Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Banyuwangi di Mata Orang Malang: Bebas Parkir Liar, Nggak Seseram yang Dibilang Orang

Nuruma Uli Nuha oleh Nuruma Uli Nuha
2 Februari 2025
A A
Banyuwangi di Mata Orang Malang: Bebas Parkir Liar, Nggak Seseram yang Dibilang Orang

Banyuwangi di Mata Orang Malang: Bebas Parkir Liar, Nggak Seseram yang Dibilang Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyuwangi tidak seseram yang dibilang orang

Siapa yang tidak mengenal Banyuwangi. Kota di ujung timur Pulau Jawa ini sering mendapat julukan sebagai Kota Santet. Julukan itu melekat kuat di benak masyarakat Jawa Timur karena sejarah masa lalu yang penuh cerita mistis. Selain itu, Banyuwangi juga terkenal dengan berbagai aji-ajian, seperti Ajian Jaran Goyang yang konon bisa digunakan untuk menaklukkan hati lawan jenis. Tradisi dan budaya yang masih kental di kota ini semakin memperkuat kesan mistis yang dimilikinya.

Bagi yang pernah menonton film KKN di Desa Penari, kesan mistis Banyuwangi mungkin semakin menguat. Belum lagi cerita tentang Alas Purwo, hutan lebat yang dianggap sebagai gerbang menuju alam gaib dan tempat berkumpulnya makhluk-makhluk tak kasat mata dari seluruh penjuru Jawa. Namun, ketika saya menetap kota ini, semua itu hanya cerita. Banyuwangi ternyata biasa saja.

ADVERTISEMENT

Saya sangat menikmati pariwisata di kota ini, seperti Kawah Ijen, Pulau Merah, hingga Desa Kemiren yang menjadi pusat budaya Osing, suku asli Banyuwangi. Ditambah lagi, berbagai festival seperti Gandrung Sewu dan Tari Seblang menunjukkan betapa kayanya warisan budaya kota ini. Anggapan seram tentang Banyuwangi sepertinya terlalu dilebih-lebihkan. Banyuwangi adalah tempat yang cocok untuk hidup slow living bagi saya. 

Sulitnya mencari toko buku padahal ada banyak kampus di sini

Banyuwangi adalah kota yang berkembang pesat, apalagi dengan keberadaan banyak perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga (Unair) Kampus Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Banyuwangi, dan masih banyak lagi. Namun, di sini sangat sulit menemukan toko buku yang lengkap.

Di Banyuwangi, satu-satunya toko buku yang cukup dikenal hanyalah Toga Mas. Sayangnya, tokonya kecil, dengan pilihan buku yang sangat terbatas. Gramedia, yang biasanya menjadi andalan di kota-kota besar, bahkan tidak hadir di sini. Seperti yang pernah dibahas di Terminal Mojok, mencari toko buku di Banyuwangi seperti mencari jarum di tumpukan jerami, sulit sekali.

Bagi mahasiswa, pelajar, atau siapa pun yang haus akan buku, belanja online menjadi satu-satunya solusi untuk mendapatkan akses buku yang lengkap. Namun, belanja online juga tidak selalu terjangkau bagi semua kalangan, mengingat harga buku yang cukup tinggi ditambah biaya kirim. Bahkan di Kota ini, tidak ada tempat seperti pasar buku bekas layak yang murah seperti Wilis dan Velodrom di Malang. 

Minimnya akses terhadap buku menunjukkan bahwa infrastruktur pendukung pendidikan masih kurang diperhatikan. Padahal keberadaan toko buku yang lengkap bukan hanya penting untuk pelajar dan mahasiswa, tetapi juga untuk masyarakat umum yang ingin meningkatkan literasi dan minat baca. Toko buku dengan koleksi yang lengkap atau setidaknya pasar buku bekas layak seharusnya bisa menjadi bagian dari kota ini. 

Cuacanya panas, bisa mandi lebih dari 3 kali sehari di sini. Bertolak belakang dengan Malang

Cuaca panas di Banyuwangi kota memang nggak main-main. Kalau biasanya di Malang mandi dua kali sehari sudah cukup, di sini saya pernah mandi sampai lima kali sehari.

