Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan?

Iqbal AR oleh Iqbal AR
12 November 2022
A A
Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan?

Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan? (Zahirul Aliwan via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Madura itu erat sekali dengan stereotip-stereotip yang kurang mengenakkan. Mungkin kita ingat bagaimana stereotip orang Madura yang suka mencuri besi, suka begal, antivaksin, hingga jamet. Terlepas apakah stereotip itu benar atau tidak, yang pasti orang Madura seperti sudah kebal dengan stereotip tersebut. Itu baru sedikit dari sekian banyak stereotip kurang mengenakkan yang melekat dari orang Madura, sebab ada satu yang masih dalam taraf “dipertanyakan”, yaitu orang Madura tidak bisa kesurupan.

Sebuah anggapan atau stereotip yang agak aneh, apalagi semua manusia, dari mana pun asalnya, punya potensi kesurupan yang sama. Namun, pernahkah kalian mendengar sebuah anggapan atau stereotip bahwa orang Madura itu tidak bisa kesurupan? Kalau pernah mendengar, dari dan di mana kalian mendengarnya? Apa landasannya, dan apakah kalian memercayainya? Kalau kalian belum pernah mendengar, maka kalian sama seperti saya.

ADVERTISEMENT

Jujur, sebelum tulisan ini dibuat, saya tidak tahu jika ada anggapan bahwa orang Madura itu tidak bisa kesurupan. Bahkan ketika saya memilih tema ini untuk ditulis, saya langsung mikir, apa iya orang Madura itu tidak bisa kesurupan? Terlepas benar atau tidaknya anggapan tersebut, bisa dan tidaknya seseorang mengalami kesurupan itu tidak ditentukan dari domisili atau tempat asal.

Setahu saya, salah satu penyebab utama kesurupan itu adalah kondisi fisik dan jiwa yang kurang baik, termasuk pikiran kosong. Mau kalian orang Madura, orang Papua, orang Medan, kalau sedang apes dan kondisi fisik serta jiwa sedang nggak baik, bisa saja mengalami kesurupan. Sebaliknya, kalau kondisi fisik dan jiwa kalian sedang fit, tidak apes, ya nggak bakalan kesurupan, gimana pun caranya. Sesederhana itu.

Selain itu, kalau dilihat dari segi agama, iman yang kuat, rajin zikir, rajin ibadah, dan selalu mengingat Tuhan adalah salah satu cara menghindari kita dari kesurupan.

Lalu, dari mana anggapan bahwa orang Madura tidak bisa kesurupan itu berasal? Entahlah, saya juga tidak tahu. Saya bahkan bertanya kepada beberapa teman saya yang punya darah Madura tentang anggapan ini, mereka tidak tahu juga. Meskipun teman-teman saya ini tidak tahu anggapan tersebut, mereka juga tidak pernah melihat langsung ada orang Madura yang kesurupan. Lha, malah angel.

Namun, hal berbeda saya jumpai di dunia maya. Saya mencoba mencari tahu mengenai anggapan ini di Google, dan ketika saya cari di mesin pencarian Google dengan kata kunci “apakah orang Madura tidak bisa kesurupan”, yang muncul malah sebaliknya.

Iya, ada beberapa kasus kesurupan yang terjadi di Madura. Melansir Detik News pada 2 November 2010, kasus kesurupan massal terjadi di sebuah sekolah di Pamekasan. Sekitar 10 pelajar dari SMKN 3 Pamekasan, dilanda kesurupan ketika sedang melaksanakan upacara bendera hari Senin. Pihak sekolah sampai mendatangkan ulama dari sebuah pesantren yang berlokasi tidak jauh dari SMKN 3 Pamekasan. Beruntung, kesurupan massal bisa segera diatasi.

Baca Juga:

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

Kasus lain, masih di Madura, selang 13 hari setelah kesurupan massal di SMKN 3 Pamekasan. Masih melansir Detik News pada 15 November 2010, siswa-siswi SMAN Ambunten, Sumenep, mengalami kesurupan massal nyaris setiap hari. Pihak sekolah bahkan mengaku bahwa kesurupan massal ini sudah terjadi selama satu bulan terakhir. Bahkan, pihak sekolah mengakui bahwa mereka kesulitan mengatasi kesurupan massal, meski sudah mendatangkan “orang pintar” untuk mengatasinya.

