Apapun Konsernya, Semangat Slankers Tidak Akan Pernah Padam

Seiring perkembangan zaman, fenomena Slankers akan terus bertambah dan berkembang seiring popularitas Slank yang tak  lekang dimakan usia.

Artikel

Aditya Mahyudi

Di manapun berada, penampilan grup band pasti ditunggu-tunggu oleh penggemarnya atau biasa dipanggil fanbase. Dilihat dari semangat antusiasme, keberadaan fans saat grup band kesayangannya tampil selalu memberikan dukungan kepada mereka baik lewat suara maupun spanduk yang luasnya hampir sebesar lapangan bola dan nyaris membuat sesak nafas pada barisan penonton. Saking hebohnya, mereka menganggap grup band itu sebagai candradimuka sehingga mereka tidak mau melewatkan penampilan grup band satupun meski harus melalui perjuangan yang panjang yaitu rela berdorong-dorongan pada Fans lain tanpa memedulikan tata krama.

Sejujurnya, fanatisme fans pada grup band kesayangannya memang tidak bisa dihentikan. Tapi dari beberapa fans fanatik yang ada, saya rasa Slankers pantas menjadi juaranya! Saya menganggap Slankers adalah fans yang paling nekat se-Indonesia setelah Orang Indonesia (Iwan Fals) dan fans GodBless. Bedanya, jumlah Slankers lebih mendominasi daripada fans lain yang sudah malang-melintang di permusikan Indonesia. Rahasianya adalah mereka selalu menyanyikan lagu Slank dimanapun berada dengan suara lantang bak prajurit dan tidak lupa bertelanjang dada meski hal ini terdengar nyeleneh bagi saya.

Apapun resikonya, mereka seakan tidak memedulikan teriakan dari fans grup band lain. Semoga saja jangan sampai kisruh soalnya seorang fans sejati terutama Slankers harus mengutamakan salam Piss pada semua orang dan harus bersumpah bahwa mendukung Slank atau grup band lain tidak boleh menggunakan kekerasan atau pemerasan sekalipun.

Bagi Slankers, Slank sudah dianggap sebagai legenda musik Indonesia yang sanggup bertahan hingga saat ini di tengah-tengah kedatangan pendatang baru yang diklaim lebih potensial. Dibandingkan grup band lainnya, mereka meyakini bahwa Slank hadir ke dunia untuk menghibur para Slankers se-tanah air sekaligus meminta dukungan agar Slank tetap berjaya di Bumi Pertiwi tanpa perpecahan. Meski yel-yel selalu digaungkan sampai selesai, Slank tetaplah tampil energik dan layak mendapat tempat di blantika Musik Indonesia. Jadi anda jangan coba-coba membandingkan Slank dengan grup lain. Bagi Slankers, Slank tetap nomor 1 di hati.

Baca Juga:  Setelah Lamaran Malah Muncul Keraguan, Pernahkah?

Rata-rata Lagu pilihan Slankers yang paling sering dinyanyikan adalah “Terlalu Manis.” Lagu ini bermakna kenangan indah memang susah untuk diingat apalagi dilupakan. Yang lebih mencengangkan lagi, kenangan teman ataupun pacar anda adalah momen yang paling mendebarkan sehingga hati anda mulai berbunga-bunga lalu ingin segera kembali ke masa lalu demi merasakan kenangan indah yang sekarang sudah berakhir. Mengenai liriknya, makna “Terlalu Manis” yang kira-kira bunyinya seperti ini:

Terlalu manis untuk dilupakan

Kenangan yang indah bersamamu tinggallah mimpi

Berikutnya, lagu favorit Slankers berikutnya yang paling mengharukan adalah “Balikin.” Mendengar lagunya saja anda malah dibuat penasaran. Ada yang mengatakan lagu ini adalah Mengenang mantan yang telah lama ditinggalkan. Sebagian lagi berpendapat bahwa lagu ini berkaitan dengan perjalanan Slank yang penuh liku seperti mengonsumsi narkoba sampai ditinggalkan personel.

Dari kedua jawaban itu, hanya jawaban kedua yang paling akurat soalnya Lagu ”Balikin”diciptakan untuk mengenang tiga mantan pemakai narkoba yaitu Kaka, Bimbim, dan Ivan yang bertekad untuk bebas dari narkoba supaya karir mereka lebih baik dari sebelumnya. Walaupun berujung perjuangan yang hampir gagal, lama-kelamaan mereka sudah benar-benar bersih dari obat terlarang dan mereka serius untuk membesarkan Slank dengan wajah fresh yang menggairahkan.

Selain Lagunya, ciri khas suara Kaka Slank yang agak serak-serak basah ala anak rock adalah momen yang paling dinantikan oleh Slankers karena mereka ingin sekali menirukan gayanya dengan cara melompat jingkrak. Bukan hanya suara, aksi telanjang dada sambil menyanyi adalah hal yang paling greget untuk menikmatinya. Meski terkesan aneh, mereka seakan tidak peduli terhadap gaya berpakaian dikarenakan bertelanjang dada sudah biasa di beberapa daerah. Jadi, meniru gaya Slank tidak diharamkan dan bebas untuk berkreasi asalkan tidak ada unsur plagiat. hehe

Seiring perkembangan zaman, fenomena Slankers akan terus bertambah dan berkembang seiring popularitas Slank yang tak  lekang dimakan usia. Dari generasi muda sampai tua pasti bermimpi menjadi Slankers baik sebagai non-anggota maupun anggota resmi.

Baca Juga:  Terpujilah Wahai Dosen dan Guru Penganut Prinsip Statistik

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi menjadi Slankers sejati, lebih baik sesekali mengunjungi Markas Gang Potlot. Jika tidak bisa, anda berarti langsung datang saja ke Panggung Slank supaya anda membuktikan diri sebagai Slankers sejati alias bukan fans Slank karbitan yang kerjaannya ganti-ganti dukungan pada band lain. Jangan lupakan juga membawa perlengkapan wajib Slankers seperti syal, spanduk, bahkan stiker bergambar kupu-kupu Slank. Biar lebih afdol, memasang tato Slank di tubuh anda makin terasa nuansa Slankers sekaligus mendeklarasikan diri bahwa anda adalah anggota kehormatan di Slank.

Salam Piss! (*)

BACA JUGA Perempuan Cuman Jadi Kanca Wingking itu Gara-Gara Bangsa Eropa! atau tulisan Aditya Mahyudi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
2


Komentar

Comments are closed.