Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bagi Saya, Menstruasi dan Tidak Puasa di Bulan Ramadan Itu Nggak Enak! #TakjilanTerminal37

Siti Halwah oleh Siti Halwah
1 Mei 2021
A A
Bagi Saya, Menstruasi dan Tidak Puasa di Bulan Ramadan Itu Nggak Enak! #TakjilanTerminal37 terminal mojok.co

Bagi Saya, Menstruasi dan Tidak Puasa di Bulan Ramadan Itu Nggak Enak! #TakjilanTerminal37 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali menstruasi datang di bulan Ramadan, para kakak laki-laki saya sering kali berkata bahwa saya beruntung karena bisa libur sebentar dari rutinitas puasa. Beberapa teman laki-laki juga sering kali melontarkan pernyataan serupa akan keistimewaan yang dimiliki oleh perempuan di bulan Ramadan. Apalagi, di bulan Ramadan tahun ini, cuaca memang sedang panas-panasnya.

Padahal, kalau boleh jujur, sih, tidak puasa di bulan Ramadan itu nggak enak, lho. Nggak semenyenangkan seperti yang dipikirkan oleh kaum laki-laki. Malah sebaliknya, tidak puasa membuat saya ketambahan banyak tugas yang merepotkan serta hal-hal menyebalkan lainnya yang cuma saya rasakan saat nggak berpuasa.

#1 Mendapat mandat untuk mencicipi masakan

Saat nggak berpuasa, salah satu hal menyebalkan yang saya rasakan adalah diminta untuk mencicipi rasa masakan. Bagi saya, ini adalah tugas yang maha berat. Lebih berat daripada tugas untuk menyelesaikan skripsi dalam tenggat waktu dua bulan. Bayangkan saja, rasa masakan yang akan dicicipi oleh orang-orang sekeluarga saat akan berbuka puasa nanti semuanya bergantung pada lidah saya—yang kualitas dan integritasnya perlu dipertanyakan.

Pasalnya, bagi saya semua rasa masakan itu enak, paling mentok ya cuma kurang garam dan penyedap rasa. Berhubung saya nggak pandai memasak, jadi sebisa mungkin saya menghargai orang-orang yang sudah bersusah payah dalam masak-memasak dengan mengatakan bahwa masakannya enak. Tentu saja hal ini sering kali menjadi bumerang.

Saat waktu berbuka puasa tiba, orang-orang rumah sering komplain. Kolak yang menurut saya rasanya sudah pas, ternyata kurang manis. Sayur yang bagi saya rasanya pas, ternyata keasinan—meskipun berdasarkan pembelaan saya, keasinan kalau dicampur dengan nasi ya pasti pas. Makanya daripada diminta mencicipi masakan, saya lebih suka disuruh ngepel lantai rumah saja.

#2 Makanan sisa orang-orang sahur

Di keluarga saya terdapat aturan tidak tertulis selama bulan Ramadan bahwa kegiatan masak-memasak hanya boleh dilakukan satu kali, yaitu di siang hari. Saat siang hari tersebut, nasi dan lauk pauk untuk berbuka dan sahur dimasak bersamaan. Saat sahur nanti, hanya perlu menghangatkan saja. Jadi, capeknya hanya sekali.

Nah, bagi saya yang nggak ikut puasa, tentu saja ini malapetaka. Nasi dan lauk yang saya konsumsi di pagi hari biasanya adalah sisa-sisa dari saat sahur yang tentunya sudah agak dingin, jumlahnya terbatas, dan bikin nggak selera makan. Mau nekat buat masak lagi, kok rasanya nggak enak dengan orang-orang sekitar.

#3 Susah nyari tempat buat makan

Masalah paling krusial yang saya rasakan saat nggak ikut puasa di bulan Ramadan adalah susahnya nyari tempat buat makan. Pasalnya, meskipun dapur dan rumah saya terpisah, tetap saja saya nggak bisa leluasa makan. Apalagi, saya memiliki keponakan yang saat ini sedang gencar-gencarnya berlatih untuk puasa. Tentunya bikin saya makin susah untuk makan dan berasa lagi main kucing-kucingan dari orang rumah.

