Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berdamai dengan Suara Ngorok Meski Tetap Saja Terdengar Mengganggu

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
1 Januari 2020
A A
Berdamai dengan Suara Ngorok Meski Tetap Saja Terdengar Mengganggu
Share on FacebookShare on Twitter

Saya memiliki beberapa teman yang suka mendengkur, bapak saya salah satunya. Tentu kita semua tidak asing dengan istilah itu. Sejatinya, mendengkur atau ngorok bisa terjadi pada siapa pun—termasuk saya sendiri. Saya menyadari, sering kali saya mendengkur ketika sedang merasa capek. Istri saya beberapa kali menyampaikan hal tersebut ketika bangun di pagi harinya. “Mas, semalem kamu ngorok, mulutnya juga nganga (terbuka). Aku mau bangunin nggak enak, keliatannya kamu lagi capek banget,” kata istri saya.

Setelah itu, biasanya saya langsung bertanya, seperti apa sih suara ngorok-nya. Istri saya sering kali mencontohkan dengan suara, “groooook, groooook” dan itu terdengar mengganggu. Oleh karena itu, saya selalu berpesan kepada istri, jika saya ngorok dan dirasa mengganggu, baiknya dibangunkan saja. Wajar, sebab orang yang ngorok tahu bunyinya mengganggu, tapi karena sedang tidur—di luar kesadaran—akhirnya hanya bisa pasrah.

Itulah kenapa, meski terkadang merasa risih dengan berbagai macam bunyinya, saya mulai membiasakan diri dan berdamai dengan suara ngorok. Pasalnya, ngorok bisa dialami oleh siapa pun, di mana pun. Termasuk dalam perjalanan menggunakan KRL saat berangkat atau pulang kerja.

Pemandangan para pekerja yang berangkat setelah solat subuh (sekitar jam 5) tentu tidak asing bagi saya. Tidak sedikit dari mereka yang melanjutkan tidur di KRL selama perjalanan. Baik yang kebagian tempat duduk maupun berdiri, selalu saja ada yang ngorok. Alih-alih merasa risih, saya lebih memilih memahami. Namun, jika ngorok-nya sudah memasuki fase yang membahayakan (terdengar suara nafas seperti tertahan atau tersedak), biasanya akan langsung saya bangunkan untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan. Tidak lupa juga untuk meminta maaf setelahnya—karena sudah mengganggu waktu tidurnya.

Sewaktu kuliah, saya pun memiliki teman satu kamar kos yang hampir di setiap tidurnya ngorok. Hampir dua tahun kami satu kamar, sampai saya terbiasa dan hafal dengan bunyi ngorok-nya. Saya juga memberi tahu bagaimana bunyi ngorok yang dihasilkannya dengan mulut yang terbuka lebar. Tak jarang, dia pun tersedak ngorok-nya sendiri dan seperti orang yang sedang sesak nafas. Pada saat seperti itu, saya selalu terbangun dan segera membangunkannya. Dia pun menyadari, banyak orang yang sering kali terganggu dengan suara dengkurannya itu.

Dia pun bukan tanpa usaha, sudah beberapa cara dilakukan. Mulai dari mengurangi makan berat sebelum tidur, berolahraga, juga tidur dengan posisi miring—yang katanya efektif meminimalisir ngorok. Namun, usahanya tidak lantas langsung berhasil. Selama saya menjadi teman satu kamarnya sewaktu ngekos, dia masih saja mendengkur dengan nada suara yang sama juga volume yang cukup tinggi untuk membangunkan saya. Dan sudah menjadi tugas saya untuk membangunkannya, kemudian ketika sudah terbangun, kami sama-sama mencoba tidur lagi dari awal.

Meskipun begitu, harus disadari ada orang yang merasa risih dan terganggu dengan suara ngorok. Tapi, di sisi lain, kita tidak bisa begitu saja menyalahkan orang yang tidurnya mendengkur. Lha gimana, dianya saja dalam keadaan tidak sadar alias tidur, apakah dia layak disalahkan atau dibenci hanya karena suatu hal yang pada dasarnya tidak ingin dia lakukan?

Sebagai solusi, setiap terbangun karena suara dengkuran, saya akan mengubah posisi tidur menjadi menyamping lalu menutup telinga dengan bantal. Ketika sedang di transportasi massal, KRL misalnya, saya selalu menyediakan earphone untuk mengalihkan suara dengkuran ke suara yang saya inginkan. Nonton YouTube atau mendengarkan musik. Ya, setidaknya tidak perlu merasa mangkel, karena semua orang bisa mendengkur pada waktu yang tidak ditentukan dan tanpa diinginkan—termasuk yang merasa mangkel.

Baca Juga:

10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong

Bukan Cuma Takut Kebablasan, Ini Alasan Saya Susah Tidur Saat Naik Bus

Jika pada saat tidur, dengkurannya ini bisa diatasi, saya sendiri sih tidak akan pernah memilih untuk mendengkur. Lagipula, siapa sih yang mau? Apalagi setelahnya tenggorokan sering kali terasa kurang nyaman, minimal terasa kering, belum lagi berpotensi mengganggu tidurnya orang lain. Kan, serba salah.

Saran saya, jika memang orang di sekitar kita ada yang ngorok, tidak perlu menjadi bahan olok. Tidak perlu disalahkan. Malahan, akan lebih baik jika diberi tips atau saran agar ngorok bisa diantisipasi dan dihilangkan. Lagipula, seseorang yang ngorok pun tidak memiliki niat mengganggu tidurmu. Mereka hanya perlu tidur dengan kualitas sesuai dengan porsinya.

BACA JUGA Orang Ngorok Tahu Kalau Suaranya Menganggu, Padahal Dia Nggak Niat Gitu atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Januari 2020 oleh

Tags: mendengkurngorokTidur
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Bukan Cuma Takut Kebablasan, Ini Alasan Saya Susah Tidur Saat Naik Bus Terminal Mojok.co

Bukan Cuma Takut Kebablasan, Ini Alasan Saya Susah Tidur Saat Naik Bus

2 Maret 2022
Alasan Alarm HP Nggak Terlalu Ngaruh buat Bangunin Orang

Alasan Alarm HP Nggak Terlalu Ngaruh buat Bangunin Orang

8 Juni 2020
10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong Terminal Mojok

10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong

9 Juni 2022
Mempertanyakan Kebiasaan Peluk Bantal Guling Orang Indonesia Saat Tidur Terminal mojok

Desain Interior Ruang Rapat Paripurna MPR/DPR RI Bikin Gagal Fokus, Pantes Anggotanya Sering Tidur

17 Agustus 2021
Menyoal Larangan Tidur di Atas Karpet Masjid, tarawih

Menyoal Larangan Tidur di Atas Karpet Masjid

7 Januari 2020
Tidur dengan Lampu Mati Adalah Sebaik-baiknya Tidur terminal mojok

Tidur dengan Lampu Mati Adalah Sebaik-baiknya Tidur

2 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.