Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Beberapa Alasan Kita Tidak Kunjung Bertemu dengan Alien Hingga Kini

M. Rizki Syahrul Mubarok oleh M. Rizki Syahrul Mubarok
23 November 2020
A A
alien kehidupan planet lain mojok

alien kehidupan planet lain mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam artikel (sok) ilmiah ini, saya akan coba mengupas secara singkat berkaitan mengenai topik yang ada pada judul artikel ini. Dikutip dari Why Haven’t We Found Alien Life? Blame Our Closed Minds, “there are 10 billion trillion planets in the observable universe that could potentially host life”. Bingung? Tenang, saya coba jelaskan.

Dalam artikel tersebut dijabarkan hitung-hitungan matematis yang out of the world, probabilitas yang mendekati tak terhingga membuat mulut menganga melihat angkanya saja. Saya tergelitik untuk mencari lebih jauh tentang topik ini, sebab yang namanya penasaran, seperti rindu, harus dituntaskan.

Dan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan dan keingintahuan saya yang semakin meningkat, saya akan mencoba menjabarkan kenapa alien belum ditemukan berdasarkan teori-teori yang berkaitan.

The Fermi Paradox Theory

Konsep mengenai Fermi Paradox pertama kali dipopulerkan oleh seorang fisikawan asal Italia yang bernama Enrico Fermi, yang juga dikenal sebagai Bapak Bom Atom. Pada teorinya Enrico melalui michael heart dilansir dari space.com menyebut sedikitnya tiga argumen untuk menjawab pertanyaan kenapa belum ada alien yang mengunjungi bumi

Pertama, kekurangan secara fisik

Alasan mengapa alien masih belum juga mengunjungi manusia yang pertama adalah karena adanya physical disadvantages bagi para alien untuk mengunjungi bumi. Alasan seperti jarak yang terlalu jauh dan kekurangan dalam bidang teknologi pun menjadi konsiderasi yang amat penting untuk dikontemplasikan lagi kenapa alien masih belum mengunjungi bumi. Mungkin saja mereka pun masih kesulitan untuk menghubungi kita. Who knows?

Kedua, Bumi terlalu kuno untuk mereka pelajari

Argumen kedua tentang Fermi Paradox ini adalah mungkin saja kehidupan yang ada di Bumi ini sebenarnya juga ada di luar sana, namun tidak semua bisa saling menjaga karena perbedaan waktu evolusi. Maksudnya begini, evolusi makhluk di luar sana jauh lebih berkembang dibanding kita—makhluk yang ada di Bumi ini—jadi percuma jika mereka ingin mempelajari kita.

Ketiga, alien sudah pernah mengunjungi bumi, namun sejarah menghapusnya

Argumen the Fermi Paradox yang ketiga adalah mungkin saja alien memang sudah mengunjungi bumi di masa lampau, saat bumi masih dihuni manusia purba dan dinosaurus, namun karena pada saat itu belum ada alat untuk mencatat bukti secara konkret, akhirnya bukti-bukti kunjungan alien pun terhapus oleh ketidakjelasan sejarah dalam menyampaikan dan melestarikan bukti-bukti kunjungan yang dilakukan alien di masa lampau.

Selain The Fermi Paradox, saya tambahkan pendapat lain agar makin banyak variabel yang bisa kita pahami tentang mengapa makhluk ekstraterestrial itu tak kunjung kita temukan.

Baca Juga:

6 Pekerjaan yang Terancam Punah, padahal Dahulu Mudah Sekali Dijumpai

Foldable Screen, Langkah Awal Menuju Masa Depan Tanpa Batas dan Melampauinya

Kita tidak lebih dari monyet bagi para makhluk ekstraterestrial

Sejarah kebanyakan bercerita bahwa setiap kunjungan selalu berakhir pada kolonisasi, dan setiap kolonisasi selalu berakhir pada kehancuran dan kepunahan. Contohnya, ketika bangsa Eropa mencoba mengolonisasi benua Amerika, meski yang banyak kita dengar adalah bangsa Eropa pada waktu itu membawa bendera exploration, tapi bisa kita lihat sekarang bahwa bangsa Maya, Aztec, Amazonian, dan penghuni benua Amerika pertama lainnya sekarang sudah sulit diketahui keberadaannya.

