Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Tanpa Les, Tanpa Bimbel: Cerita Mahasiswa yang Selalu Dapet Skor TOEFL 500-an Berbekal Nonton Film dan Main Video Game

Muhammad Asgar Muzakki oleh Muhammad Asgar Muzakki
26 Oktober 2025
A A
Cara Mahasiswa dapat TOEFL 500-an Tanpa Les atau Bimbel (Unsplash)

Cara Mahasiswa dapat TOEFL 500-an Tanpa Les atau Bimbel (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebiasaan nonton dan main game itu berhasil membuat dia melampaui threshold TOEFL. Bahkan lebih dari 500-an. Semuanya tanpa les atau bimbel.

Bisa karena biasa. Ungkapan ini kayaknya relevan banget kalau lagi ngomongin skill bahasa. Semata karena bahasa itu memang sesuatu yang mesti dibiasakan. 

Sangat mungkin kemampuan berbahasa itu bakal memudar secara perlahan. Misalnya, ada orang yang pernah ikut kursus Inggris premium. Dia belajar dengan guru native speaker bahkan sempat nyantri di Kampung Inggris setahun. Namun, setelah itu semua, kemampuan berbahasa Inggris tidak pernah dia pakai.

Mungkin, itu semua yang menjadi alasan sertifikat TOEFL cuma berlaku dua tahun. Soalnya, tahun kemarin kamu mungkin jago dan dapat skor tinggi, tapi tahun berikutnya belum tentu.

TOEFL dan fakta bahwa Bahasa Inggris ada di mana-mana

Hari ini, skill Bahasa Inggris dipakai di mana-mana. Daftar beasiswa atau S2, diminta skor TOEFL. Mau cari kerja sama saja. Bahkan, nggak ada ruginya menguasai Bahasa Inggris meski nggak dipakai untuk urusan akademik atau pekerjaan. Karena, ya, sesederhana itu: penting banget.

Kebetulan, ada beberapa kawan saya yang membuktikan hal itu. Ada yang buka jasa install ulang dan servis laptop cuma bermodal nonton semua channel YouTube tentang servis Windows. Mulai dari LTT, Nexus PC, sampai mas-mas India yang ngomong cepat tanpa caption. 

Padahal, dia kuliah jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Ada juga yang buka jasa desain video profesional. Kliennya dari luar negeri, padahal dia nggak pernah ikut kursus editing atau pelatihan internasional.

Nah, yang paling menarik, ada satu kawan yang cerita bahwa kemahirannya dalam Bahasa Inggris bukan datang dari les, bukan dari bimbel. Seumur-umur, dia cuma melatih Bahasa Inggris waktu di pesantren. Itu saja karena terpaksa. Soalnya kalau nggak, bakal kena penalti dari pengurus asrama. 

Baca Juga:

Apa Urgensi Belajar Bahasa Portugis? Ketemu Bahasa Inggris Aja Masih Nangis!

Dosen Munafik Maksa Mahasiswa Baca Jurnal Biar Skripsi Makin Canggih, tapi Dia Sendiri Nggak Pernah Baca Jurnal Lagi Sejak Lulus S2

Standar Bahasa Inggris paksaan tuh kira-kira begini: “Yesterday go where, bro?” atau “Yesterday I go same-same with my friend watching futsal, dong.” Mau tes TOEFL? Aduh.

Belajar dari subtitle dan stick PS

Begitu keluar pesantren, kebiasaan berbahasanya terbentuk dari hal-hal yang jauh lebih santai. Mulai nonton film, serial, sampai anime. Semuanya dengan subtitle Bahasa Inggris. 

Dari situlah kemampuan bahasanya terus terasah. Dulu, waktu masih jaman PS1, dia juga main video games yang berat di cerita. Contohnya ada Resident Evil, Dino Crisis, Toomba, sampai Final Fantasy. Dia main sambil ditemani Kamus Inggris-Indonesia John M. Echols. 

Jadi, kalau ada teka-teki yang butuh dipahami dari dialog box, dia buka kamus dulu. Lama-lama, tanpa sadar, otaknya terbiasa menebak arti kata lewat konteks.

Lucunya, dia sendiri ngaku kalau disuruh menjelaskan soal past continuous tense, irregular verbs, atau kaidah gramatikal lain dia nggak bisa. Bahasa Inggrisnya pasif, cuma untuk memahami, bukan berbicara. 

