Belajar dari Film “Toko Barang Mantan”, Bilang “I Love You” Itu Penting!

Artikel

Avatar

Kemarin bersama beberapa teman saya ada kesempatan untuk nonton film Indonesia baru yang judulnya Toko Barang Mantan, pemainnya tak lain dan tak bukan si mamas ganteng Reza Rahadian dan mamak cantik beranak satu Marsha Timothy.

Inti cerita dari Toko Barang Mantan adalah tentang toko unik jual beli barang kenangan dari mantan milik Tristan (Reza Rahadian) si cowok gondrong yang tak juga lulus kuliah. Set lokasi toko ini memang mendominasi hampir sembilan puluh persen durasi film. Dengan dua orang karyawannya, Tristan berusaha mempertahankan eksistensi tokonya dari pemasukan yang pas-pasan, customer yang lebih banyak gajenya, juga serbuan kenangan dari mantan pacarnya.

Di sela kesibukan itu, mantan pacar Tristan yaitu Laras (Marsha Timothy) tiba-tiba datang ke toko mengantarkan undangan pernikahan. Katanya bulan depan dia akan menikah sambil memamerkan cincin dari calon suaminya. Hal ini tentu saja membangkitkan kenangan dan permasalahan masa lalu antara Tristan dan Laras yang ternyata belum selesai.

Film Toko Barang Mantan ini lucu, kocak, mengundang tawa tapi juga bikin mikir dan tentunya baper. Saya memahami beberapa hal yang kelihatannya sederhana di luar tapi sebenarnya justru adalah dasar dalam hubungan percintaan. Dan bukan cuma untuk yang sudah berpasangan saja ya, yang jomblo juga bisa dapat bahan nih untuk dipraktikkan pas sudah dapat pasangan nanti (aamiinin, Mblo!)

  • Ternyata mengucapkan I love you atau aku cinta kamu itu sangat penting. Mungkin memang tidak harus setiap saat diucapkan, tapi paling tidak biarkan pasanganmu tahu kalau kamu benar-benar mencintainya. Jangan sampai jadi seperti Laras yang selama bertahun-tahun terus bertanya-tanya, apakah Tristan benar-benar mencintainya?
  • Lalu ucapan cinta itu harus tetap diimbangi dengan tindakan. Tristan adalah orang yang percaya bahwa yang namanya cinta itu ya harus dibuktikan dengan sikap dan perlakuan pada pasangan. Dan itu memang dilakukannya saat pacaran dengan Laras. Tapi itu saja tetap tidak cukup untuk Laras, bagaimanapun keduanya harus seimbang.
  • Pastikan kejelasan status berpisah dengan mantan, jangan cuma main kabur seperti Laras. Merasa kecewa lalu menghilang itu jadinya malah mengecewakan orang lain dan sedikit banyak pasti terkesan masih memberi harapan. Kalau putus ya bilang putus, mau pisah ya bilang. Jangan ghosting. Itu yang perasaannya kamu gantungin anak orang lho!
  • Yang putus dan berpisah belum tentu tidak jodoh. Sama prinsipnya dengan yang sudah tunangan, tukar cincin, dan berencana menikah itu juga belum tentu jodoh. Walaupun bagian ini di film tampak seperti plot cerita mainstream yang sudah banyak kita temukan dalam drama percintaan tapi tetap bikin baper dan senyum-senyum sendiri, kok.
  • Sebenarnya yang menjadi pertanyaan terbesar saya adalah ngapain sih barang kenangan dari mantan itu dijual-jualin? Mungkin ini ide segar ya, lumayan kan barang yang bikin kita ingat sama mantan bisa dijual dan jadi duit. Apalagi kalau mantannya memang menyebalkan dan bikin kita sakit hati. Tapi saya sih lebih memilih untuk menyimpan atau buang sekalian. Simpan kalau memang masih bisa dipakai dan ada manfaatnya, buang kalau memang sudah tidak berguna.
  • Belum bisa move on itu tidak apa-apa. Manusiawi. Wajar. Asalkan bersikap baik sama diri sendiri ya, kalau jadinya malah menyiksa diri ya susah. Hidup sambil mengingat kenangan sama mantan juga tidak apa, menyimpan barang dari mantan juga tidak apa. Asal jangan jadi racun buat diri sendiri dan untuk hubungan yang berikutnya. Kan nggak lucu juga kalau sudah ada pasangan baru tapi masih ingat tentang mantan melulu.
Baca Juga:  Bioskop Trans TV Telah Berjasa pada Anak Pelosok yang Nggak Pernah Nonton Bioskop Beneran

Intinya, hubungan cinta antara dua orang itu adalah sebuah perjalanan yang seperti roller coaster. Ada naik, turun, ada saat harus berjalan pelan, lalu harus ngebut berlari. Tidak perlu pasangan dengan pemikiran yang sama atau dengan hobi yang sama, yang berbeda kadang akan jauh lebih menarik. Asalkan bisa menyamakan visi dan misi. Asalkan arah pandangannya ke titik yang sama. Kalau sudah tidak bisa disamakan ya mending pisah, jangan bertahan di hubungan yang menyakitkan. Nanti malah bengek.

Sekali lagi, yang jomblo tetap boleh kok nonton film Toko Barang Mantan ini, kok. Lumayan untuk berimajinasi, siapa tahu kelar nonton jadi berani bilang cinta ke gebetan. Ingat, menyatakan ‘I Love You‘ itu bagi beberapa cewek adalah sebuah hal besar. Saya juga gitu.

BACA JUGA Review Film Toko Barang Mantan: Ketika Reza Rahadian Dipaksa Nyelesein Skripsi atau tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
3


Komentar

Comments are closed.