Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Beasiswa Bidikmisi Bukan untuk Saya dan Meyakinkan Orang Tua Menjadi Tantangan Paling Berat

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
20 Desember 2023
A A
Beasiswa Bidikmisi yang Tidak Saya Butuhkan (Unsplash)

Beasiswa Bidikmisi yang Tidak Saya Butuhkan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah kuliah gratis, kamu masih mendapat “gaji”, kan menggiurkan. Tapi, cobalah kuat iman, diskusikan peruntukkan beasiswa Bidikmisi ini pada orang tua.

Saya ingat betul bagaimana beberapa kawan saya dulu mengurus Bidikmisi dan betapa bahagianya mereka ketika jatah mereka cair. Pikir saya ketika itu, enak banget ya kuliah dibiayai negara, dikasih uang saku pula. Kadang, kalau beasiswa kawan saya itu cair, dia tak ragu ngajak makan ke restoran yang agak fancy bagi sebagian mahasiswa: Pizza Hut.

Tepat sebelum kuliah, sebenarnya saya pernah membicarakan beasiswa Bidikmisi dengan orang tua. Mungkin, bantuan ini kelewat populer dan bikin orang-orang tertarik. Namun, dalam hati, saya merasa beasiswa ini bukan buat saya. Sebab, salah satu syarat penerima adalah golongan tidak mampu. Banyak berkas yang harus dikumpulkan untuk memvalidasi hal itu.

Meski begitu, kadang saya juga merasa bersalah pada orang tua. Saya nggak telaten buat nyari beasiswa jalur prestasi meski nilai saya agak lumayan. Saya juga tipe yang nggak mau terikat beasiswa dengan embel-embel “balas budi”. Seringnya, beasiswa yang begitu mengharuskan mahasiswa bekerja kontrak sekian tahun setelah lulus. Lha ya nggak apa-apa kalau kerjaannya oke, kalau disuruh kerja rodi, kan, mampus juga.

Bodohnya saya juga bukan tipe mahasiswa mandiri yang bisa kerja paruh waktu sejak awal kuliah. Kesadaran itu justru baru muncul saat fokus ngerjain skripsi. 

Usaha meyakinkan orang tua

Saya merasa perlu membanggakan keberhasilan saya meyakinkan orang tua bahwa beasiswa Bidikmisi bukan untuk saya. Suatu hari sebelum masuk kuliah, ibu menanyakan mengapa saya nggak mendaftar beasiswa Bidikmisi. 

Saya menjawab santai. “Itu buat orang yang tidak mampu, harus minta surat ke RT dan RW, foto rumah, dan banyak lagi persyaratannya.”

Jawaban ibu bikin kaget. “Lho itu tetangga si A, saudara si B, mereka bikin surat keterangan tidak mampu juga kok, gampang ngurusnya. Foto rumah, ya foto rumah tetangga aja nggak apa-apa. Memangnya kamu nggak pengin meringankan beban orang tua?”

Baca Juga:

5 Syarat “Terselubung” Beasiswa LPDP yang Jarang Orang-orang Bahas

Sisi Gelap Jadi Penerima Beasiswa Luar Negeri

Duh. Ya saya pengin meringankan beban orang tua, tapi caranya nggak begitu. “Bu, banyak orang di luar sana yang beneran nggak mampu, yang beneran rumahnya kecil dan ditinggali banyak orang. Yang mungkin nggak jadi kuliah kalau nggak dapet beasiswa. Kalau ada yang begitu nggak dapet bantuan demi orang-orang kayak aku ini, apa aku nggak dianggap mengambil hak orang?”

Ibu saya tentu saja masih denial. Bahkan awalnya bapak saya juga punya pemikiran serupa. Mereka sebenarnya nggak tahu bahwa bantuan macam beasiswa juga punya mekanisme kuota dan banyak yang jauh lebih membutuhkan. 