Tapi itu sudah cukup buat mengantarkan dia ke banyak pintu. Mulai dari dapat beasiswa, lanjut kuliah pascasarjana, dan lulus dengan skor TOEFL yang bikin banyak orang heran. 

Skornya variatif. Pernah 530, 577, dan yang tertinggi 595. Padahal rata-rata syarat TOEFL buat beasiswa atau kerja biasanya mentok di 500. Artinya, kebiasaan nonton dan main game itu berhasil membuat dia melampaui threshold.

Film dan game yang seperti apa biar TOEFL kamu bagus?

Dia nggak punya catatan khusus soal genre film yang ditonton demi skill Bahasa Inggris dan skor TOEFL bagus. Yang penting, subtitlenya selalu Bahasa Inggris. Mau action, thriller, horror, atau “semi-edukasi” (istilahnya dia sendiri), semuanya pakai subtitle Bahasa Inggris. 

Sayangnya, kemewahan semacam itu mulai terancam. Soalnya platform streaming zaman sekarang seperti Netflix atau Prime Video hampir semuanya menyediakan opsi subtitle Bahasa Indonesia, bahkan audio dubbing juga. 

Jadi, percakapan orang Barat yang harusnya ekspresif dan sarcastic, malah ditimpa suara orang Indonesia yang terlalu ramah. Pisuhan seperti “F you!” diterjemahkan jadi “Persetan kamu!”

Adapun soal video game, dia punya catatan penting. Game yang paling banyak mengasah bahasanya justru yang single-player dan story-oriented. Karena genre game itu biasanya menuntut pemain buat benar-benar ngerti cerita dan petunjuk dalam Bahasa Inggris. Dari sana, kemampuan terpupuk dan skor TOEFL jadi bagus.

Sebaliknya, game online multiplayer yang populer sekarang seperti Free Fire dan Mobile Legend, menurutnya justru nggak terlalu melatih bahasa. Selain semua menunya sudah diterjemahkan, para pemainnya juga lebih sering misuh pakai bahasa daerah ketimbang ngomong pakai Bahasa Inggris, terutama jika habis lose-streak.

Akhirnya, dia membuktikan satu hal sederhana. Bahasa itu bukan soal bakat, tapi kebiasaan. 

Kalau tiap hari kamu nonton, baca, dan main pakai Bahasa Inggris, kemampuanmu akan terbentuk otomatis. Dan tanpa sadar, kamu jadi salah satu dari sedikit orang yang bisa flexing punya skor TOEFL yang murni, di tengah orang-orang yang nembak sertifikat itu.

Penulis: Muhammad Asgar Muzakki

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Siasat Menaklukan TOEFL: Tidak Hanya Jago Bahasa Inggris, Strategi Tes Juga Diperlukan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2025 oleh

Tags: Bahasa Inggrisgame ps 1kampung inggrisskor toefltes toefltoefl
Muhammad Asgar Muzakki

Muhammad Asgar Muzakki

Mahasiswa 'season akhir' di SPs UIN Jakarta menyukai hobi mengoleksi model kit, figure, dan blind box

ArtikelTerkait

Sebelum Nyinyirin Orang Indonesia yang Ngomong Pakai Bahasa Inggris, Baca ini Dulu Aja!

Sebelum Nyinyirin Orang Indonesia yang Ngomong Pakai Bahasa Inggris, Baca ini Dulu Aja!

30 Oktober 2019
10 Lagu Bahasa Inggris dengan Lirik yang Mudah Dihafal dan Dinyanyikan Terminal Mojok

10 Lagu Bahasa Inggris dengan Lirik yang Mudah Dihafal dan Dinyanyikan

2 Januari 2022
3 Dosa Tempat Kursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare Kediri yang Bikin Kecewa

Nggak Semua Orang Pare Ngerti Bahasa Inggris, Bro! Kau Pikir Semua Orang Pare Hidup di Kampung Inggris?!

5 September 2023
grammar yang baik code switching skor toefl 550 aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

Code Switching Itu Sah-sah Saja, Nggak Perlu Lebay Protesnya

2 Maret 2021
Meme ‘Nggak Bisa Basa Enggres’ dan Latahnya Kita dalam Belajar Bahasa Inggris terminal mojok.co

Belajar Bahasa Inggris Jangan Dibuat Runyam

2 Maret 2021
3 Kesalahan Umum Penulisan Bahasa Inggris yang Terjadi di Sekitar Kita

3 Kesalahan Umum Penulisan Bahasa Inggris yang Terjadi di Sekitar Kita

15 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.