Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

5 Syarat “Terselubung” Beasiswa LPDP yang Jarang Orang-orang Bahas

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
10 Januari 2026
A A
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak hadir pada 2012, beasiswa LPDP jadi pilihan banyak orang yang ingin melanjutkan studi jenjang magister dan doktor. Fasilitas yang ditawarkan oleh beasiswa ini memang menarik. Selain biaya pendidikan yang ditanggung sepanjang masa studi, LPDP juga menyediakan dana hidup bulanan, kesehatan, buku, penelitian, publikasi, dan seminar internasional.

Semua itu membuat penerimanya (awardee) tidak perlu pusing soal biaya selama studi. Namun, fasilitas itu bisa diperoleh setelah awardee melewati berbagai proses seleksi yang tentunya nggak mudah. Ada dua tipe yang biasanya diterima. Pertama, orang yang pintar dan gigih. Kedua, orang yang beruntung.

Nggak ada tuh jalur orang dalam. Ini membuat informasi soal LPDP jadi sangat berharga. Nggak jarang para awardee kemudian memberikan pendampingan kepada siapa saja yang ingin mendaftar LPDP.

Persoalannya, banyak informasi yang berseliweran itu hanya soal syarat-syarat seputar seleksi dan persiapan wawancara. Padahal ada banyak hal “terselubung” lain yang nggak kalah penting untuk diketahui supaya lebih siap, baik sebagai pendaftar maupun nantinya sebagai penerima beasiswa.

#1 Biaya sebelum daftar beasiswa

Kebanyakan orang bilang, semua orang bisa menjajal daftar LPDP karena beasiswa ini diinisiasi oleh negara. Hal itu tidak salah, hanya saja kurang tepat. Menurut saya, orang-orang yang sudah punya persiapan dana saja yang bisa mendaftar beasiswa ini. 

Asal tahu saja, untuk mendaftar beasiswa ini, terutama yang jenjang regular atau afirmasi prasejahtera, perserta tetap butuh sertifikat TOEFL dengan skor kisaran 500-an. Untuk dapat sertifikat tersebut ya harus ikut tes, dan itu berbayar. Minimal Rp600.000.

Itu pun kalau sekali tes sudah bisa dapat skor sesuai kriteria LPDP, kalau masih dibawah? Seseorang jadi harus ikut tes lagi. Belum lagi biaya les TOEFL, yang meskipun sifatnya opsional, tapi umumnya tetap diikuti biar lebih siap ketika mengikuti tes.

Selain biaya tes TOEFL, ada biaya wara-wiri mengurus berkas yang jumlahnya tidak sedikit itu. Semua itu tentu membuat seseorang harus siap dengan pengeluaran atas sesuatu yang belum pasti didapatkan.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

#2 Biaya talangan dan biaya sebelum keberangkatan

Ini amat jarang dibahas oleh para awardee kepada siapapun yang ingin mendaftar LPDP. Jadi ada kondisi di mana seorang awardee harus menyiapkan dana talangan untuk seluruh proses pendaftaran ulang di kampus tujuan. Mulai dari biaya daftar masuk, biaya TPA, biaya seleksi, hingga SPP dan SPI kampus. Total seluruhnya sudah pasti dua digit.

Kenapa harus siap? Sebab, timeline proses pendaftaran di kampus, terutama mulai dari dinyatakan diterima di kampus hingga daftar ulang, umumnya sangat pendek. Kita nggak bisa sekonyong-konyong minta LPDP langsung bayar. Opsinya, biasanya awardee mengajukan penundaan bayar. Tapi, hanya sedikit kampus saja yang menerima pengajuan ini. Jadi mau nggak mau, awardee harus tanggung dulu untuk biaya di awal tersebut.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ada biaya pra keberangkatan yang juga menguras dompet. Biaya ini dikeluarkan ada yang sifatnya berhubungan langsung dengan studi ada yang tidak. Misalnya, biaya matrikulasi di salah satu kampus yang pelaksanaannya sebelum proses seleksi. Nah, karena statusnya belum diterima di kampus tersebut, LPDP nggak akan mengakomodir biaya tersebut.

Kemudian ada biaya nggak langsung, terutama bagi mereka yang studi di luar negeri, seperti paspor, visa, medical check up, housing atau deposit tempat tinggal, dan lain sebagainya. Dalam kondisi tertentu, ini agak bahaya. Sebab, bisa bikin awardee terpaksa pinjam, jual aset, atau gagal kuliah

#3 LPDP nggak ngurus soal pendaftaran ke kampus

Banyak yang masih mengira kalau daftar LPDP itu otomatis nanti bisa sekalian terdaftar di kampus tujuan. Anggapan itu berdasarkan pengisian kolom dashboard ketika mendaftar yang sudah mencantumkan kampus tujuan seseorang. Padahal nggak sama sekali. Beasiswa LPDP hanya mengurus seluruh hal yang berkenaan dengan biaya selama masa studi. Selain itu, ya kamu urus sendiri.

