Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
18 Oktober 2025
A A
Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jangan lupakan Pati kalau bicara soal bandeng presto. Makanan ini aslinya bukan dari Semarang, kok.

Siapa yang nggak kenal sama olahan bandeng presto? Makanan satu ini sangat terkenal dan jadi semacam oleh-oleh wajib ketika berada di Semarang. Ketika melewati Jalan Pandanaran, terlihat berjejeran toko oleh-oleh yang di dalamnya pasti menjual bandeng presto. Lantaran Jalan Pandanaran adalah jalur utama dan strategis, akhirnya orang-orang jadi mengenal makanan ini ketika melewati jalan tersebut.

Hal itu kemudian melahirkan anggapan kalau hubungan Semarang dan bandeng presto ibarat bapak dan anak. Makanan ini pun menjadi oleh-oleh wajib bagi siapa pun yang mampir ke Semarang.

Akan tetapi ada yang keliru soal anggapan itu. Sebab secara fakta sejarah dan geografis, bandeng presto adalah makanan khas yang kampung halamannya dari Pati, bukan Semarang.

Asal-usul bandeng presto

Jadi begini, sebenarnya, bandeng presto pertama kali diperkenalkan atau diolah oleh seorang perempuan asal Juwana, Pati, bernama Hanna Budimulya. Karena duri ikan bandeng banyak dan bikin ribet ketika dimakan, beliau punya ide untuk melunakkan duri bandeng menggunakan panci presto. Konon panci presto ini adalah barang hadiah.

Tapi kenapa kok beliau bisa ngide mengolah bandeng, kan ada ikan yang lain? Alasannya, secara geografis, ikan bandeng adalah ikan yang mudah ditemukan di sana. Ikan bandeng jadi ikan yang akrab disantap oleh penduduk setempat sehingga banyak yang menjualnya. Memangnya istilah Bandeng Juwana itu alasannya apa kalau bukan karena daerah ini jadi salah satu sentra utama ikan Juwana di pantura?

Bermula dari eksperimen, akhirnya olahan bandeng presto ini pun meluas hingga terkenal seantero Juwana, bahkan Pati itu sendiri. Industrinya pun tercipta dan berkembang. Mulai dari produksinya yang skala rumah tangga, hingga yang berskala besar di tingkat lokal dengan merek yang mulai mengudara.

Ini membuat Juwana tidak hanya sebagai tempat lahirnya bandeng presto, tetapi juga basis produksi nyata. Setidaknya proses produksi awalnya di daerah Juwana ini. 

Baca Juga:

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

Bukti bandeng presto dari Juwana Pati

Kalau dilihat dari angka dan data, menurut BPS Provinsi Jawa Tengah, produksi bandeng Kabupaten Pati pada 2020 tercatat 28.278.107 kg dengan nilai produksi Rp564.569.002.546. Itu menjadi yang tertinggi di Jateng. 

Kemudian dari sisi skala usaha, menurut Kepala Seksi Bina Mutu dan Usaha Perikanan DKP Kabupaten Pati, Sriwati, pada tahun yang sama, setidaknya ada 40 Usaha Pengolahan Ikan (UPI) di Kecamatan Juwana saja. Sebagian besar ditemukan di Desa Dukutalit dengan kapasitas produksi bandeng presto 10 kg sampai 30 kg per hari, 30 kg sampai 50 kg per hari, dan lebih dari 50 kg per hari.

Bukti lain kalau makanan ini berasal dari Juwana Pati adalah pengakuan resmi atau branding daerah yang menjadikan bandeng sebagai ikon daerah. Ada tugu bandeng yang didirikan di Pati. Semua ini tentu menggambarkan bahwa bandeng presto adalah makanan yang memang berasal dari Pati.

Akan tetapi karena rasanya yang enak, makanan ini kemudian dikenal oleh warga daerah lainnya. Terutama yang berada di jalur pantura mulai dari Semarang, Demak, Kudus, hingga Jepara.

