Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bandar Negara: Calon Kabupaten Baru di Lampung yang Menimbulkan Tanda Tanya

Ahmad Sulton Ghozali oleh Ahmad Sulton Ghozali
9 Januari 2025
A A
Bandar Negara: Calon Kabupaten Baru di Lampung yang Menimbulkan Tanda Tanya lampung selatan

Bandar Negara: Calon Kabupaten Baru di Lampung yang Menimbulkan Tanda Tanya

Share on FacebookShare on Twitter

Wacana pemekaran Kabupaten Lampung Selatan sudah di depan mata, yaitu dibentuknya kabupaten baru bernama Kabupaten Bandar Negara. Salah satu alasan di balik pemekaran ini adalah wilayah Lampung Selatan yang terlalu luas. Saya sendiri sebagai perantauan juga merasakan hal yang sama ketika pertama kali menginjakkan kaki di kabupaten ini.

Kendati demikian, pemekaran kabupaten baru ini masih menimbulkan tanda tanya, terutama terkait masa depan dan dampak yang diberikannya kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Pelayanan publik lebih terjangkau

Kabupaten Lampung Selatan saat ini memiliki pusat pemerintahan di daerah Kalianda. Daerah ini terasa sangat jauh untuk diakses bagi masyarakat di wilayah seperti Natar dan Tanjung Bintang yang bahkan lebih dekat ke Kota Bandar Lampung. Dengan adanya Bandar Negara, masyarakat lebih mudah mengakses layanan publik di kabupaten baru ini yang mencakup lima wilayah, yakni Tanjung Bintang, Tanjung Sari, Natar, Jati Agung, dan Merbau Mataram. Dengan pusat pemerintahan Bandar Negara di Kotabaru atau Jati Agung, masyarakat tidak perlu jauh-jauh pergi ke Kalianda.

Meskipun lebih menjangkau masyarakat, kabupaten baru ini belum tentu menjamin kesejahteraan masyarakat yang lebih terjamin. Jika diperhatikan, tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah pusat pemerintahan seperti Kalianda sendiri masih belum merata. Beberapa wilayah di Bandar Negara nantinya memang sudah termasuk lebih padat, bahkan bisa dikatakan menjadi penopang Bandar Lampung. Akan tetapi, bagaimana dengan nasib Lampung Selatan nantinya? Akankah Lampung Selatan semakin terpinggirkan dari perhatian pemerintah provinsi dan pusat?

Pemerataan pembangunan

Meskipun akan lebih mudah untuk mengakses pelayanan publik, pembangunan di Bandar Negara belum tentu menjadi lebih baik dan merata. Seperti yang diketahui bersama, infrastruktur di Lampung Selatan sejauh ini belum bisa dinilai layak. Barangkali, akses ke Kalianda yang terasa begitu jauh saat ini juga dipengaruhi oleh kondisi jalan yang tidak layak. Mau sedekat apa pun, jika kondisi jalannya tidak mumpuni, akan terasa 2 kali lipat lebih jauh dan melelahkan bagi para pelintas. Belum lagi transportasi umum antarkota yang tidak jelas nasibnya hingga kejahatan begal yang masih merajalela.

Selain kondisi jalan, masih banyak fasilitas kesehatan hingga pendidikan yang belum memadai. Masih banyak pula sekolah negeri yang belum mendapatkan perhatian pemerintah. Hal ini tentu kembali bergantung kepada pemerintah yang akan memegang kendali di kabupaten baru tersebut. Padahal, fasilitas kesehatan dan pendidikan adalah dua aspek yang mampu menjamin keberlangsungan hidup masyarakat Lampung.

Baca halaman selanjutnya

Potensi lapangan pekerjaan

Baca Juga:

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2025 oleh

Tags: bandar lampungbandar negarakabupaten barulampungLampung Selatan
Ahmad Sulton Ghozali

Ahmad Sulton Ghozali

Lahir di Trenggalek, sedang singgah di Depok. Senang menulis. Sering berbincang seputar bahasa, sastra, dan isu-isu budaya di sekitarnya.

ArtikelTerkait

Pantangan Menikah Ngalor Ngulon bagi Masyarakat Jawa

Sebambangan: Solusi Tingginya Biaya Nikah Orang Lampung

6 Mei 2020
Terima Kasih Kangen Band, Kalian Telah Menghiasi Masa Remaja Saya dengan Dawai-dawai Cinta terminal mojok

Kangen Band, Terima Kasih Telah Menghiasi Masa Remaja Saya dengan Dawai-dawai Cinta

19 April 2021
bandar lampung flyover dinasti politik mojok

Bandar Lampung Terbuat dari Flyover, Pulang, dan Pasangan

5 Oktober 2020
Berkenalan dengan Slang Word-nya Orang Lampung terminal mojok.co

Berkenalan dengan Slang Word-nya Orang Lampung

3 Desember 2020
Saya Kaget Beli Pecel Lele di Bandar Lampung: Sambalnya Mentah, Lelenya Dua Ekor

Saya Kaget Beli Pecel Lele di Bandar Lampung: Sambalnya Mentah, Lelenya Dua Ekor

4 April 2025
Nasib Natar, Kecamatan di Lampung Selatan yang Dekat ke Ibu Kota Provinsi tapi Jauh dari Ibu Kota Sendiri

Nasib Natar, Kecamatan di Lampung Selatan yang Dekat ke Ibu Kota Provinsi tapi Jauh dari Ibu Kota Sendiri

24 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.