Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengapa Ngaji Online Kiai Sepi, padahal Jumlah Santri Tidak Sedikit?

Ahmad Ali Adhim oleh Ahmad Ali Adhim
1 Mei 2020
A A
Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara terminal mojok.co

Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Abdul Somad, Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Aa Gym, dan Rizieq Shihab. Sederet nama-nama itu adalah lima ulama berpengaruh versi Lingkar Survei Indonesia (LSI). Denny JA merilis hasil penelitian mereka soal ulama dan efek elektoral mendapati pengaruh kuat ulama terhadap pemilih sebesar 51,7 persen dari 1200 responden. Angka itu jauh di atas tokoh masyarakat lain di 20 persen, politisi 11 persen, dan pengamat 4,5 persen.

Setelah dikelompokkan, para tokoh ulama yang memiliki tingkat ketenaran atau pengenalan di atas 40 persen responden survei yang dilakukan 10-19 Oktober 2018 itu, dengan tingkat kesukaan masyarakat 50 persen, dan tingkat keberpengaruhan di atas 15 persen, muncul lima nama yang saya tulis di paragraf awal tadi.

ADVERTISEMENT

Sementara, pada bulan Oktober 2019 Pusat Studi Strategi Islam (The Royal Islamic Strategic Studies Centre) di Amman, Jordania, merilis daftar 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Publikasi hasil survei tersebut ada nama Presiden Jokowi menempati posisi ke 13, Kiai Said Aqil Siraj posisi ke 19, dan Habib Luthfi bin Yahya menempati posisi ke 33.

Terhitung kurang lebih satu tahun rentan waktu antara survei yang dilakukan oleh Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordania. Di sini saya tidak bermaksud membandingkan antara keduanya, tapi alangkah baiknya kita juga melihat realitas yang terjadi sekarang ini, terutama saat bulan Ramadan.

Pada bulan Ramadan, tidak terhitung lagi berapa banyak kiai dan gus-gus pesantren yang turut menyelenggarakan ngaji online, ada yang melalui akun Facebook, channel YouTube, dan aplikasi lainnya.

Tetapi ada sedikit keunikan, jumlah penonton ngaji online yang diselenggarakan oleh kiai dan gus-gus yang berasal dari pesantren ini jauh lebih sedikit dari penonton live streaming kajian Islam yang diselenggarakan oleh ustaz-ustaz seleb.

Saya sedikit tercengang ketika melihat postingan akun Facebook Reya de Bruyère yang mengunggah hasil screenshoot pengajian online yang ia simak di YouTube. Di Postingan itu saya lihat ada Kiai Said Aqil Siraj yang sedang ngaji online dengan 64 jumlah penonton di 164 Channel – Nahdlatul Ulama.

Kiai Marzuqi Mustamar dengan 61 penonton di channel YouTube KH. Marzuqi Mustamar Channel. Gus Ulil Abshar Abdalla dengan 284 penonton di akun Facebook-nya. Kiai Aguk Irawan dengan 7 penonton di akun Facebook-nya. Sementara Ustaz Abdul Somad dengan 1708 penonton di channel YouTube Ustadz Abdul Somad Official.

Baca Juga:

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan

Barangkali jumlah angka penonton itu hanya kebetulan saja pas santri-santri tidak online, sementara fans Ustaz Abdul Somad senantiasa semangat untuk mengikuti kajian Islam yang disampaikannya melalui online.

Sebagai seorang santri, tentu saya merasa cemas melihat angka penonton ngaji online yang diselenggarakan oleh kiai dan gus-gus yang kredibel di atas. Di manakah santri-santri saat kiai ngaji online? Itulah pertanyaan pertama yang belum saya temukan jawaban pastinya sampai sekarang.

Apakah materi kajian yang disampaikan oleh kiai dan gus-gus pesantren tidak menarik? Ataukah tim media digital ngaji online kiai dan gus-gus pesantren kurang cukup lihai membaca minat masyarakat? Kurang bagus dalam pengemasan desain dan tampilan yang disajikan ke masyarakat? Sehingga jumlah penonton ngaji online beliau-beliau teramat sedikit dibanding dengan ustaz-ustaz yang viral?