Jadi misalnya seseorang mendaftar LPDP dengan kondisi belum diterima kampus mana pun. Yah nanti ketika dinyatakan lolos seleksi dan menjadi calon penerima beasiswa, orang tersebut diberi waktu 18 bulan dari saat dinyatakan lolos untuk mencari kampus. Nah, seluruh proses dan berkas pendaftarannya ya diurus sendiri. Jadi lolos seleksi itu belum membuat seseorang tenang karena mereka harus mengikuti seleksi masuk kampus.

Begitupun bagi mereka yang mendaftar LPDP dengan status sudah diterima di kampus tertentu. Ya tetap berkas pendaftaran ulangnya pun diurus sendiri. LPDP tidak repot soal itu.

#4 Penerima LPDP nggak boleh bekerja

Secara peraturan, awardee LPDP itu dilarang bekerja (umumnya dibatasi untuk pekerjaan yang mengikat/kontrak tetap). Karena itulah Beasiswa LPDP nggak membuka pendanaan bagi kelas karyawan. Untuk yang statusnya PNS atau karyawan swasta yang tetap ingin bekerja, solusinya adalah cuti belajar. Tapi, biasanya cuti belajar ini yang bisa mengusahakan adalah mereka yang PNS, TNI, atau Polisi. Selain itu, agak sulit. Satu-satunya cara ya resign. Seperti saya ini, hahaha.

Kalau tetap memaksa bekerja (dengan status yang terikat), awardee akan dikenai sanksi. Bahkan, kenalan saya ada yang akun e-beasiswanya (platform untuk pencairan dana dll) itu dibekukan hanya karena dia membuka kelas berbayar yang dirinya sendiri sebagai trainer. Kalau sudah dibekukan seperti itu, pengajuan pemulihan akunnya bisa ribet dan sangat lama. Akibatnya, dana akomodasi jadi terganggu.

#5 Tanggung jawab pasca studi

LPDP selalu menekankan bahwa setiap awardee punya tanggung jawab pasca studi. Yang paling didorong adalah soal pulang membangun negeri. Durasinya 2N + 1 yaitu wajib berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi + 1 tahun, secara berturut-turut. Artinya, kalau studi magister itu 24 bulan (2 tahun), maka 2 x 2 + 1 = 5 tahun. Jadi selama 5 tahun nggak boleh tuh kabur ke luar negeri. 

ADVERTISEMENT

Setelah 5 tahun, baru deh kalau mau kerja di luar negeri. Jadi pasca lulus, awardee yang di luar negeri nggak bisa semudah itu langsung kerja di negara tempatnya studi. Ada kriteria yang harus dipenuhi. Umumnya yang diperbolehkan adalah magang dengan durasi tertentu.

Pun dengan yang ada di dalam negeri. Saya misalnya, meski ingin sekali setelah lulus kabur aja dulu kerja di luar negeri, ya tetap nggak bisa karena ada ikrar 2N+1 yang harus penuhi dulu. Mau nggak mau, saya harus berjuang untuk mengabdi setidaknya 5 tahun setelah lulus di negeri ini. Ya Allah kuatkan aku!

Perlu dipahami bahwa beasiswa dari LPDP bukan hanya tiket kuliah gratis, tapi juga kontak batin untuk mengabdi. Jadi bagi kalian yang ingin daftar beasiswa ini, pastikan kalian nggak hanya siap untuk wawancara, tapi siap dengan realitas setelahnya. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 6 Beasiswa yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa karena Berpotensi Menjebak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2026 oleh

Tags: awardeebeasiswabeasiswa LPDPLPDPpenerima LPDP
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Memangnya Kenapa kalau Orang Tajir Ikut Daftar Beasiswa Bidikmisi?  Mojok.co

Memangnya Kenapa kalau Orang Tajir Menerima Beasiswa Bidikmisi? 

22 Desember 2023
Kuliah UIN Jogja Buat yang Mampu-mampu Aja

Kuliah di UIN Jogja Beneran buat yang Mampu-mampu Aja

18 Februari 2023
3 Dosa Penerima Beasiswa KIP yang Hanya Diketahui oleh Sesama Mahasiswa KIP Mojok.co beasiswa kip kuliah

3 Dosa Penerima Beasiswa KIP yang Hanya Diketahui oleh Sesama Mahasiswa KIP

15 Januari 2024
4 Alasan Beasiswa Kurang Mampu Kerap Salah Sasaran beasiswa KIP Kuliah

Pemangkasan Kuota KIP Kuliah 2023: Pendidikan Memang buat yang Kaya-kaya Aja

28 Juli 2023
Derita Mahasiswa Jogja Kelas Menengah: UKT Mahal, Sulit Minta Keringanan, Hak-Hak Terabaikan Mojok.co

Mahasiswa Kelas Menengah: Tidak Miskin Menurut Data, Tetap Sengsara Menurut Realitas

15 September 2025
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan Terminal

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan

15 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.