Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Bagi Saya, Angkringan Jogja Itu (Kini) Overrated, Tidak Perlu Dipuji Sampai Setinggi Itu

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
13 Juli 2025
A A
Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati Mojok.co angkringan jogja angkringan di kediri

Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati (surakarta.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Kedua, romantisme suasananya tidak selalu bisa didapatkan ketika makan di angkringan Jogja. Banyak yang berharap dapat nuansa yang katanya “Jogja banget”, yaitu suasana syahdu, musik keroncong, ngobrol sama orang random. Kenyataannya sebaliknya, kebanyakan angkringan cuma ramai orang makan, habis itu pulang. Tidak selalu ada momen magis seperti di cerita FTV.

Hal naif seperti itu sudah sulit ditemukan oleh kalian para wisatawan, apalagi di pusat Kota. Yang kalian temukan bisa jadi adalah misuh-misuh karena padatnya Jogja. Kemudian, karena berstatus kota wisata, yang kalian dapatkan hanya lalu-lalang sesama wisatawan yang kadang kelihatan norak dan nggak inklusif. Nggak jarang, ketika kondisi ramai, kalian para wisatawan hanya mendapat tempat duduk seadanya, bahkan duduk di pinggir jalan sambil kena asap kendaraan.

ADVERTISEMENT

Unsur ketenangan baru bisa kalian dapatkan kalau mau menetap lebih lama di Jogja dan menjelajah ke lebih dalam sudut Jogja, misalnya di daerah Sleman, Bantul, atau sisi lain dari Gunungkidul.

Memory keeper

Ketiga, soal higienitas dan kesegaran makanan yang dijual juga patut dipertanyakan. Bukan bermaksud suudzon nih, saya beberapa kali makan di angkringan Jogja selalu mendapat masalah soal gorengan yang terlalu keras (mungkin karena sisa kemarin digoreng lagi), dan nasi bungkusnya yang sudah agak berkeringat. Jadi nggak bisa dinikmati.

Selain itu, karena angkringan ini warung yang modelnya kebanyakan open kitchen, maka makanan atau gorengannya pun banyak yang terbuka sehingga berpotensi kena debu jalanan, kadang ada lalat, dan kena polusi kendaraan yang ramai berlalu-lalang. Yang paling sering saya lihat adalah cara membersihkan alat makan yang cuma dicelup air seadanya.

Semua hal di atas membuat saya merasa bahwa angkringan Jogja adalah bukti dari romantisme berlebihan yang nggak dibarengi dengan penguatan identitas dan inovasi yang baik yang bisa mengikuti zaman. Mungkin, awalnya, terutama era sebelum adanya media sosial, angkringan Jogja memang menawarkan banyak hal yang memberikan pengalaman mental dan sosial. Tapi perkembangan zaman melunturkan identitasnya yang penuh kesederhanaan dan kearifan lokal, menjadi hanya alternatif tempat makan yang dianggap murah. Padahal bisa jadi lebih mahal.

Boleh jadi, sebelumnya angkringan Jogja adalah “memory keeper”. Banyak kisah hidup, cinta, bahkan perjuangan mahasiswa di Jogja yang bermula dan berakhir di angkringan. Ada nostalgia yang tidak semua tempat makan bisa berikan. Tapi itu dulu. Saat ini angkringan hanyalah komoditas wisata yang menurut tidak lagi istimewa. Karena toh masih banyak objek yang khas dari Jogja yang lebih bisa dinikmati.

Jadi aneh betul ada orang yang jauh-jauh ke Jogja hanya ingin nyoba makan di Angkringan. Lah wong di daerah lain juga ada.

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Bakpia Jogja yang Bikin Kecewa, Wisatawan yang Mau Beli Mending Pikir Dua Kali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2025 oleh

Tags: angkringanAngkringan jogjaJogja
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak (Shutterstock)

8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak dan Cukup Sekali Saja Dikunjungi

18 Oktober 2025
KKN di Desa Kayangan: Tidak Ada Angkringan di Sini

KKN di Desa Kayangan: Tidak Ada Angkringan di Sini

17 Februari 2020
Pom Bensin Pertamina Adisucipto Jogja Bikin Saya Nggak Malas Isi Bensin karena Fasilitasnya Komplet

Pom Bensin Pertamina Adisucipto Jogja Bikin Saya Nggak Malas Isi Bensin karena Fasilitasnya Komplet

10 Februari 2024
Mencari Toko Buku di Banyuwangi seperti Jarum di Tumpukan Jerami, Sulit! Mojok.co

Mencari Toko Buku di Banyuwangi seperti Jarum di Tumpukan Jerami, Sulit!

5 November 2023
tetangga minta password wi-fi Angkringan wifi mojok.co

Angkringan Dikasih Wi-Fi Sama Colokan Memang Bikin Rame, tapi Juga Bikin Bete

21 Juni 2020
Kenapa Malang Terkesan Ingin Menjadi Jogja Terminal Mojok

Kenapa Malang Terkesan Ingin Menjadi Jogja?

14 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Jalanan Surabaya yang "Liar" Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas Mojok

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

24 Juni 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.