Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Blokir Situs Raid Forums Adalah Bukti Nyata Penerapan Konsep Pemberdayaan Bottom-Up oleh Kominfo

Fitri Widowati oleh Fitri Widowati
25 Mei 2021
A A
Membaca Kanal Hoaks di Web Kominfo Itu Hiburan, Lho! terminal mojok.co

Membaca Kanal Hoaks di Web Kominfo Itu Hiburan, Lho! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari adalah peribahasa yang pas untuk menggambarkan hubungan timbal-balik antara Kominfo dan netizen Indonesia. Terlebih ketika kita melihat cara Kominfo menyikapi perihal kebocoran data terbaru, yaitu dengan memblokir RaidForums.

Kamu salah kalau berpikir bahwa Kominfo adalah gurunya, dan netizen Indonesia adalah muridnya. Cara berpikirmu terbalik, saru, ngawur. Ini yang bikin Indonesia itu unik dan berbeda dari negara-negara lainnya. Pemerintah itu nggak memberi contoh kepada rakyat, tapi rakyat yang memberi contoh ke pemerintah. Sungguh hubungan yang baik, bukan?

Lho iya dong, karena kalau dalam konsep pemberdayaan masyarakat, ini adalah hubungan dan proses yang diidam-idamkan. Kok begitu? Lha betul, soalnya hubungan Kominfo dan netizen Indonesia ini menunjukkan penerapan konsep pemberdayaan masyarakat yaitu bottom-up, konsep yang selalu digadang-gadang sebagai proses pemberdayaan yang ideal. Artinya, dalam mengambil tindakan, Kominfo mengamati dan mendengarkan aspirasi masyarakat, prosesnya dari bawah ke atas; rakyat ke pemerintah.

Justru yang keren adalah, cara Kominfo menampung dan menerapkan aspirasi masyarakat tidak perlu dilakukan dengan bertanya dan/atau membaca kritik-saran dari netizen. Nggak perlu, cuy. Ngapain? Baca cuitan netizen Indonesia yang seabrek dan sangat aktif di media sosial itu kan perlu memakan waktu yang sangat lama, dan melelahkan. Mending admin Kominfo, staf, dan jajaran direksi baca menfess cerita-cerita unik netizen Indonesia dan gosip artis di lambe turah, atau nontonin serial Atta-Aurel yang baru kehilangan calon jabang bayi mereka, ye kan. Lebih seru, inspiratif, menyegarkan, dan menggugah selera. Lagipula, nanti kalau harus menunggu Kominfo membaca dan menganalisis kritik-saran yang ditulis langsung oleh netizen, akan membuat mereka terlalu lama untuk mengambil tindakan atas jebolnya data penduduk Indonesia yang ke-22233566xXx sekian kalinya, lantas netizen Indonesia keburu ngamuk-ngamuk lagi, ngamok-ngamok teros.

Maka dari itu, yang dilakukan Kominfo untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengamati dan menerapkan pola yang sudah terjadi dan berlangsung selama berabad-abad lamanya di khalayak netizen dan jagad media sosial; yaitu konsep blokir-memblokir. Peh, jan mashok tenan wes pokok, keren. Konsep yang cerdas, efektif, dan efisien.

Cerdas, karena Kominfo berhasil menemukan konsep blokir-memblokir yang sudah mendarah daging di dunia permediasosialan, tanpa harus melakukan survei dan wawancara.

Efektif, memblokir situs RaidForums adalah tindakan efektif untuk menghentikan pengunduhan data penduduk Indonesia oleh orang-orang yang berada di pelosok dan nggak punya akses internet atau oleh orang-orang yang nggak punya media sosial, nggak punya tv, dan nggak baca berita. Akses internet aja nggak ada, gimana mau masuk ke websitenya? Baca berita aja enggak, gimana mau tahu kalau ada kejadian data penduduk Indonesia bocor? Ya, kan? Sungguh sangat efektif.

Mengenai warga luar Indonesia yang masih bisa mengunduh? Gampang lah, anggap aja Indonesia itu satu-satunya negara yang ada di bumi ini, sehingga nggak mungkin ada warga negara atau perusahaan luar negeri yang mau mengunduh data penduduk Indonesia. Lha tapi kan warga Indonesia masih bisa pakai VPN kalau mau mengunduh? Lah, lha wong kita kan sedang menganggap bahwa Indonesia itu negara satu-satunya, dan nggak ada negara lain, berarti nggak akan ada dan nggak perlu juga yang namanya VPN.

