Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Beda Gaya Menyontek Generasi Ibu, Kakak, dan Saya

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
1 Oktober 2020
A A
Perbedaan Gaya Menyontek dari Generasi Ibu, Kakak, dan Saya Sendiri terminal mojok.co

Perbedaan Gaya Menyontek dari Generasi Ibu, Kakak, dan Saya Sendiri terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Selalu ada hal menarik yang bisa dikenang dari bangku sekolah. Pantas saja jika Almarhum Chrisye dalam sebuah lagunya menyebut bahwa tiada masa paling indah selain masa-masa di sekolah. Tapi, tidak sama dengan lagunya Chrisye, kenangan tentang sekolah tak melulu tentang cinta pertama. Tidak juga tentang guru killer atau momen makan gorengan lima bilangnya dua. Ada juga kenangan lain serupa aib yang sebagian dari kita rasanya pernah melakukan. Apalagi kalau bukan : menyontek.

Berbicara soal menyontek, alasan tiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang menyontek dengan alasan teman lain juga menyontek. Golongan ini nih yang bahaya kalau di kemudian hari jadi PNS. Baru diangkat dan diambil sumpah bisa-bisa langsung mengakali kuitansi dengan alasan “yang lain juga begitu”. Duh.

Ada juga yang menyontek karena pasrah. Sudah belajar, buku juga sudah dibolak-balik sampai lecek, tapi namanya orang nggak mudeng, gimana sih? Akhirnya, daripada malu dapat nilai seuprit, mengabaikan hati nurani dan memilih untuk membuat sontekan. 

Walaupun judulnya sama-sama ‘menyontek’,  rupanya ada perbedaan tata caranya dari generasi Ibu, Kakak, dan saya. Menurut penuturan Ibu, sekitar tahun ’80-an, tradisi menyontek sudah ada. Siswa pada masa ini biasanya menulis sontekan di anggota tubuh, seperti telapak tangan atau paha.

Sedangkan di tahun ’90-an saat kakak saya sekolah, sontekan beralih bukan lagi ke anggota tubuh tapi ke permukaan meja. Tidak hanya itu, sontekan dalam bentuk cuilan kertas yang disembunyikan juga mulai marak. Jadi, siswa menulis materi yang mereka anggap sulit di selembar kertas lalu menyembunyikannya di tempat aman seperti di dalam pulpen, kaos kaki, atau di sela-sela belahan rok bagi siswa perempuan. Kadang, ada juga yang disimpan di saku, lalu bersiasat izin ke kamar mandi demi bisa membuka sontekan.

Nah, pas zaman saya sekolah sekira awal 2000-an, caranya makin canggih lagi, nih. Gaya menyonteknya merupakan perpaduan antara kreativitas dan teknologi. Jadi gini, kalau sebelumnya materi yang sulit ditulis ulang di cuilan kertas lalu disembunyikan, kali ini tidak. Ngapain harus ribet-ribet? Mending memanfaatkan teknologi yaitu dengan cara LKS atau buku catatannya difotokopi perkecil. Bikin beginian rasanya udah kayak agen rahasia yang lagi menyembunyikan dokumen terlarang.

Kemudian, makin bertambah tahun, gaya menyontek makin bar-bar. Bayangkan, materi yang sulit bukan lagi ditulis ulang di cuilan kertas, di meja, atau difotokopi perkecil, tapi… lembar buku catatannya langsung disobek dan dijadikan sontekan, dong.

Lalu, bagaimana dengan bocah-bocah gen Z?

Baca Juga:

5 Kebiasaan Feodal di Sekolah yang Tidak Disadari dan Harus Segera Dibasmi

3 Keunggulan Sekolah di Desa yang Jarang Disadari Orang

Bisa ditebak, mereka nyonteknya pakai gadget, Guys. Materi pelajaran mereka foto, lalu dijadikan sontekan. Tanya jawab sama teman juga nggak pakai kode-kodean, seperti “Kalau aku pegang alis berarti ‘A’, kalau bibir berarti ‘B’….” Nggak. Mereka tanya jawaban ke teman pakai WA. Nggak usah heran, mereka-mereka ini bisa banget kok ngetik sesuatu tanpa harus melihat keyboard. Skill dewa.

Yang terpenting adalah menyembunyikan gawai agar nggak ketahuan guru dan pengawas.

Tapi, jumlah yang menyontek pakai gadget juga nggak seberapa sih. Tahu nggak yang lebih banyak itu apa? Yang pasrah. Yang nggak peduli, bahkan tahu ada ulangan pun nggak. Yang kalau ketemu soal susah sedikit lebih memilih untuk nglumbruk di meja daripada berusaha memikirkan jawaban. 

Ada juga yang buru-buru mengumpulkan hasil garapan biar bisa langsung ngedeprok main gadget di luar ruangan. Eee… pas diteliti, di lembar jawab mereka malah tertulis dalil, “Barangsiapa menyusahkan, bla bla bla.” termasuk kalimat-kalimat curhat, seperti, “Saya nggak bisa, Bu….” 

Ketimbang nekat menyontek, banyak yang memilih untuk tidak berusaha sama sekali. Jujur sih, tapi nilai perjuangannya nggak ada.

BACA JUGA 3 Kesalahan ‘Anjayani’ yang Membuatnya Jadi Hujatan Netizen atau artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2020 oleh

Tags: anak sekolahujian nasional
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Alasan Tidak Penting Mengapa Ujian Nasional Sebaiknya Jangan Dihapus

Alasan Tidak Penting Mengapa Ujian Nasional Sebaiknya Jangan Dihapus

23 Desember 2019
nasionalisme, apa yang sudah kamu lakukan untuk negara

Nasionalisme Tidak Melulu Upacara dan Baris-berbaris Saja

20 Juli 2019
Program Pojok Baca Kelas di Sekolah Cuma Basa-Basi, Ujung-ujungnya Jadi Pojok Tidur Siswa

Program Pojok Baca Kelas di Sekolah Cuma Basa-Basi, Ujung-ujungnya Jadi Pojok Tidur Siswa

4 April 2024
toilet

Toilet Sekolah di Timur Indonesia

13 Mei 2019
Punya Rumah Dekat SMP Negeri Banyak Masalah, Bikin Nggak Betah

Punya Rumah Dekat SMP Negeri Banyak Masalah, Bikin Nggak Betah

8 Februari 2024
kantin

Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji)

29 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Dear UNY, Tambah Fakultas Baru Sah-sah Aja, tapi Jangan Lupa Pikirkan Lahan Parkirnya  MOjok.co kampus

Surat Terbuka untuk Kampus yang Menambah Mahasiswa dan Gedung, tapi Lahan Parkirnya Tetap Sempit, Logikanya di Mana?

14 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang
  • Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual
  • UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah
  • iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru
  • Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang
  • Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.