Mungkin kehidupan di alam semesta itu memanglah langka, oleh karena itu para alien yang pastinya sudah jauh lebih advanced daripada manusia berusaha melestarikannya dengan cara tidak mengganggunya.

Saya biasa memberikan analogi seperti, cagar alam, hutan lindung. Kita manusia yang hanya punya sedikit kesadaran pun menganggap menjaga alam itu sangat penting. Menjaga kelangsungan alam perannya amat vital pada keberlangsungan kehidupan lainnya di bumi. Jadi mungkin saja para alien mungkin tau keberadaan kita, tapi mereka membiarkan saja keberadaan kita di Bumi ini.

Jadi dalam teori ini, bisa saja dalam satu titik di masa depan, ketika peradaban manusia di bumi sudah mencapai kesadaran yang cukup untuk memahami misteri-misteri beyond science, alien pun akan secara jelas memperkenalkan dirinya.

Mungkin kita masih terlalu primitif, mungkin para penghuni peradaban yang di luar sana melihat manusia baru pada fase pertama dalam konteks evolusi, manusia itu tidak lebih dari chimps (monyet) yang baru bisa berfikir.

Teknologi nano

Teori yang selanjutnya berporos pada evolusi teknologi yang berprinsip “Semakin maju sebuah teknologi, akan semakin efisien dalam penggunaan energi”. Dan dalam kasus ini pergerakan teknologi diprediksi akan terus berkembang ke arah yang berorientasi pada efisiensi.

Kata “nano” digunakan karena dengan semakin kecilnya eksistensi teknologi tersebut akan semakin sedikit energi yang digunakan. Dan teori ini yang sedang gamblang-gamblangnya bisa kita lihat pada peradaban di Bumi saat ini. Perubahan signifikan ke arah minimalisme bentuk dari gadget dan hal-hal digital lainnya. Handphone yang dahulu sebesar batu bata, sekarang makin mengecil—setidaknya ke ukuran yang cukup menyenangkan untuk kita genggam.

Kaitannya dengan teori ini adalah mungkin saja alien itu benar adanya dan benar mereka telah menyambangi kita, namun karena peradaban mereka ribuan tahun atau bahkan jutaan tahun lebih maju daripada peradaban kita, bisa jadi mereka ada di sekitar kita. Hanya saja mereka terlalu kecil untuk kita lihat karena pola pergerakan teknologi yang mengarah kepada minimalisme bentuk tersebut. Itulah inti dari The Nano Civilization Theory.

Sebagai penutup, tak bisa disangkal sejarah umat manusia pun masih diliputi kabut misteri yang sangat tebal. Banyak bab-bab tentang sejarah umat manusia yang begitu saja terlewat, yang hancur karena propaganda politik sampai bencana-bencana alamiah. Jadi, masih terlalu dini untuk menyimpulkan seperti apa dunia ini sebenarnya.

BACA JUGA Belajar dari Soleh Solihun

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2021 oleh

Tags: alienbumiteknologi
M. Rizki Syahrul Mubarok

M. Rizki Syahrul Mubarok

Finance, philosophy, education oriented.

ArtikelTerkait

Rame E-commerce Gaet Bintang K-Pop, Siapa yang Paling Pecah? terminal mojok.co

Rame E-commerce Gaet Bintang K-Pop, Siapa yang Paling Pecah?

23 Maret 2021
Nasib Penjual Mp3 yang Setia dan Bertahan Selama 11 Tahun terminal mojok.co

Nasib Penjual Mp3 yang Setia dan Bertahan Selama 11 Tahun

25 Oktober 2020
Berhenti Beri Saran 'Mending rakit PC' buat yang Tanya Rekomendasi Laptop terminal mojok.co

Berhenti Beri Saran ‘Mending Rakit PC’ buat yang Tanya Rekomendasi Laptop

6 November 2020
4 Produk Apple Paling Fenomenal tapi Unfaedah ketika Dibeli Terminal Mojok

4 Produk Apple Fenomenal tapi Nggak Banget ketika Dibeli

23 Februari 2022
Salah Kaprah Orang Tua dalam Menggunakan Emoticon untuk Berkirim Pesan

Salah Kaprah Orang Tua dalam Menggunakan Emoticon untuk Berkirim Pesan

13 Februari 2020
membalas pesan

Malasnya Berurusan Dengan Orang yang Online Tapi Enggan Membalas Pesan

2 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.