Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Penumpang yang Beli 2 Kursi Kereta Ekonomi PSO demi Bisa Selonjoran Adalah Orang yang Maruk dan Egois

Aqil Husein Almanuri oleh Aqil Husein Almanuri
4 Juli 2026
A A
Penumpang yang Beli 2 Kursi Kereta Ekonomi PSO demi Bisa Selonjoran Adalah Orang yang Maruk dan Egois Mojok.co

Penumpang yang Beli 2 Kursi Kereta Ekonomi PSO demi Bisa Selonjoran Adalah Orang yang Maruk dan Egois (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu saya berselancar pada kolom komentar postingan Instagram @rutekidul. Postingan itu berisi tentang keadaan orang-orang yang sedang santai selonjoran di kursi duduk kereta ekonomi tegak lurus. 

Kolom komentarnya menarik. Tak sedikit yang terang-terangan mengaku sengaja membeli dua tiket agar bisa nyaman di kereta. Tentunya dengan harga yang lebih murah ketimbang kereta ekonomi bisnis, premium, dan eksekutif.

ADVERTISEMENT

Barangkali, praktik tersebut tidak tampak sebagai persoalan besar jika dilihat dari sudut pandang individu. Seseorang membeli dua tiket dengan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berbeda (bisa jadi memakai KTP keluarga atau sahabatnya) di KAI Access dengan uangnya sendiri, sehingga memiliki hak atas dua kursi tanpa diketahui pihak KAI.

Akan tetapi, persoalannya jadi berbeda ketika objek yang diperebutkan adalah ekonomi Public Service Obligation (PSO). Kereta jenis ini bukan sekadar layanan komersial biasa, melainkan moda transportasi yang memperoleh subsidi dari negara agar masyarakat dapat menikmati tarif yang lebih terjangkau. 

Beberapa contoh kereta ekonomi PSO ada, KA Airlangga (relasi Jakarta-Surabaya) dengan harga hanya Rp104.000, KA Sritanjung (Yogya-Surabaya) Rp88.000, atau KA Probowangi (Ketapang-Surabaya) dengan harga Rp55.000.

Kereta ekonomi PSO dibuat murah supaya terjangkau bagi mereka yang membutuhkan

Subsidi pada kereta PSO lahir dari prinsip pemerataan akses transportasi. Negara mengeluarkan anggaran subsidi agar masyarakat memiliki kemampuan ekonomi terbatas tetap dapat bepergian dengan biaya murah dan aman. Dengan kata lain, tujuan utamanya bukan kenyamanan ekstra bagi sebagian orang, melainkan memperluas kesempatan masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.

Ketika satu orang sengaja membeli dua tiket dengan identitas berbeda agar bisa selonjoran dan mendapat ruang yang lebih lega, berarti ada satu kursi tidak bisa diakses oleh orang lain ketika pesan tiket. Kalau ini dinormalisasi, bayangkan ada berapa orang yang kesulitan mendapat tiket kereta ekonomi PSO. Memang tiket tersebut dibayar, tetapi apakah praktik semacam ini selaras dengan semangat subsidi publik?

Permasalahan ini semakin relevan mengingat tingginya permintaan terhadap kereta ekonomi PSO. Pada hari-hari biasa, sejauh yang saya amati, tiket kereta PSO adalah yang gampang habis, apalagi di musim liburan seperti lebaran dan lain-lain. 

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

Bayangkan, mereka yang ekonominya pas-pasan mau pulang kampung dan mengincar ekonomi PSO ternyata tiketnya habis. Mereka terpaksa mengubah jadwal pulang, mengubah moda transportasi yang lebih mahal, atau bahkan gagal pulang. Bukankah situasi ini lebih penting ketimbang memuaskan hasrat pribadi?

Sampai tulisan ini ditulis, saya belum menemukan aturan terkait larangan sengaja membeli dua tiket dengan identitas berbeda untuk menguasai dua kursi. Namun, dalam hal etika, tentu ini kurang baik karena menyangkut kepentingan publik. Meskipun (misal) tidak ada aturan yang mengatur atau melarang, etika tetap harus diutamakan demi kepentingan bersama.

ADVERTISEMENT

Mending pilih kereta ekonomi New Gen

Kalau tujuan utamanya adalah mencari kenyamanan, membeli dua tiket kereta ekonomi PSO bukanlah pilihan yang bijak. Pilihan yang lebih masuk akal adalah menggunakan kereta ekonomi non-PSO, terutama rangkaian Ekonomi New Generation yang menawarkan kursi lebih ergonomis, ruang kaki lebih lega, dan suasana perjalanan yang jauh lebih nyaman. 