Baca Juga:

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Kaum Mendang-Mending

Kartu Indosat Pascabayar Sebenarnya Tidak Spesial, tapi Saya Loyal Menggunakannya Selama 7 tahun 

Pokoknya, sugestikan saja begitu, maka kebijakan blokir-memblokir Kominfo ini akan terlihat efektif. Semua hal di dunia ini kan hanya soal perspektif.

Efisien, oh jelas, efisien ini sudah tidak bisa terbantahkan lagi. Memblokir situs adalah tindakan paling efisien, tidak butuh dana tambahan sama sekali selain gaji staff bagian IT dan memakan waktu sangat sebentar, paling hanya butuh hitungan menit untuk memblokir suatu situs. Benar-benar efisien.

Kalau kalian masih nggak setuju dengan tindakan andalan Kominfo; blokir-memblokir. Kalian juga layaknya sadar diri. Bahwa klean semua juga ikut bertanggung jawab dengan tindakan andalan Kominfo ini. Kita harus ingat bahwa rakyat itu guru, Kominfo itu muridnya. Karena salah satu syarat utama untuk menjadi guru adalah tidak hilang akal. Selain itu, murid itu melihat dan meniru, bukan mendengarkan. Kemudian jangan heran kalau Kominfo tidak mendengarkan kritik dan saran netizen, tapi meniru kegiatan netizen di media sosial.

Makanya kita semua harus memberikan contoh yang baik dan benar untuk Kominfo. Misalnya, jangan sering-sering bikin thread di Twitter soal sisi positif kegiatan memblokir demi kesehatan mental, kalau kamu lagi berantem dengan teman, gebetan, atau pacarmu, lalu diblokir atau memblokir, jangan diunggah ke status WA dan diviralkan lewat menfess. Kalau admin, jajaran direksi, dan staf Kominfo melihat, mereka bisa meniru. Sesekali coba bikin thread di Twitter soal sisi negatif blokir-memblokir. Bahwa blokir-memblokir tidaklah menyelesaikan masalah, hanya menghindari masalah. Bijaklah dalam bermedia sosial, kalau salah-salah nanti ditiru oleh Kominfo.

Jangan salahkan Kominfo melulu, mereka kan nggak cuman ngurusin kebocoran data penduduk Indonesia. Bayangkan, mereka masih punya 1001 daftar situs yang perlu diselidiki untuk kemudian nanti diblokir, lagi. Sungguh kegiatan yang melelahkan. Lagian, data penduduk Indonesia kan nggak penting-penting amat.

Bismillah, Staf Ahli Kominfo.

BACA JUGA Membaca Kanal Hoaks di Web Kominfo Itu Hiburan, Lho!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: Internetkebocoran datakominfoPojok Tubir Terminalraidforums
Fitri Widowati

Fitri Widowati

Bukan mahasiswa lagi.

ArtikelTerkait

Berhenti Bandingkan Ponsel Advan dengan Ponsel Bikinan Luar Negeri Lainnya! terminal mojok.co

Berhenti Bandingkan Ponsel Advan dengan Ponsel Bikinan Luar Negeri Lainnya!

28 Mei 2021
Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya terminal mojok.co

Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya

19 Juli 2021

Kamu yang Nggak Setuju Milenial Harus Punya Rumah di Usia 40 Tahun Pasti Berwawasan Cetek

19 Juni 2021
Pak Menkominfo, Memangnya Kenapa kalau Sinyal 5G buat Nonton YouTube doang? Terserahlah Mau buat Apa, Bebas!

Pak Menteri, Memangnya Kenapa kalau Sinyal 5G buat Nonton YouTube doang? Terserahlah Mau buat Apa, Bebas!

16 November 2023
Logika Mendag Lutfi_ Mampu Bayar PCR atau Antigen Boleh Masuk Mal, yang Nggak Mampu Silakan ke Pasar Tradisional terminal mojok

Logika Mendag Lutfi: Mampu Bayar PCR atau Antigen Boleh Masuk Mal, yang Nggak Silakan ke Pasar Tradisional

11 Agustus 2021
Dear Ustaz Yusuf Mansur, Nggak Usah Pilih-pilih Darah kalau Lagi Darurat Kayak Gini Atuh! terminal mojok

Dear Ustaz Yusuf Mansur, Nggak Usah Pilih-pilih Darah kalau Lagi Darurat Kayak Gini Atuh!

24 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.