Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Anak Muda Surabaya Butuh Perpustakaan 24 Jam, Pak!

Naimatul Chariro oleh Naimatul Chariro
16 Mei 2024
A A
Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Anak Muda Surabaya Butuh Perpustakaan 24 Jam, Pak!

Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Anak Muda Surabaya Butuh Perpustakaan 24 Jam, Pak! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya memang sudah mempunyai beberapa perpustakaan umum dan TBM (Taman Baca Masyarakat), tapi setahu saya, yang paling terawat dan banyak dikunjungi orang hanya dua, yakni Perpustakaan Kota Balai Pemuda dan Bank Indonesia. Sisanya seperti tempat usang yang minim dikunjungi.

Fenomena ini sangat saya sayangkan, mengingat Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Maka dari itu, sebagai warga yang peduli dengan literasi di Kota Pahlawan ini, saya ingin memberikan saran kepada Pak Eri Cahyadi, selaku Wali Kota Surabaya, untuk membuka lagi perpustakaan baru di kota ini.

ADVERTISEMENT

Namun, berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, saya berharap pembuatan perpustakaan baru ini dirancang dalam mode 24 jam, Pak. Sebab, menurut saya, warga kota ini membutuhkan fasilitas tersebut, apalagi anak mudanya.

Banyak anak muda yang belajar hingga dini hari

Beberapa hari lalu, saya iseng-iseng pergi ke salah satu kedai kopi 24 jam di Wiyung. Saya berada di sana dari pukul 8 hingga 12 malam. Awalnya kedai itu nggak begitu ramai, tapi beranjak malam, kedainya justru makin banyak pengunjung.

Saat saya amati, orang yang mengobrol di sana hanya segelintir, sisanya fokus pada buku, tugas, maupun kerjaan di layar laptop. Kemudian terlintas di pikiran saya, andai saja ada perpustakaan 24 jam di Surabaya dengan fasilitas baik dan gratis, mungkin tempat itu akan lebih nyaman untuk anak muda seperti mereka.

Universitas di Surabaya nggak menyediakan perpustakaan 24 jam

Saat melihat berbagai vlog mahasiswa di luar negeri, saya merasa sangat iri dengan mereka karena bisa mengakses perpustakaan kapan pun. Biasanya perpustakaan model ini disediakan oleh universitas untuk mahasiswanya. Nah, sepemahaman saya, fasilitas perpustakaan 24 jam ini nggak ada di berbagai universitas yang ada di Surabaya.

Makanya daripada berharap ke pihak universitas yang rasa-rasanya makin mustahil, saya meminta pada pemerintah kota. Kalau pemkot bisa merealisasikan tempat ini, justru fungsinya akan lebih maksimal. Sebab, yang menikmati bukan hanya mahasiswa, tapi juga seluruh warga Surabaya.

Meningkatkan literasi warga

Dalam salah satu wawancara Kompas pada 17 Januari 2023 lalu, Pak Eri Cahyadi mengatakan bahwa literasi di Surabaya perlu ditingkatkan. Pasalnya, angka literasi masih berada di angka 67,41 persen, belum 80 hingga 90 persen. Syukur-syukur kalau bisa 100 persen. Mengetahui semangat literasi dari bapak wali kota tercinta, saya jadi semakin optimis untuk membagikan ide ini.

Baca Juga:

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

Begini Pak, saya yakin kalau ada perpustakaan 24 jam bisa berdiri di Surabaya, literasi warga kota ini akan meningkat. Bayangan saya, program ini akan menjadi tren baru di masyarakat, utamanya kelompok anak muda. Nantinya mereka berlomba-lomba pergi ke perpustakaan untuk membaca atau mengerjakan tugas saja. Intinya, nggak keren kalau nggak perpus.

Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan, sebagai pengunjung setia Perpustakaan Bank Indonesia, setiap hari saya melihat tempat ini ramai pengunjung. Bahkan, kadang kala ada yang nggak kebagian ruang buat duduk.

Karena itu kalau ada perpustakaan 24 jam dengan bangunan yang lebih besar, luas, dan enak tentunya di Surabaya, pasti akan jadi tempat favorit buat anak muda. Setuju kan, Rek?

Saran sistem perpustakaan 24 jam di Surabaya

Kalau pemerintah kota beneran bisa merealisasikan perpustakaan ini, saya ingin menyarankan beberapa hal. Maklum, saya kalau memberi saran nggak suka setengah-setengah.

Pertama, selain ruang baca, diskusi, dan fasilitas umum, saya berharap nantinya juga akan ada warung Madura, warmindo, atau kalau perlu kantinnya sekalian. Pasalnya, beraktivitas di malam hari sangatlah membutuhkan energi lebih. Jadi, pengunjung perpustakaan 24 jam di Surabaya yang ingin makan nggak perlu keluar area. Kan hitung-hitung sekalian mengangkat UMKM, ya.

Kedua, harus ada peraturan untuk warga yang boleh mengakses fasilitas selama 24 jam, misal minimal 19 tahun atau sudah lulus sekolah. Sebab, kalau anak-anak mengakses tempat ini tanpa ada aturan jam, justru akan mengganggu tidur dan berdampak pada kesehatan. Kalau mahasiswa sih nggak perlu dipertimbangkan, sudah makanan sehari-hari, wqwqwq.

Terakhir, sistem keamanan yang ketat untuk pengunjung harus sangat diperhatikan. Misalnya menjaga kendaraan, barang pengunjung, buku-buku koleksi, hingga menjaga pengunjung dari perilaku asusila. Semua itu perlu dipertimbangkan, mengingat banyaknya berita buruk yang nggak berkesudahan.

Itu saja pesan yang ingin saya sampaikan. Saya berharap Surabaya bisa mempunyai perpustakaan yang bisa diakses kapan saja oleh warganya. Semoga pesan ini bisa sampai pada Pak Eri Cahyadi. Salam literasi.

Penulis: Naimatul Chariro
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya: Layanan Prima, Fasilitas Bintang Lima.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2024 oleh

Tags: eri cahyadijawa timurPerpustakaanperpustakaan 24 jamSurabayasurat terbuka
Naimatul Chariro

Naimatul Chariro

Mahasiswa yang sedang belajar menulis.

ArtikelTerkait

Warmindo Sidoarjo Kalah dari Jogja, Menunya Mengecewakan (Hammam Izzuddin-Mojok.co)

Warmindo di Sidoarjo Semakin Menjamur, tapi Kalah Jauh dari Warmindo Jogja karena Menunya Monoton dan Mengecewakan

2 Mei 2024
Jember Bersatu Menolak Jalan Satu Arah yang Menyiksa Warga (Unsplash)

Sistem Satu Arah (SSA) 24 Jam di Jalanan Kota Jember TERBUKTI Menimbulkan Kontroversi dan Malah Menyusahkan Warga

31 Oktober 2023
6 Kuliner Kediri dengan Nama Unik yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh Terminal Mojok

6 Kuliner Kediri dengan Nama Unik yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh

27 Juli 2022
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan

Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma

7 Juni 2025
IVAA, Hidden Gem Perpustakaan dan Arsip Seni di Jogja

IVAA, Hidden Gem Perpustakaan dan Arsip Seni di Jogja

10 Desember 2022
Kabupaten Pasuruan, Kabupaten yang Sibuk, Serba Ada, dan Cukup Humble, tapi Amat Monoton

Kabupaten Pasuruan, Kabupaten yang Sibuk, Serba Ada, dan Cukup Humble, tapi Amat Monoton

30 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.