Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Menentukan Bayi Kita Kelak Laki-laki atau Perempuan

Alqaan Maqbullah Ilmi oleh Alqaan Maqbullah Ilmi
4 Oktober 2020
A A
Rekomendasi kado lahiran jenis kelamin bayi laki-laki perempuan kelamin anak bayi mojok

laki-laki perempuan kelamin anak bayi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin kita sering mendengar kisah bagaimana para raja menginginkan putra lelaki sebagai penerusnya. Bahkan Ratu Catherine Howard, istri kelima Raja Henry VIII sampai dipenggal kepalanya gara-gara perkara ini. Sang raja kesal karena semua istrinya tidak bisa memberikan keturunan laki-laki, sehingga semua istrinya disingkirkan. Malang nasib Catherine, dia disingkirkan dengan cara dituduh selingkuh dengan mantan pacarnya sehingga hakim yang tidak lain adalah pamannya sendiri memutuskan hukuman mati.

Sampai sekarang pun, masih banyak orang yang ketika menikah merencanakan memiliki keturunan laki-laki atau perempuan. Lalu gimana caranya? Ada beberapa yang bilang tergantung gayanya. Wah, rusuh ini. Nggak hubungannya kalau gaya mah, terserah pada kenyamanan masing-masing.

Mitos yang beredar pada kisah-kisah terdahulu adalah apabila pasangan suami istri tidak bisa memiliki keturunan laki-laki maka yang disalahkan adalah sang istri. Entah apa yang menjadi dasar dari pemikiran itu di zaman dahulu, atau mungkin hanya alasan saja untuk cari istri lagi.

Berkembangnya ilmu pengetahuan sekarang membuat kita memahami bahwa kelamin laki-laki atau perempuan pada calon bayi ditentukan oleh pembelahan sperma. Sel gamet yang bertugas dalam perkembangbiakan baik pada laki-laki maupun perempuan memiliki sifat setengah dari sel lain dalam tubuh kita. Bedanya, kromosom sel perempuan adalah tipe X yang apabila dibelah maka tepat bernilai setengahnya. Kromosom sel laki-laki bertipe Y (kakinya cuma satu) yang apabila dibelah maka ada satu bagian yang tidak lengkap.

Masing-masing belahan tadi akan menyatu kembali dalam proses pembuahan sel sperma dan sel telur. Penyatuan tersebut akan menjadikan kromosom akan berbentuk X (perempuan) atau Y (laki-laki). Jadi sebenarnya secara kromosom asal, justru sperma lah yang membawa pembeda calon bayi. Terus, yang salah suami dong kalau nggak bisa lahir bayi laki-laki?

Ya nggak juga. Sel sperma ketika ditumpahkan di vagina, mereka harus berjuang berat melalui perjalanan panjang dan beracun. Lho kok beracun? Iya, kondisi di dalam vagina itu asam dengan tingkat keasamaan yang tergantung kondisi. Dari 100 juta sperma hanya akan bertahan 100 sel saja yang menuju sel telur. Bayangkan!

Kebanyakan sperma yang mampu bertahan adalah pembawa kromosom X. Sperma jenis ini bergerak lebih lambat tapi punya daya tahan lebih besar daripada sperma pembawa kromosom Y. Kondisi inilah salah satu penyebab kenapa bayi perempuan lebih banyak dilahirkan daripada bayi laki-laki.

Terus gimana dong kesempatan untuk bikin anak cowo? Siklus haid istri bisa tuh dijadikan acuan menentukan tanggal praktikum. Dalam waktu seminggu setelah haid selesai, sel telur baru saja dimatangkan kembali. Pada waktu ini, biasanya dokter menyarankan bagi yang mau KB kalender untuk bisa beraksi karena sel telur belum siap dibuahi. Di luar tanggal ini bisa kebobolan bagi yang rencananya menunda hamil.

Baca Juga:

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

Seminggu kemudian sel telur sudah mulai matang dan berjalan keluar dari tempat pematangan. Jaraknya masih cukup jauh dari mulut rahim sehingga meskipun sudah siap dibuahi namun akan memakan banyak korban sel sperma dalam perjalanannya. Atau sperma yang mampu bertahan tadi kebanyakan adalah sperma berkromosom X. Jadi deh cewe.

