Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Menghilangkan Embun di Kacamata saat Memakai Masker

Yuarandhi Shulistyo Nooraruma oleh Yuarandhi Shulistyo Nooraruma
17 Agustus 2020
A A
Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm terminal mojok.co

Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Memiliki kondisi mata minus atau rabun jauh emang membuat saya kesulitan untuk melihat sesuatu dengan jelas. Hal inilah yang akhirnya mengharuskan saya untuk memakai kacamata untuk membantu penglihatan. Tapi, setelah saya memakai kacamata bukan berarti hidup saya menjadi damai, malahan memunculkan permasalahan-permasalahan lain yang membuat saya sebel dan bete sendiri. Salah satu permasalahannya yaitu munculnya embun di kacamata saat memakai masker.

Ya, pemakaian masker akan mengarahkan embusan napas yang panas dan lembap ke lensa kacamata kita. Uap dalam napas akan mengembun pada lensa dan tegangan permukaan menyebabkan tetesan uap tersebut akan bertahan lama di lensa kacamata. Akibatnya, meski saya sudah terus-terusan menyeka embun tersebut, tetap aja lensa kacamata saya akan kembali berembun setiap kali saya bernapas. Duh, menyebalkan pastinya. Apalagi di tengah pandemi saat ini, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk selalu memakai masker saat keluar rumah.

Memakai masker emang nggak hanya melindungi kita dari virus, tapi juga dapat membuat saluran pernapasan kita terlindungi dari polusi udara atau debu. Namun, bagi sebagian pemakai kacamata seperti saya, memakai masker merupakan tantangan tersendiri. Bagi saya yang sehari-hari berkacamata, memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan maupun saat berinteraksi dengan orang lain emang cukup membuat emosi, apalagi saat sedang berkendara sepeda motor, seketika pandangan saya langsung ngeblur tanpa bisa melihat jalan dengan jelas. Hal ini tentunya berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan.

Hal ini membuat saya bingung, di satu sisi saya harus memakai masker untuk menghindari debu dan virus, tapi di sisi lain memakai masker justru akan membuat kacamata saya menjadi mengembun sehingga saya nggak bisa melihat dengan jelas. Karena hal itu, akhirnya saya pun mencari berbagai cara agar saat memakai masker kacamata saya tidak mengembun. Berikut cara-cara yang sudah pernah saya coba lakukan.

Cara #1 Mengolesi kacamata dengan krim cukur

Cara pertama yang pernah saya lakukan untuk mengatasi kacamata berembun saat memakai masker adalah dengan mengoleskan krim cukur. Ya, krim cukur yang biasa saya pakai untuk mencukur kumis dan berewok saya malah saya pakai untuk mengolesi kacamata agar tidak berembun.

Awalnya saya waktu baca-baca di internet tidak percaya. Jadi akhirnya saya putuskan untuk mencobanya. Emang terdengar aneh rasanya, tapi kenyataannya krim cukur ini cukup manjur untuk menghilangkan embun di kacamata yang bisa mengganggu penglihatan. Kamu bisa memakai merk krim cukur apa saja, entah itu Proraso, Dalan Men, ataupun Gillette.

Penerapannya pun simpel banget, saya hanya perlu mengoleskan krim cukur secara merata pada lensa kacamata. Setelah itu membersihkan dengan hati-hati sampai benar-benar terlihat jernih. Hasilnya? Embun di kacamata saat memakai masker pun hilang. Tapi akan sangat disayangkan jika krim cukur malah sering dipakai untuk membersihkan kacamata karena harganya lumayan mahal. Jadi saya hanya pernah mencoba cara ini satu kali saja dan memilih mencari cara lain.

Cara #2 Melipat bagian atas masker

Salah satu penyebab udara keluar dari bagian atas masker adalah karena ukurannya yang tidak pas alias longgar. Jadi karena itu saya kepikiran untuk melipat tepi atas masker dengan harapan embun tidak akan muncul di kacamata. Dan benar saja, ternyata cara ini manjur. Ketika saya baca di internet, ternyata melipat bagian atas masker wajah akan memberikan ruang ekstra bagi napas kita untuk keluar sebelum menyentuh kacamata.

Baca Juga:

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Refraksionis Optisien Dikira Perawat padahal Job Desc-nya Beda

Tapi cara ini hanya bisa diterapkan di masker kain. Jadi tidak bisa diterapkan pada masker yang memiliki lipatan kawat seperti yang ada di masker bedah. Satu-satunya kelemahan cara ini adalah ketika saya melipat bagian atas masker akan mengurangi ukuran masker. Padahal bagian tepi masker harus selalu pas dan menutupi seluruh hidung dan mulut untuk melindungi diri saya dari droplet secara menyeluruh.