Kali ini meyakinkan bapak bahwa beasiswa Bidikmisi bukan untuk saya

Sekali waktu setelah kuliah topik beasiswa Bidikmisi ini kami bahas lagi. Kali ini bapak ikutan nimbrung. Saya menceritakan temuan saya soal betapa njomplang kehidupan penerima yang seharusnya tidak menerima, dan kawan saya yang lain yang tidak mampu dan seharusnya menerima.

Si penerima beasiswa, datang ke kampus selalu berpakaian necis dengan sepatu mahal. Saya paham betul sepatu itu bukan hasil hedon dari cairnya beasiswa yang dia terima. Memang karena duit dia banyak aja.

Kawan saya yang lain, yang tidak menerima, tapi seharusnya layak menerima Bidikmisi, adalah seorang perantau. Saya pernah melihatnya melamun di pinggiran kampus saking nggak tahu harus bayar kuliah pakai apa. 

Keluarganya tidak utuh. Dia harus hemat dengan makan nasi dan garam setiap akhir bulan. Ketika ditanya mengapa ia tidak mencari beasiswa Bidikmisi, pikirnya dia tidak cukup pintar.

Saya menceritakan kepada orang tua dan mereka mengerti. Di momen itu saya sekaligus minta maaf karena harus sekali lagi menjadi beban keluarga, meminta uang saku secara rutin, dan uang semesteran yang lumayan. Tapi, jawaban orang tua saya akhirnya bikin lega. Mereka tidak menganggap saya beban, pun soal beasiswa Bidikmisi yang sebenarnya hanya “iseng” mereka bahas sebelum saya kuliah. 

Keprihatinan saya

Soal Pizza Hut yang saya makan dari uang beasiswa Bidikmisi kawan, tidak ingin saya pikirkan. Toh itu hanya sekali dalam setahun. Lain soal jika makan beginian diinternalisasi sebagai gaya hidup si penerima beasiswa. 

Jika memang mereka yang menerima bantuan itu dari golongan tajir yang aslinya nggak pantas dapat beasiswa, saya kirimkan iba pada mereka semua. Kasihan sekali menjalani sisa hidup dengan perasaan bersalah yang walau tak begitu mengganggu itu tetap akan mengganjal. Kasihan sekali mereka tidak dapat mensyukuri apa yang mereka punya sehingga mengambil milik orang lain dengan cara paling tidak asyik.

Penulis: Ajeng Rizka

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bidikmisi Jadi Ajang Adu Miskin dan Manipulasi Data Beasiswa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2023 oleh

Tags: beasiswabeasiswa bidikmisibeasiswa bidikmisi 2023beasiswa bidikmisi 2024bidikmisicara mendaftar beasiswa bidikmisipemalsuan dokumen beasiswa bidikmisipenerima beasiswa bidikmisipenerima beasiswa bidikmisi tidak tepat sasaran
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Pekerja media. Tinggal di Jakarta, hati tetap di Jogja.

ArtikelTerkait

Kuliah UIN Jogja Buat yang Mampu-mampu Aja

Kuliah di UIN Jogja Beneran buat yang Mampu-mampu Aja

18 Februari 2023
Bidikmisi Jadi Ajang Adu Miskin dan Manipulasi Data Beasiswa (Unsplash.com)

Bidikmisi Jadi Ajang Adu Miskin dan Manipulasi Data Beasiswa

8 Oktober 2022
Lolos Beasiswa ke Luar Negeri Memang Hebat, tapi Tak Perlu Juga Menyebarkan Pikiran Sesat

Lolos Beasiswa ke Luar Negeri Memang Hebat, tapi Tak Perlu Juga Menyebarkan Pikiran Sesat

17 Agustus 2024
5 Keuntungan yang Saya Rasakan dari Beasiswa Bank Indonesia

5 Keuntungan yang Saya Rasakan dari Beasiswa Bank Indonesia

13 Desember 2022
penerima beasiswa

Dilema Penerima Beasiswa yang Susah Untuk Kritis

10 September 2019
6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang sehingga Gagal Tembus Beasiswa LPDP

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang sehingga Gagal Tembus Beasiswa LPDP

24 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.