Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Betapa Gelinya Mendengar Bacotan Orang yang Sewot sama Canva

Fandy Ahmad Salim oleh Fandy Ahmad Salim
4 Oktober 2020
A A
canva desain grafis etis aplikasi editing mojok

canva desain grafis etis aplikasi editing mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini, muncul polemik baru di jagat pewayangan desain grafis, yaitu antara kaum desain via tools PC dengan para desainer grafis Canva. Pasalnya, desainer-desainer grafis pc—meski tidak semua—memandang rendah desainer Canva atau lebih luasnya, desainer via hape. Alasannya macem-macem, mulai dari desain di hape dianggap bukan termasuk desain grafis, Canva dianggap bukan aplikasi desain grafis beneran, atau keluhan tentang hilangnya pasar mereka karena disedot oleh Canva yang gratisan.

Saya bisa dibilang adalah sintesa dari kedua pihak. Saya sudah main desain grafis sejak umur sepuluh tahun. Berbekal tutorial YouTube dan komunitas desain grafis yang sangat suportif, saya jadi lumayan fasih menggunakan CorelDraw dan Photoshop sampai hari ini. Hampir semua ceruk desain grafis sudah pernah saya coba, walau cuma beberapa yang saya anggap berhasil. Mulai dari desain logo, desain MMT dan banner, pamflet, sampai feeds Instagram. Berbagai lomba desain grafis juga sudah pernah saya ikuti, beberapa menang dan beberapa yang lain juga menang tapi agak mejen (yoo jenenge kalah, Bosss!)

Tapi, di sisi yang lain, saya pun mengakui pernah pakai Canva. Malah bukan cuma Canva, melainkan juga berbagai aplikasi mobile design lainnya. Biasanya saya pakai ketika ada desain yang belum kelar namun saya terlalu malas buat buka PC. Ini membuat saya tahu betul rasanya desain grafis “konvensional” di PC dan di aplikasi HP. Pengalaman menggeluti desain lewat dua jalan ninja itu jugalah yang membuat saya berpendapat mengapa desainer grafis PC nggak usah sewot dengan desainer grafis mobile.

Desain grafis ya desain grafis

Sebelumnya, tidak pernah ada pakuan tentang aplikasi desain grafis. Desain grafis ya desain grafis. Yaitu menggambar, mewarnai, dan menghasilkan karya grafis secara digital. Nggak pernah ada batasan macam desain grafis cuman keitung kalau pake komputer atau laptop atau desain grafis itu harus 100% gambar sendiri dari awal. PBB memang pernah membikin konvensi tentang perbatasan laut dan hak asasi manusia, tapi bukan tentang desain grafis harus pake laptop atau komputer.

Ini berarti mendesain di hape pun sah-sah aja. Jangankah hape, kalau layar TV bisa kamu pakai buat bikin desain, yaa monggo. Daripada cuma bikin berisik aja kan di rumah.

Gagal dapet orderan desain

Nah ini yang bikin saya kadang kepingin mengajak gelud diskusi para desainer PC. Yang harus diketahui adalah mayoritas pengguna Canva adalah orang yang tidak bisa desain dan/atau orang yang butuh desain gratisan. Bagaimana tidak, tak usah repot menghabiskan waktu lihat tutorial YouTube atau kenalan dengan tools-nya satu per satu, nggak perlu bayar desainer, tinggal pencet-usep-geser sudah jadi sebuah desain.

Ditambah lagi, tidak semua pemilik usaha punya dana yang cukup buat membayar jasa desain. Jangankan yang profesional, yang desain amburadul aja kadang nggak kuat bayar. Kalo sudah seperti ini, nanti biasanya mereka akan meminta harga miring atau malah gratis.

