3 Anime Thriller yang Sebaiknya Nggak Ditonton sambil Makan – Terminal Mojok

3 Anime Thriller yang Sebaiknya Nggak Ditonton sambil Makan

Artikel

Vivi Wasriani

Film thriller selalu menampilkan adegan seru dan menegangkan. Genre thriller memang nggak selalu soal darah. Tapi, mayoritas film bergenre thriller hampir selalu ada adegan berdarahnya. Walaupun saya adalah perempuan tulen nan cantik (anggap saja begitu) yang kadang suka anime bergenre romance dan slice of life, tapi kecintaan saya menonton anime thriller juga cukup tinggi. 

Kali ini saya akan merekomendasikan tiga anime bergenre thriller berbumbu misteri, mendekati gore, yang sebaiknya nggak Anda tonton sambil makan. Argumen yang menyebut bahwa anime hanya untuk anak kecil tentu sudah nggak valid lagi di hadapan empat anime ini karena justru anak-anak nggak boleh nonton.

#1 Death Parade

Menurut banyak orang, seseorang kadang nggak sadar kalau dia sebenarnya sudah mati. Bagaimana kalau saat kita mati dan timbangan amal baik-buruk dilaksanakan di sebuah bar khas Barat? Bagaimana kalau saat selesai penimbangan, nggak ada yang namanya surga dan neraka? Parade Kematian mengusung tema yang agak sensitif seperti itu.

Bar bernama Quindecim ini dijaga oleh seorang bartender bernama Decim. Orang-orang yang mati dalam keadaan menyimpan emosi negatif seperti dendam atau amarah akan ditransfer ke Quindecim dengan keadaan lupa dengan apa yang terjadi sehingga mereka bisa berada di tempat tersebut. Decim sebagai bartender sekaligus hakim akan mengajak orang yang datang ke bar untuk bermain death game yang selanjutnya hasil permainan tersebut akan menuntun ke mana pemain akan berlabuh, kehampaan atau reinkarnasi. Iya, dalam Death Parade nggak ada konsep surga neraka.

Permainan yang digunakan adalah permainan khas Barat yang selalu ada di kasino dan bar, seperti rolet, tarot, poker, biliar, dan  lain-lain. Hasil akhir dari permainan akan menuntun pemain ke dalam kehampaan jika Decim menilai mereka tidak layak hidup. Jika ada orang yang masih layak hidup, Decim akan mengirimnya ke bilik reinkarnasi. Tak lupa di tiap episode anime thriller Death Parade menyajikan adegan berdarah, menegangkan, kebingungan, dan mengharukan yang dipadukan secara sempurna.

#2 The Garden of Sinners

Lebih berdarah dari Death Parade, Taman Pendosa berpusat pada tokoh utama bernama Ryougi Shiki yang memiliki tiga alter ego setelah koma yang cukup lama akibat kecelakaan fatal. Kepribadiannya yang banyak ini memberi dia kemampuan untuk melihat garis kehidupan sesuatu. Entah hewan, manusia, atau benda mati. Jika garis yang terpampang di tubuh sesuatu yang dia lihat tersebut dipotong menggunakan pisau yang selalu dia bawa, ia akan hancur berkeping. Alter ego yang dia miliki membuatnya jadi pembunuh berantai tanpa sadar.

The Garden of Sinners memiliki 10 episode panjang yang di beberapa episode menceritakan tokoh yang berbeda, walaupun masih berhubungan. Anime thriller ini digarap oleh Ufotable yang nggak perlu diragukan lagi sekeren apa visualnya. Cerita yang berat sebab selalu bersangkutan dengan roh gentayangan, jin, kepribadian ganda, dan penyihir serta adegan yang kelewat liar sangat nggak disarankan untuk ditonton sambil makan apalagi ditonton anak di bawah 17 tahun.

#3 Boogiepop Doesn’t Laugh (2019)

Boogiepop Nggak Ketawa versi 2019 adalah anime remake dari judul yang sama yang rilis pada 2000 silam. Dengan nggak mengubah cerita dasar dan mempercantik visual, Boogiepop Doesn’t Laugh (2019) menyajikan thriller yang bikin deg-degan sekaligus penuh plot twist. Digarap oleh Madhouse yang identik dengan kegilaan adegan brutalnya dengan total 18 episode. Cerita berpusat pada kehidupan perempuan SMA bernama Miyashita Touka yang dari kecil divonis punya kepribadian ganda. Nyatanya, Touka nggak punya kepribadian ganda, hanya saja ada malaikat kematian yang bernama Boogiepop yang meminjam tubuhnya.

Boogiepop sendiri dianggap hanya legenda yang bertugas melepaskan penderitaan dan rasa sakit manusia. Sebenarnya, Boogiepop hadir untuk mengalahkan villain bernama Manticore yang mengedarkan obat kepada orang awam yang dapat membuat pemakainya menjadi sesama Manticore alias manusia pemakan manusia atau kanibal. Story telling yang seperti puzzle membuat kamu yang mau nonton harus ekstra konsentrasi supaya nggak bingung dengan jalan ceritanya. Selain itu, adegan potong-potongan yang disajikan benar-benar bikin ngilu.

BACA JUGA Orang yang Chat WhatsApp Duluan tapi Nggak Balik Balas Saat Kita Sudah Balas Chatnya Itu Kenapa, sih? dan tulisan Vivi Wasriani lainnya.

Baca Juga:  Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton sama Anak Indie
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
4


Komentar

Comments are closed.