Kasus lainnya lagi, adalah adanya salah satu jamaah haji asal Madura yang diduga depresi hingga kesurupan di Tanah Suci. Melansir Fimela pada 14 September 2017, seorang pria yang berpakaian ihram diduga mengalami depresi dan kesurupan. Orang tersebut diketahui bernama Sanoyan bin Budin, yang berasal dari Madura.

Nah, dari tiga kasus di atas, kita sebenarnya bisa menyimpulkan bahwa orang Madura bisa saja kesurupan, sama seperti orang Jawa, orang Bali, orang Medan, atau orang-orang lainnya. Ini juga jadi bukti bahwa kesurupan tak ditentukan oleh dari mana seseorang berasal. Nggak masuk akal kan, kalau indikasi bisa tidaknya seseorang kesurupan itu dari domisili?

Lalu, kalau memang anggapan ini benar adanya, dari mana itu berasal? Dari mana anggapan bahwa orang Madura itu tidak bisa kesurupan? Jawabannya lagi-lagi soal stereotip.

Selain stereotip yang sudah saya sebutkan di atas, salah satu stereotip yang melekat dalam diri orang Madura adalah agamis. Iya, orang Madura itu dianggap kuat sekali agamanya, dan dalam hal ini adalah agama Islam. Tidak ada yang salah dengan itu, tapi sepertinya stereotip agamis inilah yang selaras dengan stereotip bahwa orang Madura itu tidak kesurupan.

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, bahwa salah satu penyebab seseorang terhindar dari kesurupan (dari sisi agama) adalah iman yang kuat, rajin dzikir, rajin ibadah, dan selalu ingat Tuhan. Iman yang kuat, rajin dzikir, rajin ibadah, serta selalu ingat Tuhan juga merupakan ciri-ciri orang agamis.

Nah, berhubung stereotip agamis ini melekat dalam diri orang Madura, maka bisa jadi anggapan bahwa orang Madura tidak bisa kesurupan itu muncul dari situ. Entah ini benar atau tidak, tapi cocokloginya sudah pas, kan? Agamis=tidak bisa kesurupan. Ya meskipun cocoklogi ini sudah terbantahkan karena ada banyak orang Madura yang kesurupan seperti kasus-kasus kesurupan di atas.

Ya inilah akhirnya, bahwa apakah orang Madura itu tidak bisa kesurupan, tidak bisa terjawab dengan tuntas di tulisan ini. Saya hanya bisa menarik benang, mengaitkannya dengan paki-paku yang tertancap di papan dinding, mencocokkan satu hal dengan hal lain, cocoklogi. Apakah cocoklogi saya benar-benar cocok, saya juga tidak tahu. Satu hal yang jelas, domisili atau tempat asal bukan hal yang menghalangi seseorang untuk bisa kesurupan.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Di Mata Sains, Kesurupan Bukan Perkara Menyeramkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2022 oleh

Tags: kesurupanmadura
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Nestapa Tinggal di Desa Montorna Sumenep

Nestapa Tinggal di Desa Montorna Sumenep

18 April 2023
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Hidup di Sini

14 Mei 2025
Seandainya Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Tumbuh di Madura, Saya Jamin Ceritanya Akan Lebih Seru! (Mojok.co)

Seandainya Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Tumbuh di Madura, Saya Jamin Ceritanya Akan Lebih Seru!

10 Februari 2024
5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam! warmindo jogja warteg

5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam!

16 Agustus 2024
4 Akal-akalan Penjual Sate Ayam “Mempermainkan” Harga demi Untung Besar, tapi Bikin Pembeli Kapok Mojok.co

4 Akal-akalan Penjual Sate Ayam demi Meraup Cuan Besar, tapi Merugikan Pembeli

6 September 2025
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Biar Nggak Bingung Mana Madura United FC Mana Madura FC, Saya Berikan 3 Perbedaannya

31 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

28 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.