Cara #3 Menyelipkan tisu ke balik masker

Saya pernah mencoba melipat dan menyelipkan tisu di balik masker agar kacamata saya tidak berembun saat memakai masker. Karena katanya tisu dapat digunakan untuk menangkal udara berjalan atau menguap ke atas karena tertahan dan terserap olehnya, maka dari itu saya akhirnya mencoba cara ini.

Cukup pakai beberapa lembar tisu, katanya sih cukup 2-3 tisu, tapi waktu saya memakai sejumlah itu kenyataannya kacamata saya masih berembun. Jadi akhirnya saya menambahkan tisu menjadi 5-6 tisu baru embun tidak muncul. Setelah itu tisu saya masukkan ke balik masker yang digunakan dan tisu harus menutupi tulang hidung, tepat pada bagian di mana kacamata bersangga.

Ternyata pemakaian tisu ini hanya akan bertahan beberapa waktu saja, kira-kira 15-30 menit saja karena tisu akan cepat lembap. Jadi karena itu saya sering memeriksa kelembapan tisu. Jika tisu sudah lembap, saya akan langsung mengganti dengan yang baru agar tidak menjadi basah di dalam.

Cara #4 Mengencangkan tali masker

Cara ini memang sangat simpel, tapi hanya bisa dipakai untuk masker yang memakai ikatan tali saja. Karena saya memiliki masker yang ada talinya jadi saya coba melakukan cara ini. Saya akhirnya mencoba mengencangkan ikatan tali masker di belakang kepala setiap saya pakai untuk keluar rumah.

Berdasarkan pengalaman saya, cara ini memang sangat manjur, setiap saya pakai untuk berkegiatan di luar ruangan tidak ada embun yang muncul. Tapi kelemahannya, saya harus mengikat talinya dengan kencang sekali baru embun tersebut tidak akan muncul dan juga saat saya mengikat talinya dengan kencang justru akan membuat saya kesulitan untuk bernapas. Jadi saya sarankan jika kamu penderita asma sebaiknya jangan pernah melakukan cara ini karena hanya akan menambah penderitaanmu.

Cara #5 Turunkan kacamata ke bawah

Ya. Dengan cukup menurunkan kacamata ke bawah sedikit dapat membuat kacamata saya tidak berembun lagi. Menurut saya, cara ini adalah cara termudah dan terbaik, karena saya sering melakukan cara ini ketika keluar rumah. Hasilnya? Embun tidak muncul lagi di kacamata saya.

Penerapan cara ini sangatlah mudah, pertama saya hanya harus memakai masker dengan benar terlebih dahulu. Kedua, saya turunkan kacamata ke bawah hingga sedikit menimpa masker. Jika saya rasa masih ada sedikit embun, saya turunkan sedikit lagi kacamatanya hingga embun tidak muncul. Oleh karena mudah dan praktis, akhirnya setiap saya keluar, saya selalu melakukan cara ini terus-menerus. Kelemahan cara ini cuma satu, yaitu saya malah akan terlihat seperti kakek-kakek yang sedang mencari gadis-gadis muda untuk dinikahi setiap kali saya keluar rumah dengan menurunkan kacamata.

BACA JUGA Perbedaan Hakiki Lensa Kacamata Mahal vs Murah dan tulisan Yuarandhi Shulistyo Nooraruma lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: kacamatamasker
Yuarandhi Shulistyo Nooraruma

Yuarandhi Shulistyo Nooraruma

sedang belajar menulis dan bercerita

ArtikelTerkait

8 Jenis Masker yang Bisa Dipilih sebagai Senjatamu Saat Pandemi terminal mojok.co

8 Jenis Masker yang Bisa Dipilih sebagai Senjatamu Saat Pandemi

24 September 2021
Bingung Memilih Frame Kacamata yang Cocok? Pakai FaceApp!

Bingung Memilih Frame Kacamata yang Cocok? Pakai FaceApp!

29 Januari 2022
virus corona masker sampah kesehatan bekas pakai operasi masker mojok.co

Apa Jadinya Jika Masker-Masker yang Terjatuh di Jalanan Dibuat Mainan Anak Kecil Lalu Dipakai

1 Juni 2020
Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
7 Produk Mustika Ratu yang Bagus untuk Perawatan Diri di Rumah Terminal Mojok

7 Produk Mustika Ratu yang Bagus untuk Perawatan Diri di Rumah

17 September 2022
3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos! terminal mojok.co

3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos!

5 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial Mojok.co

Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial

13 Juli 2026
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Potensi Besar, Hasil Dipertanyakan: 3 Alasan Warga Situbondo Wajib Kecewa dengan Daerahnya yang Gitu-gitu Aja

13 Juli 2026
Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.