Seminggu berikutnya, sel telur semakin mendekati mulut rahim. Bahkan bisa jadi telah menempel pada tempat yang cukup dekat dengan tempat ditumpahkannya sel sperma. Ini adalah kesempatan bagi sperma berkromosom Y untuk mendahului sampai sel telur. Hal ini karena geraknya lebih cepat dan dengan jarak tempuh yang lebih pendek. Kemungkinan besar, kelamin bayi nanti jadinya laki-laki.

Seminggu berikutnya adalah persiapan sel telur untuk kadaluarsa. Biasanya kondisi dinding rahim pun telah siap untuk rontok. Sehingga pada waktu ini juga kadang pembuahan tidak berhasil. Pada kondisi ini pula biasanya dokter menyarankan praktikum bagi yang tidak mau kebobolan meski masih ada kemungkinan jadi juga.

Nah, itu kalau dilihat dari sisi kalender. Ada juga yang berijtihad dengan memilih menu makanan tertentu. Berangkat dari pengetahuan sel sperma berkromosom X dan Y tersebut, maka suami yang kemudian diminta konsumsi makanan tertentu. Ada yang bilang bahwa kalau mau anak cowo, maka suami banyak makan daging. Kalau mau anak cewe maka banyak makan sayur. Namun, saya belum menemukan korelasi daging dan sayur pada kromosom X dan Y.

Saya lebih percaya pada metode kalender karena teman-teman saya dari lulusan prodi Biologi sudah banyak yang praktikkan. Bahkan ada teman saya yang dia bukan dari Biologi tapi istrinya yang Biologi. Ketika mau malam pertama ditanyakan dulu, mau cewe atau cowo. Dihitung dulu deh, dan sesuai rencana. Sebenarnya kalau metode bayi tabung lebih bisa dipastikan karena tinggal pilih sperma nya mau yang mana.

Bahkan sekarang sudah ada ilmu lagi dari teman-teman saya yang konsultasi ke dokter ingin bayi kembar. Padahal mereka bukan pasangan dari keluarga yang punya saudara kembar, tapi jadi juga. Untuk yang ini saya belum pernah dapat bocorannya.

Ini hanya batasan ikhtiar sih. Segala sesuatunya tetap kembali pada Yang Maha Kuasa. Tapi, nggak ada salahnya dicoba. Toh, ilmiah dan sudah banyak yang buktikan. Tapi, coba sama pasangan sah masing-masing lho ya.

BACA JUGA 6 Hukum Fisika yang Bisa Jadi Solusi Masalah Hidup Sehari-hari dan tulisan Alqaan Maqbullah Ilmi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2020 oleh

Tags: BayikelaminLaki-lakiPerempuan
Alqaan Maqbullah Ilmi

Alqaan Maqbullah Ilmi

Guru Fisika yang mencintai Guru BK. Sayang orang tua, kakak-adik, istri, dan anak.

ArtikelTerkait

Gerobak Angkringan Harusnya Jadi Ruang Aman untuk Perempuan yang Jajan dan Nongkrong terminal mojok.co

Gerobak Angkringan Harusnya Jadi Ruang Aman untuk Perempuan yang Jajan dan Nongkrong

12 Desember 2020
Outfit Kondangan untuk Perempuan yang Tetap Kece dan Nyaman meski Naik Motor terminal mojok.co

Outfit Kondangan untuk Perempuan yang Tetap Kece dan Nyaman meski Naik Motor

30 Agustus 2021
15 Nama Perempuan yang Muncul dalam Lirik Lagu Terminal Mojok

15 Nama Perempuan yang Muncul dalam Lirik Lagu

12 Maret 2022
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan

17 Mei 2020
Tips Aman Solo Traveling untuk Perempuan Terminal Mojok

Tips Aman Solo Traveling untuk Perempuan

14 Desember 2022
cuci baju

Jangan Ejek Laki-laki yang Nyuci Baju dan Masak Sendiri

7 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal

5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal, salah satunya bikin malu saja

11 Juli 2026
Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial Mojok.co

Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial

13 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.