Kalau sudah kaya gitu, nanti kalian para desainer sendiri juga kan yang misuh-misuh. Nanti chat dengan customer di-screenshot, lalu diunggah kemudian dikasih tulisan “Modal dong bosss” atau “Desain grafis bukan desain gratis.” Halah pret. Di luar sana masih banyak yang mau bayar beneran buat desain yang bagus. Entah hasilmu memang belum memuaskan (ini alasan yang kadang nggak diterima desainer itu sendiri) atau promosi jasamu yang salah lapak.

Baca Juga:

4 Kesulitan Mendesain di Canva, Aplikasi Desain yang Sering Diremehkan Tinggal Tempel

AI Tetap Lebih Menggoda Ketimbang Anya Geraldine

Akhirnya daripada para pemilik usaha itu sakit hati, malu diunggah sebagai orang serba murah, mereka mencari alternatif  lain. “Gimana yaaa caranya dapet desain yang aku butuh tanpa harus menyedot omzet?” Kira-kira begitu suara hati mereka.

Lalu ketemulah dengan Canva ini. Memang mungkin hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan di kepala, tapi setidaknya cukup daripada tidak sama sekali. Udah gitu masih ada lidah-lidah lendir bekicot yang seenaknya ngomong “Desain kok di hape”. Sini, udelmu tak mintain revisi ke Gusti Allah biar dijadikan setengah ndelep setengah mencuat.

Ibaratkan ada pasutri yang baru saja beli rumah. Masih kosong melompong bak dompetmu di kala pandemi ini. Lalu mereka putuskan buat pesan furnitur di pengrajin kayu.

Ternyata harga yang dipatok ra mashok dengan tabungan mereka yang baru seumur tokolan. Maka pasutri tersebut akhirnya urung pesan. Si suami memilih buat beli beberapa papan kayu lapis dan belajar buat bikin meja sendiri. Berbekal gambaran dari internet dan seabrek alat pertukangan, sebuah meja pun akhirnya jadi juga.

Kemudian si tukang kayu tadi muntab-muntab. “Ini bukan furnitur! Furnitur itu pakai kayu murni. Harus presisi semua. Motongnya juga harus pakai gergaji listrik!” Protesnya.

Memang yang seperti itu enaknya ditapuk pakai tripleks lima lapis. Tapi, sepertinya diamplas ubun-ubunnya sampai mulus juga sudah cukup.

BACA JUGA Jika Seorang Wibu Diberi Kesempatan Bikin Iklan Sirup Marjan atau tulisan Fandy Ahmad Salim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2020 oleh

Tags: canvadesain grafis
Fandy Ahmad Salim

Fandy Ahmad Salim

Lelaki bernyali besar yang tidak gentar menghadapi kecoa, baik yang merayap maupun yang terbang. Suka menghayal dan menulis

ArtikelTerkait

4 Kesulitan Mendesain di Canva, Aplikasi Desain yang Sering Diremehkan Tinggal Tempel

4 Kesulitan Mendesain di Canva, Aplikasi Desain yang Sering Diremehkan Tinggal Tempel

24 Juli 2024
AI Tetap Lebih Menggoda Ketimbang Anya Geraldine (Sumber: IG @anyageraldine)

AI Tetap Lebih Menggoda Ketimbang Anya Geraldine

19 Desember 2022
4 Keuntungan Menggunakan Canva yang Perlu Kamu Ketahui Terminal Mojok

4 Keuntungan Menggunakan Canva yang Perlu Kamu Ketahui

24 Januari 2022
Mencermati Logo Baru Ancol yang Katanya Nggak Ancol-ancol Banget Terminal Mojok

Mencermati Logo Baru Ancol yang (Katanya) Nggak Ancol-ancol Banget

25 Juli 2022
canva desain grafis etis aplikasi editing mojok

Canva: Dibenci Desainer, Dipuja Masyarakat yang Nggak Ngerti Desain

26 September 2020
Bagi Saya, Nggak Masalah kalau Ada Teman Minta Jasa Gambar Gratis terminal mojok.co

Bagi Saya, Nggak Masalah kalau Ada Teman Minta Jasa Gambar Gratis

30 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.