Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Atasan yang Selalu Approve Cuti Adalah Privilese yang Tak Dimiliki Semua Karyawan Indonesia

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
11 Oktober 2021
A A
Punya Atasan yang Selalu Approve Cuti Adalah Privilese terminal mojok cuti tahunan pegawai outsourcing
Share on FacebookShare on Twitter

Cuti merupakan salah satu hak karyawan yang nggak bisa diganggu gugat eksistensinya. Dalam memberlakukan cuti, regulasi setiap perusahaan mungkin berbeda-beda. Ada yang minimal harus bekerja aktif selama enam bulan lebih dulu baru diperbolehkan cuti, ada yang harus menunggu satu tahun lamanya baru bisa cuti, ada juga yang baru masuk kerja boleh langsung cuti di bulan berikutnya, tapi dengan syarat tertentu.

Di sisi lain, meski sadar bahwa cuti adalah hak prerogatif karyawan yang nggak bisa diganggu gugat, masih saja ada atasan yang malah mempersulit cuti karyawannya tanpa alasan yang jelas. Atau bahkan ada senior di kantor yang dengan entengnya menyindir, “Yaelah, perasaan cuti mulu. Emang mau ke mana, sih?”

Begini. Pertama, cuti itu adalah hak karyawan—siapa pun itu, apa pun posisi dan jabatannya. Kedua, saat orang mau cuti kerja, terserah mau ngapain saja. Bukan urusan ente, jadi nggak usah ikut campur, kepo, atau nyindir. Ketiga, daripada ente-ente sekalian iri dan bisanya hanya nyindir, pernah mikir nggak, sih, mending pakai hak cuti ente juga, lah.

Itulah kenapa, bagi sebagian karyawan, selalu mendapat izin atau di-approve hak cutinya oleh atasan dan nggak mendapatkan sindiran pun intervensi karyawan lain, merupakan privilese tersendiri. Jadi, bisa cuti dengan bebas, tenang, sekaligus tanpa beban pekerjaan yang bikin kepikiran selama liburan. Sebab, nggak semua atasan punya sikap serupa jika ada timnya yang mengajukan cuti, lho.

Ada atasan yang pelit, bahkan nggak sedikit juga yang punya kebiasaan mempersulit. Makanya nggak heran kalau ujung-ujungnya ada karyawan yang sampai harus pura-pura sakit biar bisa ambil cuti.

Situasi sulit seperti itu juga pernah dialami oleh teman saya, sebut saja Gendis (nama samaran), yang bekerja di perusahaan XXX. Gendis bercerita, tiap kali pengin menggunakan hak cuti agar bisa mengambil jeda saja rasanya segan dan nggak enak. Semua ia rasakan lantaran harus rela dihujani pertanyaan ini dan itu lebih dulu oleh atasan. “Ribet banget pokoknya,” kata Gendis sambil sedikit misuh.

“Terus, kalau mau cuti biar langsung di-approve dan nggak ribet caranya gimana?” tanya saya sedikit penasaran.

“Ya mau nggak mau pura-pura sakit saja, lah, kalau memang sudah kepepet. Itu juga sering banget masih ditanya ini-itu. Ribet,” kata Gendis yang ngakunya pengin resign entah dari kapan, tapi tak kunjung dilakukan karena masih butuh pemasukan.

Baca Juga:

Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar

5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Saya Jadi Karyawan MR DIY

Apa yang diceritakan oleh Gendis berbanding terbalik dengan teman curhat saya yang lain dalam hal pekerjaan, Supriyanto (bukan nama samaran), yang bekerja di perusahan XXX. Supriyanto nggak pernah dipersulit alias selalu diberi izin oleh atasannya saat pengin mengajukan cuti. Bahkan, sekalipun ia pengin cuti untuk mengikuti proses wawancara kerja di tempat lain.

Sebagai pendengar curhatan yang netral, tentu saja saya melakukan probing dan lanjut bertanya, “Sup, pernah tanya ke atasan nggak, kenapa selalu mengizinkan cuti? Bahkan untuk keperluan wawancara kerja di tempat lain?”

“Pernah. Katanya, pertama, cuti itu hak gue sebagai bawahannya blio. Kedua, blio nggak mau mempersulit kalau benefit di tempat lain lebih cocok dan sesuai sama gue. So far, blio selalu support dan menormalisasi hal kayak gitu, sih,” kata Supriyanto penuh antusias menceritakan sikap atasannya terkait hak cuti karyawan.

Apa yang diceritakan oleh Gendis dan Supriyanto betul-betul menjadi kenyataan dalam dunia kerja yang harus dihadapi oleh kebanyakan karyawan saat ini. Ada yang diberi kemudahan, ada yang dipersulit saat pengin menggunakan hak cuti tahunan.

Sudah sewajarnya para atasan di banyak perusahaan memberi kemudahan bagi karyawannya soal penggunaan hak cuti—untuk keperluan apa pun. Pasalnya, akan jauh lebih nyaman dan menyenangkan jika antara atasan dan tim saling terbuka dan support satu sama lain.

Jika permasalahannya adalah nggak mau sampai kehilangan karyawan terbaik, beri treatment sebagaimana mestinya. Bukan dengan cara mengekang, apalagi sampai membatasi gerak-gerik dan hak karyawan soal penggunaan jatah cuti. Lagian, jadi atasan kok posesif amat sama jatah cuti karyawannya? Hal yang kayak gitu bikin karyawan nyaman nggak, berpotensi kehilangan karyawan terbaik iya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2021 oleh

Tags: atasancutiKaryawan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

ciri karyawan yang rentan kena phk mojok.co

5 Ciri Karyawan yang Rentan Kena PHK

24 Juli 2020
Panduan Sederhana Membedakan PKWT dan PKWTT bagi Para Calon Karyawan terminal mojok

PKWT dan PKWTT Itu Beda! Sebagai Calon Karyawan, Kamu Jangan Sampai Salah

22 April 2021
bos marah cara mengatasi bos marah mojok

3 Hal yang Sebaiknya Anda Lakuin Saat Diomelin Bos

14 Oktober 2020
marah

Bos, Muhasabahlah Sebelum Marah

8 Juni 2019
Karyawan Di-Blacklist HRD se-Indonesia: Cuma Gimik atau Beneran? Terminal Mojok.co

Karyawan Di-Blacklist HRD se-Indonesia: Cuma Gimik atau Beneran?

16 Mei 2022
10 Makanan Khas Karyawan Resign: Dari Donat sampai Tumpeng Mojok.co

10 Makanan Khas Karyawan Resign dari Donat sampai Tumpeng

22 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua
  • Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali
  • Gaya Hidup Pemuda di Desa Saat Ini bikin Kaget: Habiskan Gaji Kecil buat Ikuti Tren Orang Kaya, Target Kerja Sebatas buat Beli iPhone Lalu Resign
  • Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung
  • Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.