Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Asyiknya Ramadan dengan Ngaji Pasaran

Lulu Erzed oleh Lulu Erzed
26 April 2020
A A
Asyiknya Ramadan dengan Ngaji Pasaran
Share on FacebookShare on Twitter

Pernah nggak kalian denger istilah ngaji pasaran atau ngaji pasanan? Konon, ngaji ini berasal dari metode pengajian yaitu dengan cara para santri memilih pengajian kitab yang diminati. Seperti di pasar, pembeli akan memilih barang yang diinginkan. Namun, ada juga yang menyebut dengan ngaji pasanan, karena dilaksanakan di bulan Ramadan ketika sedang melaksanakan ibadah puasa, yang dalam bahasa Jawa disebut pasa atau poso.

Ngaji pasaran atau pasanan ini identik dilaksanakan di pondok pesantren selama bulan Ramadan. Ia dilaksanakan dengan mengkaji beberapa kitab yang akan dimulai di awal bulan Ramadan dan dikhatamkan di akhir bulan Ramadan. Kemudian santri-santri baru diizinkan untuk pulang ke rumah menjelang lebaran.

ADVERTISEMENT

Selain bisa diikuti oleh santri yang bermukim di asrama pesantren, ngaji pasaran ini biasanya juga diikuti oleh santri kalong (santri yang tidak tinggal di asrama). Tidak sedikit juga pondok pesantren yang memberi kesempatan santri kalong untuk mengikuti ngaji pasaran dengan tinggal di asrama pesantren hanya selama bulan Ramadan.

Saya pernah menjumpai beberapa orang yang sempat tinggal di asrama pesantren, mereka memiliki hobi yaitu berkelana saat bulan Ramadan. Mereka memilih untuk ngaji dari satu pesantren ke pesantren lain untuk mengkaji ilmu baru yang berbeda. Tentunya sekaligus dengan niat tabarrukan, yaitu mengharap berkah dari para kiai di pondok pesantren yang mereka singgahi.

Santri kalong tersebut beberapa di antaranya ada yang masih pelajar maupun mahasiswa. Jadi selama Ramadan, mereka yang sebelumnya tinggal di kos atau di rumah, pindah tinggal sementara di asrama pesantren. Mereka yang telah mengikuti ngaji pasaran ini, tentu bisa mengaku sebagai alumni dari pondok pesantren tersebut. Beberapa pondok pesantren pun menyediakan ijazah di akhir program kegiatan Ramadan.

Ngaji pasaran sangat identik dengan mengkaji kitab kuning karya ulama-ulama terdahulu. Ini merupakan wujud melestarikan tradisi kepesantrenan, yaitu mengkaji kitab dengan belajar langsung kepada guru dengan keilmuan yang mumpuni sesuai bidangnya. Dengan melihat fenomena semakin banyak ngaji di media sosial tanpa sanad yang jelas, semakin pentingnya mengikuti pengajian kitab di majelis ilmu atau pesantren.

Adanya pengajian kitab ini guna menambah wawasan keilmuan yang diambil langsung dari kitab-kitab, sanad guru, dan keilmuan yang jelas hingga menyambung sampai pada Rasulullah saw. Adapun kitab-kitab yang dikaji yaitu dari berbagai macam aspek keilmuan, seperti: fikih, hadis, nahwu shorof, aqidah, tauhid, akhlaq, dan tarikh.

Saat melaksanakan ngaji pasaran biasanya waktu terasa sangat padat. Dari sehabis sahur, jamaah salat subuh, kemudian pengajian kitab langsung dimulai. Ngaji kitab satu ke kitab lain biasanya hanya diselingi waktu satu jam. Istirahat siang sebentar, kemudian lanjut ngaji sore untuk menunggu waktu berbuka puasa. Kemudian ngaji dilanjut lagi setelah habis salat tarawih dan biasanya akan berakhir pukul 10 atau 11 malam.

Baca Juga:

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan

Selain mengkaji kitab dan mendapatkan pengalaman spiritual, yang didapatkan dari ngaji pasaran ini adalah pengalaman sosial, seperti tinggal dan merasakan ngaji di pesantren. Bagi santri yang sebelumnya tidak bermukim di pesantren, hal ini merupakan pengalaman baru yang bakal memberikan banyak kesan.

Biasanya, ngaji pasaran diikuti oleh santri dari berbagai macam daerah. Sehingga, bagi santri yang ingin mempunyai banyak relasi, ngaji pasaran ini merupakan suatu solusi. Apalagi dengan berpindah-pindah ngaji di setiap tahunnya. Tidak perlu merasakan mondok bertahun-tahun, dengan satu bulan tinggal di pesantren sudah bisa mendapatkan banyak pengalaman, baik spiritual maupun sosial.

BACA JUGA Esai-esai Terminal Ramadan Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2020 oleh

Tags: Ngaji PasaranPesantrenTerminal Ramadan
Lulu Erzed

Lulu Erzed

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Mengapa Santri Dilarang Punya Rambut Gondrong terminal mojok.co

Mempertanyakan Mengapa Santri Dilarang Punya Rambut Gondrong

11 Desember 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah

4 Mei 2020
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Ingat, ya! Ramadan Itu Satu Bulan, Bukan Satu Pekan

Ingat, ya! Ramadan Itu Satu Bulan, Bukan Satu Pekan

24 April 2020
Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara terminal mojok.co

Mengapa Ngaji Online Kiai Sepi, padahal Jumlah Santri Tidak Sedikit?

1 Mei 2020
5 Cara Pengurus Pesantren Membangunkan Santri (Visual Karsa, unspalsh.com) dukuh babakan

5 Cara Pengurus Pesantren Membangunkan Santri Menjelang Salat Subuh

5 Juni 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.