Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bandingin Yamaha All New X-Ride 125 VS Honda BeAT Street, Pilih Mana?

Allan Maullana oleh Allan Maullana
12 Agustus 2020
A A
motor honda astrea 800 Pol espargaro Honda scoopy Honda CT125 Honda CRF honda beat street motor matik MOJOK.CO honda c70

Logo Honda (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Motor matic dengan tampilan gahar mulai memenuhi jalan-jalan di Indonesia. Pelakunya jelas bisa ditebak, Yamaha dan Honda. Di sudut biru kita disajikan Yamaha All New X-Ride 125. Sementara di sudut merah kita disuguhkan Honda All New BeAT Street. Kedua sepeda motor ini memang bukanlah pendatang baru di pasar kendaraan roda dua. Namun kehadirannya kerap kali membuat para konsumen merasa galau sejadi-jadinya ketika dihadapi dua pilihan yakni Yamaha All New X-Ride 125 atau Honda All New BeAT Street?

Biar nggak galau lagi, mari kita komparasikan saja kedua motor itu. Tring, tring, triiing!

Desain dan fitur

Berbicara soal desain tentu saja setiap insan punya seleranya masing-masing. Di sudut biru ada Yamaha All New X-Ride 125 yang punya tampang gagah sekaligus macho, sebab ia tercipta dengan mengusung tema adventure. Kesan adventure itu sendiri sangat jelas terlihat pada bagian setang trondol ala-ala motor trail. Kini headlamp-nya sudah mengadopsi lampu LED DRL (Daytime Running LED) dengan desain berbentuk asimetris.

Penempatan lampu sign depan terikat menjadi satu ikatan suci dengan setang setir. Hal ini memungkinkan lampu sign akan setia mengikuti gerak kanan-kiri dari setang setir itu. Untuk memberi tanda dalam situasi darurat Yamaha All New X-Ride 125 kini sudah dilengkapi dengan fitur lampu hazard. Sementara lampu sign belakangnya juga terpisah dengan stop lamp yang berbentuk segitiga membulat.

Desain panel spidometer yang berbentuk segi lima membuat kesan sangat atraktif. Di panel spidometer dengan sistem anolog ini kita bisa melihat informasi engine chek/MIL (Malfunction Indicator Led), indikator ECO, High Beam, lampu sign kanan-kiri, kecepatan, indikator bensin yang juga analog, dan kilometer.

Utilitas lainnya Yamaha All New X-Ride 125 juga dilengkapi dengan fitur tuas pengunci rem, answer back, dan side stand switch. Bagasi yang terletak di bawah jok—bagi saya—cukup besar tapi nggak bisa memuat helm. Kapasitasnya mencapai 10,1 liter. Namun sayangnya—seperti X-Ride terdahulu—Yamaha All New X-Ride 125 ini nggak ada tempat penyimpanan pada dashboard.

Untuk desain Jok Yamaha All New X-Ride 125 juga bergaya ala-ala motor trail dengan bentuknya yang rata dari depan ke belakang dan kombinasi dua warna. Dengan bentuk seperti ini sangat memungkinkan para X-Riders bisa dengan mudah mengatur posisi duduk sesuai medan yang akan ditrabas. Secara keseluruhan body Yamaha All New X-Ride 125 ini nampak lebih radikal daripada Honda All New BeAT Street.

Lalu bagaimana dengan rivalnya di sudut merah?

Baca Juga:

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

Honda All New BeAT Street mempunyai desain yang bertema sporty modern memberikan tampang yang lebih kalem. Kesan sporty modern ini sangat terasa di bagian head lamp dengan desain meruncing ala-ala motor sport pabrikan Honda macam CBR. Ditambah lagi Honda All New BeAT Street juga mengaplikasikan setang bergaya naked handle bar.

