Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini

Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini Mojok.co

Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini (unsplash.com)

Kota Bandung selalu digambarkan sebagai tempat yang indah. Itu mengapa banyak orang ingin tinggal di kota yang satu ini. Padahal, kalau mau mau menelisik lebih jauh, nggak semua hal tentang Kota Kembang ini indah. Saya merasa terlalu banyak kebohongan tentang Kota Bandung yang terlanjur diamini banyak orang. 

Pada tulisan ini saya akan membongkar kebohongan-kebohongan itu. Tulisan ini berdasar pengalaman pribadi saya sebagai orang asli Bandung yang lahir dan tinggal di tempat ini. 

#1 Biaya hidup di Kota Bandung itu murah

Banyak orang mengira biaya hidup di Kota Bandung itu murah. Kalau dibandingkan dengan Surabaya atau Jakarta, biaya hidup di kota ini memang lebih rendah. Namun, itu bukan berarti biaya hidup di Bandung murah ya.  

Sebagai seseorang yang lahir dan tumbuh di sini, saya merasa biaya hidup di Kota Kembang kian tinggi. Salah satu yang paling terasa adalah makanan di sini termasuk mahal. Harga tempat tinggal, kosan misalnya, nyatanya cukup menguras kantong. Apalagi kosan di tengah kota yang lokasinya berdekatan dengan kampus-kampus. 

#2 Kota yang sejuk dan asri

Berada di ketinggian 768 meter di atas permukaan laut membuat suhu rata-rata di Kota Bandung lebih sejuk ketimbang Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Namun, itu bukan berarti daerah ini selalu adem dan sejuk lho. Sekarang nggak sedikit rumah dan kosan di Bandung yang pasang AC biar nggak kepanasan. 

Selain dampak dari pemanasan global, Bandung mulai panas karena berkurangnya pepohonan. Asal tahu saja, pepohonan di kawasan Bandung Utara banyak yang ditebang demi pembangunan. Begitu pula di kotanya, pepohonan dibabat demi apartemen dan gedung-gedung bertingkat. 

Sebenarnya Pemkot dan sejumlah pihak swasta sudah berusaha menanam bibit-bibit pohon di beberapa titik agar Kota Kembang ini kembali sejuk dan teduh seperti dulu. Namun, usaha tersebut belum terlihat lantaran butuh waktu hingga bibit pohon yang ditanam tumbuh tinggi dan rindang.

#3 Kotanya estetik, apalagi sehabis hujan

Bandung estetik sehabis hujan adalah narasi paling ngawur yang pernah saya dengar. Sayangnya ungkapan-ungkapan banyak dipercaya orang karena viral di media sosial. Padahal, sebagai warga asli saya tahu betul kalau konten-konten yang viral di medsos hanyalah titik-titik tertentu. Biasanya latar tempat yang dipilih adalah Braga, Dago, Asia Afrika, dan Jalan Riau. 

Dengan sudut atau angle sedemikian rupa, titik-titik itu memang tampak syahdu dengan tanah yang basah dan kabut-kabut tipis. Menyaksikan konten-konten semacam itu berseliweran, saya hanya mau bilang,  “Bandung memang estetik, tapi syarat dan ketentuan berlaku!”. Bagaimana dengan daerah-daerah lainnya di Bandung ketika hujan? Kalau nggak macet parah, ya kebanjiran. Coba deh sekali-kali kalian ke Kopo, Mohamad Toha, Cibaduyut, atau Pasar Kordo kalau mampir ke Bandung. 

#4 Muda-mudi Bandung yang good looking dan romantis

Muda-mudi Kota Bandung memang terkenal good looking alias ganteng dan cantik. Selain good looking, mereka terkenal punya selera fesyen yang bagus. Kemampuan ini semakin menunjang penampilan mereka sehari-hari. 

Seolah nggak cukup jadi makhluk yang menarik, mereka terkenal romantis. Muda-mudinya seolah-olah seperti Dilan dan Milea, karakter bikinan Pidi Baiq. Mereka good looking, pandai berpakaian, dan romantis. Benar-benar kehidupan muda-mudi yang sempurna.

Nyatanya nggak seperti itu. Muda-mudi Kota Kembang ini layaknya daerah-daerah lain, percayalah. Saya pribadi sempat bekerja di luar Kota Bandung sebut saja di Jakarta, Bogor, hingga Kalimantan. Di kota-kota yang saya singgahi itu banyak juga sosok-sosok good looking dan berpenampilan menarik. Sementara, tidak sedikit juga orang Bandung yang nggak menarik  dan nggak romantis, contohnya saya. Hehehe.

Bukannya benci dengan tanah kelahiran, saya hanya muak kebohongan-kebohongan di atas terlanjur dipercaya banyak orang. Saya hanya ingin memaparkan bahwa Bandung seperti daerah lainnya, tidak sempurna, banyak kurangnya. Itu mengapa, kalian yang berniat tinggal di tempat ini pikir dahulu berulang kali. Jangan mudah termakan narasi-narasi bohong seperti di atas. 

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Cicendo Daerah Paling Superior di Kota Bandung, Fasilitasnya Komplit dan Nyaman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version