Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Bisnis Angkringan: Modalnya Nggak Seberapa, Untungnya Bisa buat Nyicil Rumah

Grantino Gangga Ananda Lukmana oleh Grantino Gangga Ananda Lukmana
25 Januari 2021
A A
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Persoalan gaji UMP dan UMK Yogyakarta yang terus dibahas di sosial media membuat saya tersenyum menyeringai kecil. Para netizen yang tidak terima dengan keputusan Pemerintah soal pendapatan dan hak masyarakat ini masih saja berlanjut. Bahkan seorang Prabu, manusia yang sudah saya anggap sebagai kakak ini terus mengkritik pemerintahan Gubernur DIY. Tapi, untuk saat ini, saya nggak akan membahas soal pendapatan masyarakat Yogyakarta.

“Awas kalau sampai nyenggol UMK dan bahan cangkemanku.” Begitulah pesan Prabu kepada saya. Dan daripada saya mengalami putus silaturahmi, lebih baik saya mengalah saja. Maklum, yang muda ngalah.

Soal pendapatan yang rendah dan kesejahteraan karyawan, ditambah PSBB yang sangat asu sekali ini, Alhamdulillah saya masih bisa sedikit menyisihkan sedikit uang untuk menabung. Loh, kok bisa, Ngget?

Satu, kantor tempat saya bekerja cukup dekat. Bahkan saya kerap jalan kaki saat berangkat dan pulang kerja. Bukan karena saya pelit, namun untuk menekan pengeluaran bensin dan terlihat keren. Kedua, saya mempunyai bisnis sampingan yang keuntungannya bisa saya tabung. Yap, bisnis angkringan.

Apa nggak capek? Ya jelas capek. Saya nggak munafik, tapi memang dalam hal berbisnis dan mengejar apa yang menjadi pilihan itu harus dipaksa. Fisik yang ditempa untuk selalu mendorong gerobak angkringan di sore hari setelah pulang bekerja, menyalakan api di tungku atau yang biasa disebut dengan daden, memasak air, dan menggelar tikar untuk para pelanggan. Capek memang, tapi menurut saya itu sebanding dengan penghasilan.

Di sisi lain, banyak yang mempunyai pandangan berbeda soal bisnis angkringan. Dimulai dari pendapatan yang nggak konsisten, motor cicilan, dan nggak mampu bayar sewa, hingga memilih lahan saudara untuk digunakan sebagai tempat mendirikan bisnis yang sebenarnya membawa banyak potensi rejeki ini. Bahkan pihak keluarga seperti simbah dan om saya tidak menyetujui untuk mendirikan angkringan. Alasannya pun bisa dibilang sepele. Hanya karena saya membatalkan peluang untuk masuk PNS demi menjaga bisnis angkringan. Tapi di kemudian hari, Alhamdulillah pihak keluarga banyak yang datang untuk sekadar membeli lauk dan nasi di angkringan saya. Setidaknya saya merasa didukung.

Mengesampingkan pandangan lain dari rekan-rekan dan sahabat karib yang menertawakan tentang bisnis angkringan, serta perkataan “sudah enak-enak dapat kerjaan tetap kok malah buka angkringan?” Membuat saya semakin termotivasi untuk tetap berlabuh dalam bisnis ini.

Loh, justru pendapatan dari bisnis angkringan itu malah lebih besar ketimbang sama pegawai lain. Sekarang begini ya, teman-teman. Jujur saja, dalam sehari, pendapatan bersih sebagai bakul angkringan itu nggak kurang dari Rp75.000. Bahkan jika diberikan berkah rezeki oleh Yang Maha Kuasa, saya bisa mengantongi Rp137.000 per hari. Jadi tidak perlu menggunakan aplikasi trading atau judi online untuk menambah penghasilan. Lha wong cuma modal bakat bikin es teh saja sudah cukup untuk makan, belanja, dan membiayai listrik rumah yang masih numpang orang tua kok.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan

Bayangin, bisnis tinggal duduk-duduk, rasan-rasan, sambil ngaduk gula aja bisa bikin kaya. Halal lagi, enak to, mantep to?

Rasanya nggak lengkap kalau ngomongin untung tanpa ngomongin modal. Nih saya kasih tau. Modal saya untuk memulai bisnis angkringan itu sebesar Rp1.676.000. Uang itu untuk belanja barang dan bikin gerobak. Biaya lain yang saya keluarkan adalah sewa lahan dan bayar air sebesar Rp145.000. Laba minggu pertama adalah delapan ratus ribu lebih. Laba minimal, sekali lagi, minimal, itu delapan ratus ribu pas ra nggo susuk. Ini angka minimal, di masa yang lagi nggak menentu, bayangin kalau masa normal, velg Honda Jazz bisa saya beli secara cash.