Penempatan lampu sign depan Honda BeAT Street masih menggunakan gaya lama. Yaitu menjadi satu bagian dengan body depan dengan tata letak di sudut atas head lamp-nya. Namun sayangnya Honda All New BeAT Street masih belum memiliki fitur lampu hazard. Sementara lampu sign belakangnya juga menjadi satu bagian dengan stop lamp yang bentuk desain segitiga meruncing.

Desain panel spidometernya berbentuk kotak persegi panjang ditambah ornamen lakukan di sisi kanan-kirinya dan setiap sudutnya. Hal membuatnya terlihat modern dan canggih. Di panel spidometer dengan sistem digital ini kita bisa melihat informasi engine chek/MIL (Malfuntion Indicator Led), indikator ECO, High Beam, lampu sign kanan-kiri, indikator bensin, kecepatan, dan kilo meter.

Honda All New BeAT Street dibekali dengan fitur lainnya berupa tuas pengunci rem, combi brake system, rak tempat penyimpanan pada dashboard, side stand switch. Sayangnya belum dilengkapi answer back system seperti Yamaha All New X-Ride 125 itu. Namun bagasi penyimpanan yang terletak di bawah jok, kapasitasnya lebih besar yakni 12 liter.

Desain jok Honda All New BeAT Street juga bergaya sporty. Bentukkannya yang tinggi di bagian boncengers dan rendah di bagian bikers sangat memungkinkan para BeAtkers bisa dengan nyaman berkendara saat sedang touring. Secara keseluruhan body Honda All New BeAT Street lebih ramping daripada Yamaha All New X-Ride 125.

Ergonomi

Berbicara ergonomi kita nggak bisa luput dari suspensi. Yamaha All New X-Ride 125 suspensi depannya menggunakan teleskopik seperti motor matic Yamaha pada umumnya. Namun suspensi bagian belakang sudah menggunakan yang model tabung. Suspensi belakang ini disebut oleh Yamaha dengan nama sub-tank Suspension.

Posisi berkendara sangat berpengaruh pada posisi setang X-Ride yang agak rendah dan lebih maju daripada BeAT Street. Dengan lebar setang 740 mm dan tinggi jok 760 mm membuat posisi badan saya menjadi tegap dan sigap layaknya naik motor berjenis trail. Meskipun demikian saya tetap merasa nyaman-nyaman saja ketika riding.

Bagi saya yang memiliki tinggi badan 165 cm dan berat badan 45 kg, kaki terasa cukup nyaman saat duduk di atas jok X-Ride 125 ini. Sebab joknya memang agak lebar. Dan seperti motor Yamaha lainnya Jok X-Ride 125 juga terasa empuk dan nyaman ketika riding. Namun saya merasa suspensi belakang Yamaha X-Ride 125 yang sudah menggunkan tabung itu agak lebih keras daripada Honda BeAT Street.

Yamaha All New X-Ride 125 mempunyai perawakan dengan berat 98 kg dan dimensi: Panjang 1.860 mm × Lebar 740 mm × Tinggi 1.070 mm. Sementara jarak terendah ke tanah 135 mm dan jarak sumbu roda 1.260 mm. Membuat siapapun yang melihatnya terkesan lebih tambun daripada Honda All New BeAT Street.

Bagaimana dengan Honda Beat Street?

Motor ini menggunakan suspensi depannya yang juga teleskopik. Sementara suspensi bagian belakang belum mengadopsi model tabung layaknya Yamaha All New X-Ride 125. Suspensi belakang motor ini masih sama seperti motor matic Honda lainnya.

Untuk posisi berkendara Honda All New BeAT Street, saya merasa lebih relaks berkat setang setir dengan lebar 742 mm dan tinggi jok 740 mm. Hal ini membuat posisi tangan saya layaknya naik motor touring saat riding. Untuk posisi setang setir agak mundur ke belakang dan lebih tinggi daripada Yamaha All New X-Ride 125.

