Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Overrated yang Pernah Saya Kunjungi: Bandara Internasional tapi Kayak Terminal

Mohammad Arfan Fauzi oleh Mohammad Arfan Fauzi
7 November 2025
A A
Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Overrated yang Pernah Saya Kunjungi: Bandara Internasional tapi Kayak Terminal

Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Overrated yang Pernah Saya Kunjungi: Bandara Internasional tapi Kayak Terminal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu bandara yang selalu bikin saya penasaran kalau mendengar namanya entah dari berita, artikel, atau sekadar info pendek di medsos dengan nada keren. Bandara itu adalah Bandara Hang Nadim Batam. Namanya harum bukan karena hanya diambil dari nama pahlawan dari tanah Melayu, tapi juga betapa ingar-bingarnya bandara satu ini karena terkenal dengan runway-nya. Runway bandara ini jadi runway terpanjang seantero negeri, bahkan lebih panjang daripada Bandara Soetta di Cengkareng.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi Batam untuk pertama kali. Tentu gerbang masuk paling mudah dijangkau adalah Bandara Hang Nadim. Kepala saya sudah dipenuhi ekspektasi tinggi soal bandara ini.

ADVERTISEMENT

Ditambah lagi letaknya sebelahan sama Singapura gitu, lho. Walaupun lokasinya di Indonesia, saya berharap juga bandara ini punya suasana ala-ala Changi gitu. Toh jaraknya dengan negeri tetangga hanya terpaut sejengkal laut.

Akan tetapi bagai punuk merindukan bulan, saya malah kecewa. Kayaknya saya terlalu kemakan judul berita yang meninggikan Bandara Hang Nadim Batam ini.

Kaget dengan kondisi sebenarnya Bandara Hang Nadim Batam

Sesampainya di Bandara Hang Nadim Batam, saya terkejut. Apa yang saya lihat jauh berbeda dengan apa yang ada di kepala saya. Bukannya bandara ini nggak bersih atau nggak rapi, ya. Tempatnya bersih, kok. Bersih banget malah, tetapi rasanya aneh dan kurang nyaman saja.

Bangunan bandara cenderung tua. Interiornya terasa usang dan nggak relatable dengan bandara-bandara modern sekarang. Ditambah suasana waktu saya datang hujan gerimis. Alih-alih syahdu, rasanya malah kayak berada di kosan di gang sempit Tambora Jakarta. Lembap, sendu, dan nggak enak banget.

Pertama tiba, saya disambut dengan bagian gate kedatangan yang cukup semrawut dengan taksi bandara, mobil jemputan, dan orang yang lalu-lalang. Para sopir yang berteriak-teriak memanggil penumpang, para penjemput, dan orang yang nongkrong nggak jelas serta seenaknya duduk di sana-sini sambil merokok malah bikin Bandara Hang Nadim Batam kayak Terminal Pulo Gadung zaman dulu. Nggak teratur blas.

Sudah gitu kalau diperhatikan saksama, tenant di bandara ini juga cukup terbatas. Yang kelihatan besar cuma Indomaret, sisanya tenant kecil dan kebanyakan tutup. Mau mampir cari makan atau minum jadi malas karena saya nggak punya banyak pilihan.

Baca Juga:

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

4 Hal yang Dikangenin dari Bandara Adisutjipto Jogja yang Nggak Akan Ditemukan di YIA

Awalnya saya pikir cuma di area kedatangan vibes-nya surem kayak begitu. Soalnya nggak banyak penumpang yang datang untuk “menikmati” bandara. Sebagian besar ya pasti cuma numpang lewat, terus pergi ke tujuan masing-masing. Tapi ternyata waktu saya kembali ke bandara ini untuk balik ke Bekasi, area keberangkatannya sama saja.

Sebenarnya area keberangkatannya nggak terlalu luas, terutama untuk ruang check-in. Walaupun rapi dan terawat, kesan jadul nggak bisa hilang dari bandara ini. Ada satu lagi yang bikin penumpang tanpa bagasi kayak saya kesal.

Biasanya saya mengandalkan mesin self check-in. Tapi di Bandara Hang Nadim Batam, fasilitas ini kayak pajangan. Nggak ada gunanya. Saya tetap harus antre lama di meja check-in hanya untuk mendapat boarding pass.

Bandara potensial

Padahal kalau dilihat saksama, Bandara Hang Nadim Batam ini potensial. Letaknya dekat dengan Singapura dan Malaysia, ditambah Batam juga punya titel sebagai kawasan ekonomi khusus. Seharusnya bandara ini bisa dimanfaatkan dan di-upgrade biar bisa menyaingi Changi.

Rasanya sayang banget gitu melihat kondisi bandara ini. Padahal mereka baru saja bekerja sama dengan perusahaan pengelola Bandara Incheon Korea, tapi tetap saja rasanya nggak ada yang “wah” di Hang Nadim selain papan namanya yang sekarang ada tambahan huruf Korea.

Atau memang saya saja yang mungkin terlalu membandingkan fasilitas dan vibes modern bandara-bandara yang direnovasi di era modern dengan tempat ini. Soalnya pasti di eranya dulu, Hang Nadim secara persona bagus seperti yang dikatakan orang-orang di luar sana.

Akan tetapi untuk saat ini, bandara internasional ini masih belum segagah namanya, bak pahlawan yang masih belum bangun dari tidur panjangnya. Saya hanya bisa berharap Bandara Hang Nadim Batam ke depannya tak hanya harum dikenal dengan runway panjangnya, tapi juga bisa menyaingi bandara-bandara besar lainnya.

Penulis: Mohammad Arfan Fauzi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Bandara di Indonesia yang Lokasinya Kerap Disalahpahami Wisatawan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2025 oleh

Tags: bandarabandara hang nadimbandara hang nadim batambandara internasionalBatamKota Batam
Mohammad Arfan Fauzi

Mohammad Arfan Fauzi

Seorang pedagang ayam bakar yang juga wartawan media nggak terkenal.

ArtikelTerkait

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

16 Januari 2024
Rotiboy, Kuliner Khas Bandara Favorit Sejuta Umat

Rotiboy, Kuliner Khas Bandara Favorit Sejuta Umat

4 Februari 2022
Tanjung Pinang, Kota yang Kelewat Slow Living: Saking Lambatnya, Bikin Kota Ini Susah Bersaing

Tanjung Pinang, Kota yang Kelewat Slow Living: Saking Lambatnya, Bikin Kota Ini Susah Bersaing

9 Juni 2025
gonggong

Gonggong: Kuliner Khas Kepulauan Riau yang Wajib Dicoba

5 Desember 2021
Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

3 Desember 2025
Salah Kaprah tentang Kepulauan Riau yang Harus Segera Diluruskan

Salah Kaprah tentang Kepulauan Riau yang Harus Segera Diluruskan

26 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.