamu butuh uangmu segera dikembalikan. Cara ini kadang bikin saya heran, si target yang minjem uang, kok ya kita yang ribet. Pakai segala menambahkan keterangan uangnya buat apa. Padahal yo uang-uang kita, mau beli intisari juga suka-suka.

Cara ofensif kedua, semisal sosmed dan komunikasi sudah diputus atau diblokir seperti kasus penagih terancam dipenjara itu, datangi rumahnya. Jika nggak tahu rumahnya, datangi sanak familinya. Jika nggak tahu juga, cari jejak digitalnya dengan fake akun. Jika dirasa malas, ikhlaskan saja. Ya, kit sama-sama tahu bahwa mengikhlaskan rupiah di masa seperti ini berat juga.

Cara ofensif yang pamungkas dan termutakhir, usaha kamu tinggal satu, ikutan acara Rumah Uya yang wagu itu. Lumayan, ada tukang hipnotis dan penceramah. Selain dibawa ke alam bawah sadar dan didoakan, si target bisa dipisuhi satu Indonesia Raya.

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Sandy Cheeks, Tupai Jenius di Bikini Bottom dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2020 oleh

Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Kopi Klotok Jogja Punya 3 Menu Penghilang Selera (Unsplash)

3 Menu Kopi Klotok Jogja yang Sebaiknya Dihindari Biar Selera Makan Tidak Hilang

23 Maret 2024
Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya terminal mojok.co

Perhatian Member JKT48 Itu Semu, Fans yang Telanjur Baper Mbok Sadar

1 Oktober 2020
3 Rekomendasi Webcam di Bawah Sejutaan

3 Rekomendasi Webcam di Bawah Sejutaan

22 Januari 2022
Terima Kasih, Pak Jokowi, 10 Tahun Kepemimpinan Anda Penuh dengan Pelajaran yang Begitu Berharga, Beneran

Terima Kasih, Pak Jokowi, 10 Tahun Kepemimpinan Anda Penuh dengan Pelajaran yang Begitu Berharga, Beneran

16 Oktober 2024
pistol dan kekuasaan mojok

Pistol dan Orang Berotak Kecil yang Ingin Berkuasa

3 April 2021
royalti lagu moshpit rock pop punk mojok

13 Rekomendasi Lagu Pop Punk Akustik untuk Menangis

11 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.