Kalau konsisten, sebulan saya bisa dapet penghasilan jauh lebih besar dibanding UMP Yogyakarta. Berarti ada dua kemungkinan di sini, yaitu bisnis ini memang menghasilkan atau memang UMP-nya saja yang terlalu rendah.

Cerita lain dari teman saya yang orang tuanya berprofesi sebagai bakul angkringan. Hasil dari blio bisnis ini bikin blio mampu menyekolahkan ketiga anaknya menuju pendidikan yang tinggi. Serius, pendapatan angkringan itu nggak kecil. Dengan catatan jika telaten dan terus fokus untuk maju dan menambahkan apa yang menjadi kekurangan.

Dan saya sangat beruntung memiliki banyak teman-teman yang baik, suka nongkrong, dan mempunyai pemikiran kritis. Bisnis kayak gini memang membutuhkan relasi yang baik. Makanya jangan twitwar mulu kalian, siapa tau ngaruh ke bisnis.

Selain angkringan sebagai ladang bisnis, beberapa kali saya selalu bilang bahwa angkringan adalah ladang opini. Dimulai dari kaum bermobil, bermotor, hingga pejalan kaki, semuanya dapat beropini dan sekadar melepas penat di angkringan. Bahkan bapak-bapak PNS dan kawan-kawannya juga sering untuk sekadar berbagi cerita tentang penatnya mengurus negara.

Suatu saat nanti, angkringan akan tercatat sebagai tempat memulai pergerakan, sama halnya dengan kafe dan kedai kopi. Mengubah negara lewat sate usus itu mungkin, Bung!

Namun, untuk saat ini, aturan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau yang sering disingkat PPKM ini, mengubah segalanya tentang angkringan. Masa PSBB saja belum rampung, malah ditambah dengan PPKM. Jadi untuk sementara, saya menutup bisnis ini untuk waktu yang ditentukan oleh “mereka” agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kembali. Iya, gerobak saya pernah diangkut oleh bapak-bapak Satpol PP.

Setelah membaca ini, saya sarankan jangan ragu untuk memulai bisnis angkringan. Nggak usah mikir gengsi, soale gengsi nggak bisa dipakai bayar listrik. Apalagi Jogja harga tanahnya menggila, bisnis sampingan macam ini bisa membuat kalian dapat banyak duit untuk beli tanah di… Klaten. Yak, nggak usah berharap muluk-muluk. Mending ngimpi punya peliharaan naga daripada beli rumah di Jogja.

BACA JUGA Kemampuan Terpendam Bakul Angkringan Adalah Jadi Pendengar yang Baik bagi Pelanggan dan tulisan Grantino Gangga Ananda Lukmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: angkringanBisnismodal
Grantino Gangga Ananda Lukmana

Grantino Gangga Ananda Lukmana

Bisa disapa di twitter @GrantinoG.

ArtikelTerkait

Kasta Minuman di Angkringan yang Paling Diburu sampai yang Dianggap Angin Lalu Terminal Mojok

Kasta Minuman di Angkringan yang Paling Diburu sampai yang Dianggap Angin Lalu

19 November 2022
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Ngopi di Angkringan Itu Lebih Hangat daripada di Coffee Shop

3 Desember 2020
10 Ide Usaha Menjanjikan di Tengah Era Digital, Nggak Ribet Cuan Lumayan Mojok.co

10 Ide Usaha Menjanjikan di Tengah Era Digital, Nggak Ribet Cuan Lumayan

6 Oktober 2024
Panduan Membuka Toko Kelontong bagi Anak Muda terminal mojok.co

Panduan Membuka Toko Kelontong bagi Anak Muda

30 Mei 2021
Coba Kasih Tahu, Kenapa Ngasih Imbalan ke Pengamen Itu Nggak Wajib?

Coba Kasih Tahu, Kenapa Ngasih Imbalan ke Pengamen Itu Nggak Wajib?

5 Maret 2020
Jualan Makanan Kucing, Ide Bisnis yang Sangat Menjanjikan kos

Jualan Makanan Kucing, Ide Bisnis yang Sangat Menjanjikan

6 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.