Jadi identik dengan oleh-oleh Semarang

Lalu bagaimana ceritanya bisa diidentikkan dengan Semarang? Ini bermula dari sang penemu bandeng presto, Hanna Budimulya, yang punya toko atau outlet oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Lantaran punya toko di daerah situ, beliau pun memasarkan bandengnya di sana. Sebab, seperti yang saya jelaskan sebelumnya, Pandanaran ini jalur yang sangat strategis karena berada di pusat Kota Semarang.

Bisa dibilang, Pandanaran adalah kawasan oleh-oleh yang sering disinggahi wisatawan. Sehingga makanan atau oleh-oleh khas dari luar kota seperti lumpia dan wingko yang dijajakan di sana dianggap wisatawan sebagai makanan atau oleh-oleh khas Semarang. Tak terkecuali bandeng presto.

Kemudian secara logistik, banyak produsen di Juwana memang memasok bandeng presto ke pengecer besar di kota (Semarang sebagai hub). Produsen skala rumah tangga mengirim ke toko-toko di pusat kota. Nah, toko-toko itulah yang menjual (dan mem-branding) produk untuk pasar wisata. Jadi asal produksi bisa “tersembunyi” di belakang titik penjualan.

Selain itu, banyak merek bandeng presto menempatkan alamat, gerai, dan promosi utama mereka di Semarang. Tujuannya ya biar lebih mudah ditemukan oleh para pelanggan lain dengan skala yang lebih luas.

Sederhananya, bila sebuah produk yang kemasannya bertuliskan alamat Semarang, pembeli jadi langsung mengasosiasikan asalnya ya dari Semarang. Bukan dari asal pembuatannya yang dari Juwana.

Jangan lupakan Pati

Ya sudah, nggak apa-apa, toh masyarakat Pati nggak terlalu mempersoalkan bandeng presto ini. Lagi pula kasihan juga Semarang, kota besar yang statusnya ibu kota provinsi ini nggak punya banyak oleh-oleh khas yang orisinal.

Kalau diibaratkan, nih, bandeng presto itu seperti orang yang berasal dari Pati, tetapi merantau dan hidup di Semarang. Paling mudah memang menyebutkan tempat tinggal yang kebanyakan orang familier, sih.

Mari adil pada sejarah. Semarang boleh saja jadi panggung yang mempopulerkan, tapi soal daerah asal, ya tetap jangan lupakan Pati. Sebab tanpa dapur pesisir itu, tak ada yang bisa dibungkus rapat buat oleh-oleh.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Dosa Penjual Bandeng Presto yang Bikin Pembeli Kapok dan Jadi Lebih Waspada Saat Belanja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2025 oleh

Tags: bandeng juwanabandeng prestojuwanajuwana patikabupaten patikuliner patioleh-oleh semarangpatiSemarang
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

10 Istilah yang Cuma Diketahui Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

10 Istilah yang Cuma Diketahui Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

30 Agustus 2023
Kampung Pelangi Semarang, Tempat Wisata Paling Overrated di Semarang, Nggak Ada yang Menarik, Terlalu Biasa untuk Disebut Tempat Wisata!

Kampung Pelangi Semarang, Tempat Wisata Paling Overrated di Semarang, Nggak Ada yang Menarik, Terlalu Biasa untuk Disebut Tempat Wisata!

4 Agustus 2024
Genuk Semarang: Anak Tiri yang Terus Diperas, tapi Tak Pernah Diperhatikan

Genuk Semarang: Anak Tiri yang Terus Diperas, tapi Tak Pernah Diperhatikan

8 Agustus 2025
4 Lumpia Semarang yang Bikin Kecewa Wisatawan, Jangan Dibeli

Lumpia Semarang Memang Overrated, tapi Tetap Pantas Jadi Kuliner Andalan Semarang!

20 Juli 2025
6 Kuliner Hidden Gem di Semarang yang Wajib Dicoba Terminal Mojok

6 Kuliner Hidden Gem di Semarang yang Wajib Dicoba

7 Juli 2023
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.