Baca Juga:

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam

Mahasiswa Jogja yang Ingin Bertobat di Bulan Ramadan Wajib Berkunjung ke Masjid Jogokariyan

Selain itu, saya juga masih harus berusaha untuk menyesuaikan waktu makan agar sebisa mungkin waktunya nggak bentrok dengan orang-orang rumah yang akan memasak. Makanya, saya kadang sering skip makan siang karena nggak enak sama orang-orang rumah.

#4 Tugas domestik makin banyak

Entah mengapa sebagian besar orang menganggap bahwa orang yang tidak puasa itu punya energi tak terbatas karena bisa makan dan minum sepuasanya. Berbeda dengan mereka yang puasa. Makanya, setiap kali saya nggak ikut berpuasa, tugas domestik saya malah bisa nambah dua kali lipat.

Jika sebelumnya saya hanya kebagian tugas mencuci baju dan menyapu halaman rumah, saat saya tidak puasa tugas saya bisa nambah dengan menyapu lantai, mengepel, dan mencuci piring. Terkadang malah harus menyikat kamar mandi. Kalau protes, sering muncul jawaban yang nggak terbantahkan, “Ya kan kamu nggak puasa, bisa makan kalau lapar dan minum kalau haus.”

Helaaah, dikira orang yang tidak puasa itu nggak bisa capek kali, ya.

#5 Harus mengganti di bulan-bulan lain

Jujur saja, harus mengganti puasa di bulan lain adalah hal yang berat bagi saya. Pasalnya, selain saya sering kelupaan punya utang puasa berapa, harus berpuasa sendirian di tengah-tengah orang yang tidak puasa itu semacam tantangan tersendiri. Belum lagi harus nyari-nyari waktu longgar di tengah-tengah padatnya jadwal kerjaan.

Maka, nggak salah deh kalau banyak teman-teman perempuan saya yang justru utang puasa dari bulan Ramadan sebelumnya belum sempat kebayar hingga sampai di bulan Ramadan tahun berikutnya. Parah, kan, ya.

#6 Melewatkan waktu-waktu penting di bulan Ramadan

Ada banyak momen-momen yang terlewat saat tidak puasa karena menstruasi. Misalnya saat pertama kali puasa, Tarawih, sahur, dan berbuka pertama kali. Atau ketika menstruasi datang justru di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan yang merupakan waktu paling pas untuk mencari malam Lailatul Qadar. Dan yang paling bikin nyesek, menstruasi yang justru datang di malam takbiran, beberapa jam sebelum saalat Idul Fitri dilaksanakan. Beneran bikin nangis.

*Takjilan Terminal adalah segmen khusus yang mengulas serba-serbi Ramadan dan dibagikan dalam edisi khusus bulan Ramadan 2021.

BACA JUGA Geliat Info Mokel sebagai Ajang Silaturahmi Mereka yang Tidak Puasa. #TakjilanTerminal31 dan tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2021 oleh

Tags: bulan ramadanmenstruasiTakjilan Terminaltidak puasa
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

pembalut malam dipakai di siang hari haid menstruasi mojok.co

Efek Negatif ketika Pembalut Malam Dipakai Siang Hari

25 Juni 2020
5 Rekomendasi Tempat Beli Takjil di Kota Bogor yang Ikonik Terminal Mojok

5 Rekomendasi Tempat Beli Takjil di Kota Bogor yang Ikonik

7 April 2022
4 Inovasi Pembalut Wanita yang Nggak Terlalu Penting dan Harusnya Stop Produksi

4 Inovasi Pembalut Wanita yang Nggak Terlalu Penting dan Harusnya Stop Produksi

5 Desember 2023
Membantah Mitos Menginjak Jempol Kaki Teman Bisa Ketularan Menstruasi Terminal Mojok

Membantah Mitos Menginjak Jempol Kaki Teman Bisa Ketularan Menstruasi

14 Desember 2022
3 Hal yang Terasa Istimewa di Bulan Ramadan 2021 #TakjilanTerminal47 terminal mojok

3 Hal yang Terasa Istimewa di Bulan Ramadan 2021 #TakjilanTerminal47

11 Mei 2021
Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam Mojok.co

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam

12 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.