Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Banalitas Menonton Video Cyberbullying: Kita Semua Berpotensi Jadi ‘Bully’

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
26 Agustus 2019
A A
cyberbullying, kasus bullying

Kasus Bullying Mudah Viral, Tapi Selalu Dilupakan Setelah Korban Dapat Bantuan

Share on FacebookShare on Twitter

Dunia telah memasuki era digital. Dengan semakin berkembangnya teknologi, memungkinkan semua orang dapat melakukan apapun dengan mudah. Seseorang kini bisa mendapatkan apapun dan melakukan apapun dengan bantuan teknologi digital—termasuk mendapatkan hiburan.

Kita benar-benar sadar bahwa keberadaan media sosial sebagai salah satu wujud realisasi atas impian semua orang tentang dunia dalam genggaman kini benar-benar dapat kita nikmati. Fitur-fitur yang tersedia dalam media sosial lebih dekat dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat masa kini. Dengan adanya media sosial, kebutuhan akan hiburan akan terpenuhi. Karena seperti yang kita tahu, media sosial adalah tempatnya bermacam-macam hiburan.

Kita seringkali melihat jokes yang terhimpun dalam sebuah meme. Kita juga tidak jarang, melihat blunder berupa video berkat media sosial. Beberapa dari kita bahkan akan mengamini tentang salah satu kebiasaan kita sebagai pengguna medsos yang seringkali ingin memperoleh kebutuhan hiburan dengan menyaksikan video blunder pada sebuah akun official jokes receh sejati. Sebut saja contohnya ketika kita menjadi salah satu pengguna aktif YouTube.

Jika kalian pernah mendengar seorang yang memiliki akun YouTuber bernama erphan1140 yang menjuluki dirinya sendiri sebagai ‘makhluk mars’, itu berarti kita memilki kesamaan. Kita menyaksikan video blunder yang sengaja ia bagikan dalam konten YouTube nya yang khusus mengomentari video-video kocak dari pengikut akun Instagramnya.

Akun Youtuber yang memilki jumlah subscriber sebanyak lebih dari empat juta ini ternyata telah dikenal luas oleh kalangan anak-anak, wabilkhusus di sekitaran rumah saya. Betapa si Makhluk Mars ini sangat hype di kalangan bocah SD hingga remaja tanggung SMA. Hampir semua mengenalnya dengan ciri khas bahasa amburadulnya seperti “I runno mi” yang ternyata simpangan dari bahasa Inggris “I don’t know”, dan ungkapan “Ererere..!”.

Karena saya yang penasaran, akhirnya saya menanyakan langsung pada adik saya yang ternyata juga bagian dari salah satu subscriber Youtuber tersebut. Ternyata erphan1140 adalah salah satu Youtuber yang gemar membuat konten video berisi video blunder dari semua orang di belahan dunia. Youtuber itu ternyata tidak mendapatkan video blunder itu sendiri melainkan dari para pengikutnya di Instagram dan para subscribernya yang biasa disebutnya sebagai ‘Bijikers’.

Sebuah video dengan durasi kurang lebih 20 menit akhirnya saya tonton penuh bersama adik saya. Ternyata selama 20 menit penuh itu juga, saya menyaksikan banyak video trap yang memperlihatkan keblunderan. Meskipun nampak tidak disengaja, video blunder tersebut mengundang tawa saya dan berpikir betapa bodohnya mereka yang terlibat dan terjebak dalam trap konyol tersebut. Saya dan adik saya akhirnya tergelak.

Ternyata bukan hanya kami. Setelah tayangan video berakhir, kami melihat bagian kolom komentar yang hampir keseluruhan ikut menertawai kemalangan seseorang yang dijadikan sebagai korban trap rekannya sendiri. Benar-benar bodoh dan konyol korban trap itu. Kami jadi terhibur berkat keberhasilan trap konyol yang diciptakan oleh seseorang terhadap rekannya. Hingga tanpa kami sadari, sebenarnya kami ini telah menjadi pelaku bullying kedua.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Istilah bullying secara harfiah berarti tindakan untuk menjebak, mempermalukan, atau menyakiti seseorang dengan dalam bentuk fisik. Namun sesuai perkembangan zaman yakni zaman digital, kini bullying berevolusi—dari semula bullying berupa tindakan kekerasan fisik dan kekerasan verbal menjadi cyberbullying yaitu intimidasi dalam dunia maya. Kekerasan dan bentuk tindakan yang bersifat mempermalukan itu dilakukan melalui dunia maya atau internet.

Pelaku pertama merupakan seseorang dengan aksi pengeksekusi trap untuk memperlihatkan blunder dari korban bullying. Sedangkan kita yang biasa mendapatkan hiburan dari berbagai video berbau bullying merupakan pelaku kedua. Mengapa kita juga dapat dikatakan pelaku bullying? Karena kita menertawakan mereka. Iya. Menertawai mereka yang sedang teraniaya oleh aksi bullying juga merupakan bentuk bullying atau tepatnya cyberbullying.

Mereka yang menyebarluaskan video tersebut pun bisa dikatakan sebagai pelaku cyberbullying. Saya yakin, mereka sepenuhnya sadar bahwa mereka akan menyebarkan aib orang lain melalui video bullying, demi popularitas—agar viral. Kita pun sebagai netizen yang menertawakan aksi trap tersebut sebagai bentuk kebodohan korban trap, tanpa kita sadari kita juga telah melakukan cyberbullying terhadap mereka.

Sebuah artikel kesehatan psikologi mengatakan bahwa salah satu ciri-ciri psikis yang berpotensi sebagai bully atau pelaku bullying adalah minimnya rasa empati terhadap sesama. Bentuk ketidak-berempatian kita terhadap para korban cyberbullying itu tergambar ketika kita merasa terhibur dengan video bullying yang kita jadikan sebagai hiburan tersendiri. Sehingga, menertawakan mereka adalah salah satu petunjuk bahwa kita dapat berpotensi sebagai bully.

Semua orang dapat berpotensi menjadi bully (pelaku bullying). Melakukan bullying—terutama cyberbullying merupakan sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan. Gaya hidup yang karib dengan keberadaan media sosial kini menimbulkan kemungkinan-kemungkinan bahwa setiap orang berpotensi jadi bully pada kasus cyberbullying. Ihwal cyberbullying, sebagai manusia yang berbudi sudah seharusnya kita bersikap bagaimana mestinya yakni—berempati. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2022 oleh

Tags: BullycyberbullyingGenerasi MudaMedia SosialPerundungansanksi sosial
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

2 Desember 2023
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co

YouTuber yang Kontennya Nyampah Cukup Dihadapi dengan 4 Hal Ini

8 Mei 2020
influencer beli followers instagram, Tren Instagram Stories Terbaru Bikin Banyak Orang Gede Rasa! Penghapusan Jumlah Like di Instagram dan Kebiasaan Pamer Kehidupan

Penghapusan Jumlah Like di Instagram dan Kebiasaan Pamer Kehidupan

15 November 2019
Pengalaman Jadi Buzzer Produk di Twitter dan Memahami Polanya terminal mojok.co

Pengalaman Jadi Buzzer Produk Sukses di Twitter

4 November 2020
Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

16 Januari 2020
Menebak Alasan Orang yang Sembrono Mengunggah ID Card di Medsos terminal mojok

Menebak Alasan Orang yang Sembrono Mengunggah ID Card di Medsos

17 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.