Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Betapa Ruwet Masalah PPDB Surabaya: Zonasi Gagal Total dan Orang Tua Masih Berebut Sekolah Favorit

Rina Widowati oleh Rina Widowati
3 Juli 2024
A A
Betapa Ruwet Masalah PPDB Surabaya: Zonasi Gagal Total dan Orang Tua Masih Berebut Sekolah Favorit

Betapa Ruwet Masalah PPDB Surabaya: Zonasi Gagal Total dan Orang Tua Masih Berebut Sekolah Favorit (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang tua, saya memahami dan merasakan ketakutan orang tua yang lain perkara PPDB. Sebagai “pemerhati” PPDB Surabaya, saya melihat dan merasakan betapa kompleksnya masalah penerimaan siswa. Kalau melihat betapa ruwet masalahnya, saya rasa kalian yang belum jadi orang tua pun pasti ikutan pusing.

Saya jelaskan kenapa masalah PPDB Surabaya itu kompleks. Seperti yang kita tahu, ada 5 jalur PPDB yang ditawarkan. Yaitu jalur afirmasi, prestasi lomba, jalur pindah tugas orang tua, jalur prestasi nilai akademik, dan yang terakhir jalur zonasi. Tapi yang paling banyak peminat di jalur prestasi akademik (jalur nilai rapot) dan jalur zonasi.

Jalur prestasi nilai rapot adalah cara masuk paling populer bagi siswa-siswa yang ingin sekolah di SMP atau SMA favorit. Kalau di Surabaya, lulusan SMP banyak yang mengincar SMA Komplek, sedangkan yang lulusan SD banyak yang mengincar SMPN favorit seperti SMPN 1 dan SMPN 6. Nah, keempat sekolah tersebut tempatnya di tengah kota.

Sudah kelihatan masalahnya di mana? Belum? Oke lanjut.

Sistem zonasi gagal sasaran

Jika kans masuk sekolah favorit tipis karena tak punya deretan prestasi yang mentereng, zonasi bisa jadi salah satu alternatif. Masalahnya, zonasi ini kerap dikritik karena banyak kecurangan yang terjadi. Salah satunya ya, dengan pindah KK. Surabaya pun tak luput dari praktik ini.

Meski tidak etis, masalahnya adalah, tak ada yang (merasa) salah dengan itu. Aturannya memang asal sudah tercatat minimal 1 tahun di KK baru, otomatis data Dispenduk Capil Surabaya terintegrasi dengan Data Dispendik dan bisa mendaftar PPDB jalur zonasi. Masalahnya adalah, di Surabaya, pihak yang mengakali sistem ini kelewat banyak, dan praktiknya kelewat masif dan terkadang konyol.

Perpindahan warga baru calon peserta didik ini sudah pasti menghilangkan hak setidaknya satu orang anak penduduk lama, yang rumahnya berada di zona dengan jarak yang terjauh dari sekolah.

Ironinya adalah, salah satu tujuan zonasi adalah menghilangkan predikat sekolah favorit dan meratakan kualitas pendidikan. Nyatanya, yang merata malah kecurangan, bukan kualitas pendidikan.

Baca Juga:

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Alasan (seakan-akan) masuk akal mengapa harus SMPN dan SMAN favorit

Surabaya punya 63 SMPN, setiap kecamatan punya lebih dari tiga SMPN dan salah satunya adalah SMPN unggulan atau biasanya disebut sekolah kawasan. Jumlah SMP di tiap kecamatan tentu sudah dipertimbangkan oleh Pemkot dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya supaya lulusan SD di tiap kecamatan bisa bersekolah gratis. Tapi ini bukan soal gratisnya saja, ini juga soal masa depan anak nantinya, begitu kata para orang tua wali murid.

Bicara tentang kenyataan, meskipun sudah ada SMPN unggulan di setiap kecamatan di Surabaya, tapi SMPN tengah kota tetap yang terfavorit. Sebut saja dua SMPN tua di Surabaya yaitu SMPN 6 dan SMPN 1. Dua sekolah ini punya index sekolah yang tinggi dan lulusan dengan nilai rapot yang juga tinggi. Nantinya, Index sekolah dan nilai rata-rata rapot punya peran penting untuk mendaftar ke SMAN favorit, misalnya ke SMAN 2 (SMADA) dan SMAN 5 (SMALA).

Nantinya lagi, lulusan SMADA dan SMALA juga punya peluang lebih lebih besar dibandingkan dengan SMAN pinggiran Surabaya untuk masuk ke PTN ternama lewat jalur SNBP. Ya memang, dua SMA negeri di Surabaya ini sudah lama dikenal melahirkan penyanyi ngetop, orang-orang pintar, akademisi sampai menteri.