Kita tahu hasil survei Pusat Studi Strategi Islam (The Royal Islamic Strategic Studies Centre) Jordania di atas tadi, Kiai Said Aqil menempati angka ke 19 dari 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Sementara nama Ustaz Abdul Somad termasuk 5 ulama pada hasil survei yang dilakukan oleh Lingkar Survei Indonesia (LSI).

Sebagai santri yang kebetulan mempunyai ketertarikan dalam dunia digital, saya mengamati secara diam-diam keunggulan ustaz-ustaz yang viral itu, mereka memiliki tim IT dan tim media yang kompeten, desain dan visualisasi mereka memang menarik.

Sementara kiai dan gus-gus pesantren tidak seberapa peduli dengan hal-hal teknis semacam desain dan visualisasi dalam dakwah di dunia maya. Santri-santri hanya fokus mengaji dan belajar. Tapi belakangan alhamdulillah banyak sekali akun-akun pesantren yang mulai besar dengan jumlah follower dan subscribe yang besar pula.

Membaca tulisan KH. Imam Jazuli, Lc. MA yang berjudul Trend Ngaji Online dan Ambyarnya Kharisma Kiai NU, Sudah Saatnya Move On!, beberapa hari lalu, saya kemudian mencoba membuktikan seberapa besar ketertarikan santri-santri atau masyarakat dengan pengajian online dengan melakukan live streaming di akun Instagram @dawuhguru. Alhamdulillah pengajian online Kitab Tafsir al-Jailani yang diselenggarakan oleh Kiai Aguk Irawan di Pesantren Baitul Kilmah ternyata ada 700-an penonton yang menyimak dengan durasi pengajian selama setengah jam.

Angka penonton sedikit atau banyak, barangkali juga termasuk pengaruh dari jumlah followers yang ada. Lagipula, sosok kiai dan gus dari pesantren bukan untuk ditonton, melainkan diteladani dan diikuti laku tirakat dan semangat dakwahnya. Untuk itu, biarlah para kiai dan gus-gus kita yang mulia itu fokus kepada hal yang lebih besar, persoalan teknis di dunia maya biarlah santri-santri yang melakukannya.

Santri-santri sudah sepatutnya melek teknologi, menguasai desain grafis dan memahami peluang digital. Terutama admin-admin akun Instagram pesantren yang mempunyai followers banyak, sudah selazimnya mengikuti pengajian kiai dan gus-gus sembari live streaming. Agar dakwah digital dan trend ngaji online dari kalangan pesantren tidak kalah dengan kajian-kajian Islam online yang diselenggarakan oleh tim ahlinya ustaz-ustaz selebgram. Wallahu A’lam.

BACA JUGA Pandemi Corona Datang, Ngaji Daring Jadi Andalan atau tulisan Ahmad Ali Adhim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2020 oleh

Tags: kiaiNgaji onlinePesantrenustaz seleb
Ahmad Ali Adhim

Ahmad Ali Adhim

Founder Instagram @dawuhguru, penulis buku Biografi Gus Maksum Lirboyo, Alumni pesantren Sunan Drajat Lamongan, Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saat ini masih nyantri di Pesantren Kreatif Baitul Kilmah Yogyakarta.

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Mengapa Santri Dilarang Punya Rambut Gondrong terminal mojok.co

Mempertanyakan Mengapa Santri Dilarang Punya Rambut Gondrong

11 Desember 2020
Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren (Unsplash)

Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren Berharap Bisa Rasengan Kayak Naruto

19 Mei 2025
mairil nyampet homoseksualitas pesantren hubungan sesama jenis pelecehan seksual asusila laki-laki mojok.co

Mairil dan Nyampet, Homoseksualitas di Pesantren yang Pernah Saya Saksikan Sendiri

28 Mei 2020
tebuireng dipati wirabraja islamisasi lasem pondok pesantren ngajio sampek mati mojok

4 Hal yang Bakal Dikangeni oleh Santri Tebuireng

17 Desember 2020
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan

30 November 2025
mbah moen

Peninggalan Mbah Moen dan Tugas Kita Sebagai Ahli Warisnya

8 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.