Baca Juga:

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Ketika tinggal di sini, kalian nggak perlu jogging untuk membakar kalori. Cukup berjalan santai sudah bikin tubuh berkeringat deras. Bahkan, duduk santai tanpa aktivitas berat pun bisa bikin kalian basah kuyup. Panasnya kota pesisir ini sudah jadi ciri khas.

Kadang, di kecamatan lain hujan deras, tapi di kota tetap saja panas terik. Bahkan embusan angin pun terasa kalah dengan suhu yang membara. Suhu di Banyuwangi kota bisa mencapai 34,8 derajat Celsius. Jadi, kalau kalian berencana tinggal di sini, mencari kos atau kontrakan dengan fasilitas AC adalah pilihan bijak. 

Mau ke kota bisa naik kereta lokal

Keunikan dari Kota Banyuwangi adalah kalian bisa menjelajah ke kecamatan lain dengan naik kereta lokal Pandanwangi. Kereta ini nggak cuma praktis, tapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang asyik sambil menikmati pemandangan indah.

Rute kereta ini menghubungkan Banyuwangi Kota dengan Kabupaten Jember, melewati beberapa kecamatan seperti Rogojampi, Temuguruh, Kalistail, dan Kalibaru. Kereta ini jadi pilihan yang cocok buat kalian yang ingin merasakan transportasi lokal dengan harga terjangkau sekaligus menikmati keindahan alam. Cocok banget buat traveler yang suka eksplor tempat baru tanpa ribet. 

ADVERTISEMENT

Itulah pengalaman culture shock saya sebagai warga Malang ketika menjadi pendatang di Kabupaten Banyuwangi. Jika kalian memiliki pengalaman lain di kota ini, kalian bisa menuliskan lanjutannya, ya. 

Penulis: Nuruma Uli Nuha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Banyuwangi Seharusnya Masuk dalam Daftar Tempat Pensiun Paling Enak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2025 oleh

Tags: Banyuwangiculture shockMalang
Nuruma Uli Nuha

Nuruma Uli Nuha

Suka nonton drakor, takut hantu tapi hobi koleksi film horor.

ArtikelTerkait

Bakso President Malang Overrated, Banyak Bakso Lain yang Lebih Enak dan Murah Mojok.co

Bakso President Malang Overrated, Banyak Bakso Lain yang Lebih Enak dan Murah

25 April 2024
Jember dan Banyuwangi Patah Hati 21 Tahun karena Pemerintah (Unsplash)

Jalur Selatan Jember: Mega Proyek JLS Mangkrak 21 Tahun yang Memupus Impian Indah Bersama Banyuwangi

18 September 2023
Jangan Harap Bisa Slow Living di Malang kalau 4 Hal Ini Belum Diperbaiki

Jangan Harap Bisa Slow Living di Malang kalau 4 Hal Ini Belum Diperbaiki

24 Desember 2024
culture shock merantau MOJOK.CO

Culture Shock Orang Cirebon yang Merantau ke Yogyakarta Diselamatkan oleh Magelangan Warmindo

8 Juli 2020
Aib Banyuwangi yang Masih Menghantui meski Diromantisasi dengan Gemerlap Wisata

Aib Banyuwangi: Wisata Jeglong Sewu hingga Masalah Sampah yang Tak Ada Habisnya

24 Maret 2023
Jalur Wlingi-Karangkates, Penghubung Blitar dan Malang yang Indah tapi Mengancam Nyawa Pengguna Jalan

Jalur Wlingi-Karangkates, Penghubung Blitar dan Malang yang Indah tapi Mengancam Nyawa Pengguna Jalan

17 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

11 Agustus 2026
5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini (Mojok.co)

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini 

16 Agustus 2026
Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak Mojok.co

Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak

13 Agustus 2026
Pengalaman 6 jam mampir ke IKN, saya ringkas untuk kalian yang penasaran dengan kondisinya Mojok.co

Pengalaman 6 jam mampir ke IKN saya ringkas untuk kalian yang penasaran dengan kondisinya

14 Agustus 2026
Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026
Kisah bapak saya cari kerja bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang Mojok.co

Kisah cari kerja di generasi bapak saya bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang

13 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.