Memang tarifnya lebih tinggi, tapi memang itulah konsekuensi dari layanan dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik. Apalagi jarak tarifnya tidak jauh berbeda dengan membeli dua tiket PSO, kok.

Ambil contoh KA Airlangga. Harga tiketnya sekitar Rp104.000. Jika seseorang sengaja membeli dua tiket agar memperoleh dua kursi untuk dirinya sendiri, total biaya yang dikeluarkan menjadi sekitar Rp208.000. Dengan nominal tersebut, sebenarnya sudah tersedia berbagai pilihan kereta ekonomi nonsubsidi yang menawarkan kualitas perjalanan lebih baik tanpa harus “mengunci” satu kursi yang seharusnya dapat dimanfaatkan penumpang lain.

Misalnya, KA Jayakarta atau KA Kertajaya yang termasuk kategori ekonomi non-PSO. Pada banyak jadwal perjalanan, tarifnya berada di kisaran Rp200.000 hingga Rp300.000. Selisih harganya tidak terlalu jauh dibanding membeli dua tiket PSO, tetapi penumpang memperoleh kenyamanan yang memang disediakan oleh kelas layanan tersebut. 

Lebih baik memilih layanan lain kalau mengincar kenyamanan

Cara di atas lebih sejalan dengan prinsip. Kenyamanan tambahan seharusnya diperoleh melalui layanan yang lebih tinggi, bukan dengan mengurangi kesempatan orang lain menggunakan layanan bersubsidi.

Kereta ekonomi PSO pada dasarnya diselenggarakan agar masyarakat memiliki akses terhadap transportasi dengan tarif terjangkau. Ketika satu orang sengaja membeli dua kursi hanya demi ruang pribadi, kursi yang sebenarnya bisa dimanfaatkan penumpang lain menjadi tidak dapat diakses. 

Padahal, pada waktu-waktu tertentu, tiket PSO sering habis dalam waktu singkat karena tingginya permintaan. Di balik satu kursi yang kosong itu, bisa saja ada pekerja, mahasiswa, atau keluarga yang akhirnya harus mencari moda transportasi lain dengan biaya lebih mahal.

Karena itu, apabila kemampuan finansial memungkinkan untuk mengejar kenyamanan, berpindah ke kereta ekonomi nonsubsidi merupakan pilihan yang lebih proporsional. Sedikit lebih mahal adalah hal yang wajar karena memang membeli kualitas layanan yang lebih baik. 

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, kebutuhan akan kenyamanan tetap terpenuhi tanpa mengurangi akses masyarakat lain. Ingat, kursi kereta ekonomi PSO yang sejak awal dirancang sebagai layanan transportasi publik bersubsidi.

Penulis: Aqil Husein Almanuri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2026 oleh

Tags: Kereka EkonomiKeretaKereta ekonomi new generationkereta ekonomi PSONew GenerationPSO
Aqil Husein Almanuri

Aqil Husein Almanuri

Hamba Tuhan yang Melankolis. Kadang mengajar, kadang nulis, kadang kuliah, kadang ngopi, dan gemar mengamati dunia politik pemerintah.

ArtikelTerkait

Membayangkan Jika Kereta Api di Indonesia Punya Playground seperti di Finlandia. Penumpang Tenang, tapi...

Membayangkan Jika Kereta Api di Indonesia Punya Playground seperti di Finlandia. Penumpang Tenang, tapi…

23 Mei 2024
5 Aturan Tidak Tertulis di Kereta Ekonomi, Sengaja Saya Tulis biar Sama-sama Nyaman

5 Aturan Tidak Tertulis di Kereta Ekonomi, Sengaja Saya Tulis biar Sama-sama Nyaman

2 Desember 2024
Kuda Putih: Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia Sekaligus Nenek Moyang Prameks kereta prameks

Kuda Putih: Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia Sekaligus Nenek Moyang Prameks

4 Maret 2024
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026
Pengalaman 32 Jam Naik Kereta Api Pakistan seperti Kembali ke Era 90-an Mojok.co

Pengalaman 32 Jam Naik Kereta Api Pakistan seperti Kembali ke Era 90-an

5 Januari 2025
Siasat Naik Kereta Ekonomi Solo-Nganjuk agar Kursi Tidak Hadap Belakang Mojok.co

Siasat Naik Kereta Ekonomi Solo-Nganjuk agar Kursi Tidak Hadap Belakang

1 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman 6 jam mampir ke IKN, saya ringkas untuk kalian yang penasaran dengan kondisinya Mojok.co

Pengalaman 6 jam mampir ke IKN saya ringkas untuk kalian yang penasaran dengan kondisinya

14 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja Mojok.co

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

13 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.