Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona

Fatimatuz Zahra oleh Fatimatuz Zahra
30 April 2020
A A
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia dan sejumlah negara lain di dunia tengah disibukkan dengan mikroorganisme tak kasat mata yang hobinya jalan-jalan ke tubuh manusia tuk mencari penghidupan. Namanya corona virus atau covid-19. Ini kalau bentukannya orang nih, udah pasti bakal ditolak kalau mau masuk organisasi Muhammadiyah. Wong dari prinsip hidupnya saja sudah bertentangan dengan slogan Muhammadiyah yang bunyinya, ”Hidup hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari penghidupan dari Muhammadiyah.”

Corona virus ini benar-benar bikin semua orang kelabakan, tanpa terkecuali. Pertandingan-pertandingan besar dunia seperti NBA, turnamen bulutangkis penting, hingga olimpiade yang merupakan pesta olahraga lima tahunan sekali pun rela reschedule, lho. Kerugian makro maupun mikro sedang diperkirakan dan dicari solusinya oleh masing-masing negara maupun organisasi internasional seperti PBB.

Namun, ada sebagian kecil orang yang mungkin bisa menikmati hikmah dari terjadinya wabah ini. Yaitu mereka-mereka yang tiap bangun pagi deg-degan karena ditagih utang tiap hari sama rentenir. Pasalnya, berdasarkan imbauan Pak Presiden, utang dan segala cicilan bisa ditunda hingga satu tahun ke depan. Hehehe.

Terjadinya segala sesuatu tidak mungkin tanpa maksud, pasti ada pelajaran yang ingin Allah sampaikan kepada kita. Perihal pelajaran apa yang kita dapat, ya itu tergantung bagaimana kita melihatnya. Kalau saya, melihat covid-19 yang kebetulan bertamu ke Indonesia ini jelang bulan puasa sebagai salah satu sarana untuk kita belajar berpuasa dan bersikap yang sedang-sedang atau kalau dalam terminologi NU biasa disebut wasathiyah.

Datangnya corona ini memaksa kita untuk tetap waspada, mawas diri, dan memperhatikan lebih detail lagi mengenai sikap hidup kita sehari-hari. Ini mewujud dalam imbauan untuk jaga kebersihan dan jarak sebagai upaya pencegahan persebaran corona. Namun di lain sisi, kita juga dituntut untuk tetap tenang dan tidak panik melihat kondisi sekitar baik secara langsung maupun melalui media massa. Pasalnya, konon katanya panik akan melemahkan sistem imun tubuh yang pada gilirannya akan menjadi golongan yang rentan terpapar virus.

Betapa pesan ini adalah pesan sufistik yang mengharuskan kita menjaga sikap khouf (ketakutan) maupun raja’ (pengharapan) secara berimbang?

Selain dituntut untuk cakap mengelola emosi, kita juga berlatih menahan diri dari banyak hal. Dari kumpul-kumpul bersama orang terkasih, aktivitas harian seperti belajar dan bekerja yang biasanya dilakukan dengan keluar rumah pagi-pagi dan pulang larut malam menjadi aktivitas yang kita lakukan di rumah seharian penuh. Rencana-rencana perjalanan yang mungkin sudah kita perhitungkan jauh-jauh hari terpaksa dibatalkan, kerinduan kepada kampung halaman yang terpaksa tertahan lebih lama. Dan masih banyak lagi. Pada dasarnya, kita dituntut untuk memahami sebenar-benarnya puasa melalui datangnya virus ini.

Puasa yang bukan tentang lapar dan haus, tetapi ego dan hawa nafsu keduniawian kita yang sering tak terkendali. Bahkan bisa jadi, yang tadinya punya rutinan jamaah ghibah juga tidak lagi punya niat untuk mempergunjingkan satu sama lain karena terhalang jarak dan kesibukkan di rumah masing-masing.

Baca Juga:

Pandemi Berkepanjangan Bikin Penderita Maskne seperti Saya Kewalahan

Wahai Bapak Ibu Dosen, Kenapa Sering Sekali Mengganti Jam Kuliah Online Sih?

Saya sih memahami bahwa mungkin saja pandemi corona ini adalah peringatan untuk kita yang pada tahun-tahun sebelumnya menjalankan puasa hanya sebatas bangun sahur dan menunggu waktu berbuka untuk meningkatkan kualitas puasa kita. Lantas menjadi sebenar-benarnya menahan diri dari keinginan-keinginan yang tadinya wajar, yang mana tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah.

Jamaah tabligh yang dirahmati Allah….

Wqwqwq. Serius amat sih bacanya. Udah kali ah, yang jelas seperti apa pun kita kemarin-kemarin, Ramadan ini semoga jadi media untuk kita menghayati lagi sebenarnya untuk apa dan bagaimana seharusnya kita berpuasa. Yang sanggupnya masih menahan lapar dan haus, alhamdulillah. Yang sudah sanggup menahan hawa nafsu untuk tidak menggunjing ya, alhamdulillah.

Saya jadi ingat salah satu cuitan warganet di Twitter saat pandemi kemarin. “Metu mati, kedemek mati. Iki urip opo gobak sodor?” Yang artinya begini, “Keluar (dari rumah) mati, kena sentuh juga mati. Ini hidup apa mainan gobak sodor?” Seketika saat baca kelakar itu untuk kali pertama saya malah merinding. Pasalnya, saya merasa bahwa ternyata kita sedang diingatkan melalui covid-19 tentang kehidupan di dunia yang digambarkan dalam Alquran layaknya sebuah permainan, yang entah bagaimana jalannya kita semua akan berlomba-lomba memenangkannya. Seperti halnya juga ibadah puasa, kita berlomba dengan hawa nafsu dan siapa yang jadi juara akan tercermin dalam sebelas bulan selanjutnya.

BACA JUGA Esai-esai Terminal Ramadan Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2022 oleh

Tags: pandemi coronaTerminal Ramadan
Fatimatuz Zahra

Fatimatuz Zahra

Sedang belajar tentang manusia dan cara menjadi manusia.

ArtikelTerkait

Nasi Anjing yang Katanya Simbol Kesetiaan: Ah, Gimmick Macam Apa?!

27 April 2020
lockdown

Lockdown Menyebalkan, Itu yang Saya Alami di Maroko

25 Maret 2020
Persahabatan Tom dan Jerry yang Sering Disalahartikan sebagai Pertikaian Abadi Menghitung Pendapatan Kucing Kampung di Tengah Pandemi Corona

Menghitung Pendapatan Kucing Kampung di Tengah Pandemi Corona

16 April 2020
Orang yang Bilang 'Nggak Terasa Udah Desember 2020' Itu Sampah!

Orang yang Bilang ‘Nggak Terasa Udah Desember 2020’ Itu Sampah!

8 Desember 2020
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Pasta Gigi Siwak: Antara Sunah Nabi atau Komoditas Agama (Lagi)

18 Mei 2020
luhut

Menyerahkan Semua Urusan Pada Luhut Binsar Panjaitan

23 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat Mojok.co

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat

27 Januari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026
5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

26 Januari 2026
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Sidoarjo Mengajarkan Saya untuk Melambat dan Lebih Menikmati Hidup Mojok.co

Sidoarjo Mengajarkan Saya untuk Melambat dan Lebih Menikmati Hidup

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.