Saya memiliki postur tubuh yang bisa dikatakan kurus, ketika duduk saya merasa jok motor ini lebih keras daripada Yamaha All New X-Ride 125 itu. Tapi dengan bentuk jok yang ramping nggak membuat kaki saya mengangkang saat duduk. Sementara suspensi belakang Honda All New BeAT Street yang nggak menggunkan tabung memang terasa lebih empuk daripada Yamaha All New X-Ride 125.

Motor ini mempunyai bobot 89 kg dan postur tubuh: Panjang 1.877 mm × Lebar 742 mm × Tinggi 1.030 mm. Jarak terendah ke tanah yakni 147 mm dan jarak sumbu roda 1.256 mm. Kalau dilihat-lihat motor ini punya postur tubuh yang lebih ramping daripada Yamaha All New X-Ride 125.

Dapur pacu

Yamaha All New X-Ride 125 mempunyai jeroan mesin berkapasitas 125 cc. Kapasitas itu dihasilkan dari diameter piston 52,4 mm dengan panjang langkah piston 57,9 mm. Perbandingan kompresi 9,5:1. Dapur pacu Yamaha All New X-Ride 125 merupakan jenis mesin 2 valve SOHC, berpendingin angin sepoi-sepoi, fuel injection, dan sudah berteknologi Bluecore. Melansir hasil pengetesan dari tim otomotifnet.gridoto.com (19/12/17) dengan metode full to full sebanyak tiga kali menggunakan bahan bakar RON 92, dengan kapasitas full tank 4,2 liter Yamaha All New X-Ride 125  mampu menempuh jarak 45,9 KM/L.

Sementara si Honda All New BeAT Street mempunyai kapasitas dapur pacu yang lebih kecil. Yakni 109,5 cc yang dihasilkan dari diameter piston 47,0 mm dan panjang langkah 63,1 mm. Perbandingan kompresi yang dihasilkan adalah 10,0:1. Jenis mesin dua motor itu sama. Yaitu 2 valve SOHC, berpendingin angin sepoi-sepoi, fuel injection, dan untuk Honda mengusung teknologi eSP. Dengan begitu motor ini diklaim mampu menempuh 60,6 KM/L dengan kapasitas full tangki bensin yang juga sama: 4,2 liter.

Berdasarkan daftar harga yang saya dapatkan dari abang-abang sales Yamaha dan Honda di daerah Bekasi. Harga OTR untuk Yamaha All New X-Ride 125 yakni Rp18.956.000 dan Honda All New Beat Street Rp17.550.000. Jadi, motor mana yang akan kamu pilih untuk menemani kamu riding sehari-hari sekaligus ber-adventure dan touring. Yamaha All New X-Ride 125 atau Honda All New BeAT Street?

BACA JUGA 6 Penyebab Motor Mogok di Jalan dan Solusi Memperbaikinya dan tulisan Allan Maullana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2020 oleh

Tags: hondayamaha
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

Honda Verza bikin sombong. (Doc:Dhimas Muhammad Yasin)

Honda Verza, Produk Gagal yang Justru Meningkatkan Kesombongan Saya

14 Juli 2023
Yamaha 125 ZR MOJOK.CO

Yamaha 125 ZR dan Trauma Masa Kecil Berkat Guru Bengis Miniatur Hitler

26 Juli 2020
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
Honda Supra X, Motor Honda Favorit Rakyat Indonesia (Unsplash)

Supra X 2002, Motor Honda Kesayangan Bapak yang Sering Diremehkan karena Menjadi Kesukaan Tukang Galon

23 Januari 2024
Motor Honda Supra X Tetap Bangga Meski Dikatain Tukang Galon (Unsplash)

Nggak Masalah Dikatain kayak Tukang Galon karena Pakai Motor Honda Supra X, yang Penting Hasil Keringat Sendiri!

2 September 2023
Yamaha Alfa Bukan Motor Gagal meski Kalah Pamor dari F1ZR

Yamaha Alfa Bukan Motor Gagal meski Kalah Pamor dari F1ZR

15 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.