Jadi sangat masuk akal kalau ada orang tua mengejar sekolah favorit meski jauh dari rumah, demi memberikan peluang lebih besar untuk masa depan cemerlang bagi anaknya. Nah, melihat alasan ini, tau kan kenapa masalah PPDB Surabaya itu kompleks?

PPDB Surabaya kompleks, tapi bisa diselesaikan

Alasan yang masuk akal mengapa harus bersekolah di SMAN favorit adalah demi membuka peluang lebih besar masuk PTN ternama. Tapi ada juga alasan tak masuk akal yang diungkapkan beberapa orang tua yaitu ngotot anaknya harus bersekolah di lingkungan yang bergengsi.

Orang Surabaya sudah pasti mengakui sekolah di SMADA dan SMALA pasti bergengsi dan hidupnya pasti sukses. Alasan yang masuk akal maupun yang tak masuk akal ini akhirnya bisa membuka celah kecurangan. Dan gara-gara inilah, muncullah jasa calo.

Bayangin, masuk sekolah aja butuh calo.

Praktik calo ini nggak kaleng-kaleng menggiurkannya, sebab demand selalu ada, bahkan sampai pada taraf yang nggak ngotak. Ada lho yang rela merogoh kocek dua digit demi masuk SMAN favorit. Yang jelas praktik ini masih umum terjadi dan tidak dianggap hal yang tabu untuk diperbincangkan di sebagian kalangan wali murid. Saking biasanya, udah nggak tabu.

Secara singkatnya, masalah PPDB Surabaya ini adalah: orang-orang berlomba masukin anaknya ke sekolah favorit, sebab, masa depan terjamin. Gara-gara itu, mereka menghalalkan segala cara.

Ruwetnya masalah PPDB Surabaya, sedikit demi sedikit, keliatan di mana sumbernya. Yang jelas, pihak yang bisa menyelesaikan masalahnya ya Dinas Pendidikan. Calo, kecurangan KK, serta predikat sekolah favorit yang nggak hilang dari kepala orang tua, menunjukkan bahwa PR terkait PPDB ini masih kelewat banyak. Nah, Dinas Pendidikan kan udah tau nih masalahnya mana aja, tinggal eksekusi saja kan.

Iya, kan?

Penulis: Rina Widowati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Demi Memuluskan Jalan Anaknya Di PPDB, Orang Tua Rela Berlomba-Lomba Dalam Kecurangan Memanipulasi Domisili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2024 oleh

Tags: caloPPDBSurabayazonasi
Rina Widowati

Rina Widowati

Ibu rumah tangga, mantan pengajar di sekolah swasta yang masih mengamati dunia pendidikan. Pedagang yang peduli soal isu sosial dan politik. Hobi naik gunung dan bercita-cita mendaki ke Cartenz.

ArtikelTerkait

ranggalawe bendera majapahit berdiri tahun 1293 M bonek bondho nekat mentalitas asal-usul surabaya sejarah madura menakjingga mojok

Mentalitas Bonek Sudah Ada Sejak Awal Berdirinya Majapahit

22 April 2020
Bendungan Semantok Nganjuk, Bendungan yang Mengangkat Derajat Warga Nganjuk Mojok.co kabupaten nganjuk, surabaya

Nganjuk di Mata Orang Surabaya: Warganya Begitu Ramah, tapi Kotanya Tak Bergairah

29 Februari 2024
Pasar Pabean Surabaya, Pasar Ikan Sejak Zaman Kolonial yang Tidak Pernah Tidur Mojok.co

Pasar Pabean Surabaya, Pasar Ikan Sejak Zaman Kolonial Belanda yang Tidak Pernah Tidur

25 Juli 2024
Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

19 Juli 2024
Pelayanan Adminduk Surabaya Pantas Diacungi Jempol, dan Bikin Daerah Lain Makin Iri dengan Surabaya jogja kuliah di Jogja

Pelayanan Adminduk Surabaya Pantas Diacungi Jempol, dan Bikin Daerah Lain Makin Iri dengan Surabaya

28 Januari 2024
Gagal Kuliah di Surabaya- Ibu dan Kiai Kompak Tidak Merestui (Unsplash)

Saya Gagal Kuliah di Surabaya meski Persyaratan Sudah 95%. Saya Terhalang Perubahan Restu Ibu karena Kiai Sekolah Tidak Setuju

20 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.