Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Naik Bus Sampri Rute Humbahas-Tapanuli: Rasanya Seperti Naik Sumber Selamat, tapi Lebih Ugal-ugalan

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
22 September 2025
A A
Pengalaman Naik Bus Sampri Rute Humbahas-Tapanuli: Rasanya Seperti Naik Sumber Selamat, tapi Lebih Ugal-ugalan

Pengalaman Naik Bus Sampri Rute Humbahas-Tapanuli: Rasanya Seperti Naik Sumber Selamat, tapi Lebih Ugal-ugalan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengalaman pertama naik bus Sampri dari Humbahas ke Tapanuli mengingatkan saya pada Sumber Selamat di Jawa.

“Seugal-ugalannya sopir bus di Jawa, nggak ada yang bisa mengalahkan kelihaian sopir Medan dengan gaya mengemudinya yang mengocok perut sepanjang jalan,” begitulah kata teman saya saat menemani perjalanan saya menuju Tapanuli dari Humbahas.

Sumatera Utara memang punya banyak cerita. Nggak hanya mengenai sambal andaliman dan keindahan Danau Toba, tapi juga soal transportasi umumnya yang bikin pelancong seperti saya geleng kepala.

Pengalaman pertama saya naik transportasi umum di Sumatera Utara bukan bus Trans-Sumatera yang gagah berani itu, melainkan bus lokal yang setia melayani rute antarkabupaten. Bus yang saya naiki adalah PO Samosir Pribumi Transport atau yang populer dikenal dengan nama bus Sampri rute Humbang Hasundutan (Humbahas)-Tapanuli. Bagi saya, bus ini adalah legenda yang tak kalah seru dari Sumber Selamat di tanah Jawa.

Kalau kita bandingkan, antara bus Sampri dan Sumber Selamat punya karakter serupa. Sama-sama armada tua, berisik, dan penuh drama. Tetapi saat menjajal naik bus Sampri, dramanya dikemas dengan nuansa lokal yang khas. Sebagai orang Jawa Timur, saya mengakui bus-bus di Jawa nggak ada yang selihai bus-bus di Sumatera Utara, terutama lihai bikin jantungan.

Fisik menipu, kecil-kecil cabai rawit

“Lho, katanya bus, kok kecil?” tanya saya keheranan saat bus Sampri menepi dan menjemput saya serta teman.

Dalam bayangan saya, bus Sampri adalah bus besar double decker. Atau minimal mobil elf dengan kapasitas 15-an penumpang, deh. Tapi siapa sangka yang muncul di hadapan saya justru nggak jauh beda sama angkor yang sering bikin macet di ibu kota.

Diam-diam saya berpikir negatif duluan. “Memangnya bisa ngebut? Apa nggak kelamaan nanti jalannya?”

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

Bus Sampri adalah bus yang apa adanya. Tampil dengan cat kusam yang sudah mengelupas, jendela-jendela yang tak bisa ditutup rapat, kursi-kursi yang pegasnya sudah hilang entah ke mana. Satu hal lagi, nggak ada AC dalam bus ini, jadi jendela harus dibuka sepanjang perjalanan.

Akan tetapi hal yang paling bikin saya geleng-geleng adalah melajunya cepat sekali. Bus ini membelah hutan sepanjang pinggiran Danau Toba. Jalan yang berkelok-kelok itu dihajar habis tanpa ampun. Perut saya rasanya seperti dikocok sepanjang jalan, tapi untungnya nggak sampai mabuk perjalanan.

Ternyata saya salah menilai. Bus Sampri ini kecil-kecil cabai rawit rupanya. Rasanya Sumber Selamat nggak ada apa-apanya.

Gaya mengemudi sopir yang khas

Ini yang paling menegangkan. Di tanah Jawa, bus Sumber Selamat dikenal ngebut dan kadang membuat penumpang jantungan. Sementara di Sumatera, bus Sampri punya gaya yang berbeda. Sopir bus punya gaya mengemudi yang khas, yaitu rem mendadak, membunyikan klakson nyaring, dan menyalip tanpa kenal ampun. Yah, lebih ugal-ugalan.

Naik bus Sampri dari Humbahas ke Tapanuli seperti naik roller coaster tanpa sabuk pengaman. Kita nggak tahu kapan akan berhenti, kapan akan ngebut, dan kapan akan bablas melaju di jalan berlubang. Tetapi yang pasti, setiap tikungan adalah petualangan.

Meski bikin geleng-geleng kepala, saya bisa melihat kehangatan dalam bus ini. Penumpang yang saling berbagi cerita dan sopir bus yang ramah dengan logat Batak Toba yang bisa diajak ngobrol santai, membuat perjalanan saya menjadi lebih hidup.

Bus Sampri bukan sekadar alat transportasi

Pada akhirnya, bus Sampri Humbahas-Tapanuli bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah monumen hidup yang menceritakan betapa tangguhnya masyarakat Sumatera Utara. Ia adalah sumber tawa, sumber cerita, dan tentu saja, “Sumber Selamat” versi lokal yang unik dan bikin geleng-geleng kepala.

Bagi saya kesejukan alam Sumatera Utara memang sesekali perlu dinikmati dengan gaya sopir Sampri yang berani dan menantang adrenalin. Meski bikin pusing kepala, saya cukup menikmati perjalanan dengan bus tersebut. Mungkin saya akan menjajal naik kembali nanti kalau ke Sumut.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kenangan Masa Kecil dengan Bus Sumber Kencono, Bus Berbahaya tapi Malah Pernah Menyelamatkan Hidup Saya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 September 2025 oleh

Tags: Busbus AKAPbus sampribus sumber selamatsumatera utara
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

3 Dosa Besar Sopir Bus Antarkota

3 Dosa Besar Sopir Bus Antarkota

14 Juni 2023
12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

Culture Shock Berkendara di Tegal: Nyala Lampu APILL yang Agak Laen dan Bau Teh di Mana-mana

23 Agustus 2023
Dosa Sopir Bus Mira dan Sugeng Rahayu yang Bikin Pengendara Lain Jengkel

Dosa Sopir Bus Mira dan Sugeng Rahayu yang Bikin Pengendara Lain Jengkel

8 Agustus 2023
Tips Aman Naik Bus Rosalia Indah supaya Terhindar dari Maling Mojok.co

Tips Aman Naik Bus Rosalia Indah supaya Terhindar dari Maling 

13 April 2025
mahasiswa pertanian vietnam bus sleeper mojok

Naik Bus Sleeper Vietnam yang Lebih Ngeri dari Sumber Kencono

27 November 2020
Membandingkan Perjalanan Solo-Jogja, Mending Naik Bus Suharno Atau KRL?

Membandingkan Perjalanan Solo-Jogja, Mending Naik Bus Suharno Atau KRL?

3 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.