Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Beberapa Momen yang Bikin Saya Sadar Pakai Kacamata Itu Nggak Enak

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
21 Desember 2020
A A
Beberapa Momen yang Bikin Saya Sadar bahwa Menjadi Orang Berkacamata Itu Nggak Enak Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kacamata sudah jadi barang yang wajib dipakai orang-orang dengan masalah penglihatan termasuk saya sendiri. Sudah sejak 4 tahun yang lalu saya memakai kacamata lantaran hasil cek mata saya menunjukkan minus 3. Mau nggak mau, saya harus pakai kacamata sesuai anjuran dokter. Menurut dokter yang memeriksa, mata saya sudah termasuk parah. Semua orang rumah saat itu pun kaget setelah mengetahui kondisi mata saya yang sudah parah untuk orang yang baru pertama kali cek mata. Salah saya juga sih nggak bilang-bilang kalau mata saya sudah bermasalah sejak beberapa tahun belakangan.

Awalnya, saya pikir pakai kacamata itu nggak buruk-buruk amat, toh malah bisa jadi aksesori tambahan yang menarik buat saya. Siapa tahu jadi lebih keren kan? Di hari-hari awal saya pakai kacamata, rasanya lega banget. Soalnya saya sudah lama nggak merasakan lihat objek secara jelas. Selain itu, saya juga merasa lebih cocok kalau pakai kacamata lantaran faktor wajah saya yang kelihatan culun.

Ternyata setelah beberapa bulan pakai kacamata, saya baru menyadari ada momen-momen tertentu yang sulit dilakukan orang berkacamata seperti saya. Sampai sekarang, saya masih belum menemukan solusi yang efektif untuk beberapa permasalahan ini.

Pertama, dipanggil teman pas nggak pakai kacamata. Mungkin ini momen pertama setelah pakai kacamata yang bikin saya bingung setengah mati, dan mungkin juga dirasakan orang berkacamata lainnya.

Orang dengan penglihatan normal, mungkin akan santai saja ketika ada teman yang memanggil karena bisa melihat secara jelas siapa yang memanggil. Tapi untuk orang berkacamata seperti saya, akan ada momen di mana saya sedang nggak pakai kacamata dan tiba-tiba dipanggil dari belakang, “Woi, Bal!” Refleks saya akan menoleh ke belakang untuk membalas panggilannya, “Woi…” Dan suara lanjutannya cuma bisa keluar dalam hati, “Woi, ini siapa yang manggil?” Hahaha.

Akhirnya, momen saat saya nggak memanggil balik nama teman saya itu bikin nggak enak hati. Takutnya teman saya berpikiran saya sombong! Sulit menghindari momen seperti ini lantaran kondisi kita yang pasti akan refleks menengok sehingga nggak ada waktu buat pakai kacamata dulu sebelum menengok.

Kedua, kacamata nyelip entah di mana dan pas lagi sendirian di rumah. Dalam beberapa momen tertentu, orang harus melepas kacamatanya sementara seperti saat sebelum tidur dan sebelum mandi. Anehnya, orang yang punya kacamata sering banget kelupaan di mana terakhir kali menaruh kacamata. Dengan posisi mata yang sudah burem, kita harus mencari satu benda yang ukurannya nggak besar-besar amat di seluruh penjuru rumah.

Kalau lagi nggak buru-buru sih enak, nggak harus kejar-kejaran dengan waktu buat cari kacamata. Tapi, kalau pas keadaan lagi buru-buru malah bakal menambah kepanikan yang bikin kacamata itu jadi semakin tak terlihat saat dicari. Sudah posisi di rumah sendirian, keadaan mata nggak mendukung, panik pula, ya sudah deh cuma bisa berdoa dan terus berusaha.

Baca Juga:

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Refraksionis Optisien Dikira Perawat padahal Job Desc-nya Beda

Ketiga, mengendarai motor di malam hari dalam kondisi cuaca hujan. Dengan kondisi mata minus 3, melihat jalanan di malam hari sudah hampir nggak bisa saya lakukan. Tanpa kacamata, yang terlihat hanya berkas-berkas sinar lampu dari kendaraan lain dan itu sama sekali nggak membantu saya mengidentifikasi objek apa yang ada di depan. Bisa saja itu mamang penjual nasi goreng pakai lampu petromaks lagi keliling. Jadi, pakai kacamata saat berkendara di malam hari wajib hukumnya.

Apalagi kalau cuaca sedang hujan. Mau copot kacamata? Malah makin nggak kelihatan. Penglihatan saat cuaca normal saja sudah memprihatinkan, apalagi dalam cuaca hujan yang jarak pandangnya makin kecil. Pakai kacamata pun bisa dibilang keputusan yang salah lantaran titik-titik air yang tertinggal di lensa bakal membiaskan cahaya yang masuk ke mata. Duh, semua jadi serba salah.

Makanya, sekarang saya pasti tunggu hujan reda dulu kalau mau pulang malam dan kebetulan turun hujan. Daripada memaksakan diri ngegas motor tapi kecepatannya setara berjalan kaki.

Jadi, itulah beberapa momen yang bikin saya sadar kalau ternyata jadi orang berkacamata itu nggak enak! Buat kalian yang masih punya penglihatan normal, jagalah mata kalian seperti menjaga pacar dari tikungan teman. Kalau masih nggak percaya pakai kacamata itu nggak enak, cobain aja sendiri!

BACA JUGA Kuliah Online Bikin Jiwa Bandel Mahasiswa Tidak Terfasilitasi dengan Baik dan tulisan Muhammad Iqbal Habiburrohim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2020 oleh

Tags: kacamata
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Bingung Memilih Frame Kacamata yang Cocok? Pakai FaceApp!

Bingung Memilih Frame Kacamata yang Cocok? Pakai FaceApp!

29 Januari 2022
3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos! terminal mojok.co

3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos!

5 November 2020
Refraksionis Optisien Dikira Perawat padahal Job Desc-nya Beda

Refraksionis Optisien Dikira Perawat padahal Job Desc-nya Beda

19 Juni 2024
7 Dosa Besar Optik yang Bikin Pelanggan Minggat

7 Dosa Besar Optik yang Bikin Pelanggan Minggat

7 Desember 2023
Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm terminal mojok.co

Cara Menghilangkan Embun di Kacamata saat Memakai Masker

17 Agustus 2020
Berbagai Cara yang Saya terminal mojok.co Lakukan Biar Punya Mata Minus dan Bisa Pakai Kacamata

Berbagai Cara yang Saya Lakukan Biar Punya Mata Minus dan Bisa Pakai Kacamata

15 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.