Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Angkringan Adalah Sekolah Bahasa Jawa Terbaik dan Termurah bagi para Perantau

Alfin Nur Ridwan oleh Alfin Nur Ridwan
3 September 2025
A A
Angkringan Solo Bikin Syok Perantau Ponorogo: Menu Bakaran kok Nggak Pakai Bumbu Bakar? Ini sih Namanya Nget-ngetan Gorengan! bahasa jawa

Angkringan Solo Bikin Syok Perantau Ponorogo: Menu Bakaran kok Nggak Pakai Bumbu Bakar? Ini sih Namanya Nget-ngetan Gorengan! (Ani Susilowati via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada orang yang bilang bahasa itu bisa dipelajari lewat kursus, buku tebal, atau video YouTube, mungkin dia belum pernah tinggal lama di Solo. Sebab di kota ini, ada satu lembaga pendidikan non-formal yang jauh lebih efektif daripada kursus bahasa asing apa pun. Tempatnya tanpa papan nama, tanpa kurikulum resmi, bahkan tanpa tutor bergelar magister linguistik. Namanya: angkringan.

Bagi saya, angkringan adalah sekolah bahasa Jawa paling ramah, paling egaliter, dan tentu saja paling murah. Bayangkan, hanya dengan modal segelas kopi tiga ribuan dan sego kucing dua ribu, Anda bisa ikut kelas listening, speaking, sekaligus cultural studies dalam satu paket lengkap. Bahkan kalau beruntung, bisa sekalian ikut kelas politik praktis, sampai kelas ekonomi makro.

Sebagai perantau di Solo, saya dulu termasuk yang minder soal bahasa Jawa. Dari awal kuliah, saya cuma bisa menyebut “nggih” dan “mboten” dengan aksen yang bikin orang Jawa asli langsung tahu, “Oh, cah iki dudu wong kene.” Setiap kali dengar percakapan di kampus, apalagi kalau sudah masuk ranah kromo inggil, saya merasa kayak turis asing yang nyasar di Pasar Klewer.

Namun, semua berubah sejak saya dekat dengan angkringan.

Tentang angkringan

Di kota-kota besar lain, tongkrongan mahasiswa biasanya kafe dengan lampu temaram, sofa empuk, dan latte art berbentuk hati. Di Solo, mahasiswa rantau pasti pernah ke angkringan. Kursinya bangku kayu panjang, mejanya cuma gerobak sederhana dengan lampu sentir. Menunya? Tentu saja sego kucing, sate usus, tempe mendoan, atau gorengan yang entah kapan terakhir kali minyaknya diganti. Tapi justru dari sinilah pelajaran bahasa Jawa dimulai.

Saya masih ingat kali pertama mendengar kata “telas.” Waktu itu, sekitar jam setengah tujuh pagi, saya mau ambil tahu bakso. Dengan polosnya saya nanya ke Pakde angkringan, “Pak, tahu baksonya masih ada?” Si Bapak menjawab singkat, “Telas, Mas.”

Saya bengong. Telas? Di kepala saya, justru malah yang ada Talas, makanan khas dari daerah saya, Bogor. Ternyata, dalam bahasa Jawa, telas berarti habis. Dari situ saya belajar bahwa satu kata bisa menyelamatkan Anda dari rasa malu ketika rebutan lauk tengah malam.

Besoknya, saya belajar kata baru lagi: “sampun.” Kata ini sering saya dengar ketika ada bapak-bapak pelanggan bilang, “Nggih, sampun, Pak.” Ternyata artinya “sudah.” Wah, sopan banget ya. Kalau pakai bahasa Indonesia kan biasa bilang, “Sudah, Pak.” Tapi dengan “sampun,” nuansanya lebih halus, lebih berwibawa. Rasanya kalau sesekali saya ngomong ke dosen, “Sampun, Pak,” mungkin nilainya bisa naik setengah poin.

Baca Juga:

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan

Dan jangan lupa kata “setunggal” dan “kalih.” Itu semacam level berikutnya. Di kampus, kadang saya sering malu kalau beli fotokopian dan si mas penjaga bilang, “Kalih, Mas?” Saya cuma bisa nyengir, pura-pura paham. Untung di angkringan saya dapat kamus gratis. Suatu malam, ada pembeli bilang, “Sate ati setunggal, segone kalih.” Nah, dari situ saya paham, setunggal itu satu, kalih itu dua.

Lihat, betapa murahnya biaya sekolah bahasa di angkringan.

Kursus bahasa Jawa paling menyenangkan

Yang bikin angkringan jadi sekolah unik adalah atmosfernya. Tak ada guru resmi, tapi semua orang bisa jadi guru. Penjual angkringan mengajarkan kosakata lewat interaksi jual-beli. Sesama pembeli jadi kawan diskusi, entah soal politik, bola, atau keluh-kesah. Bahkan bapak-bapak tukang ojol yang ikut nimbrung bisa mendadak jadi dosen linguistik ketika Anda salah menanggapi sapaan.

Dari situ saya sadar, angkringan bukan hanya tempat makan murah, tapi juga ruang koreksi sosial. Salah ngomong nggak masalah, yang penting berani mencoba. Beda jauh dengan kelas formal, di mana salah jawab bisa bikin nilai jeblok.

Kalau dipikir-pikir, angkringan itu mirip laboratorium bahasa. Bedanya, di lab kampus kita mendengar native speaker lewat kaset atau rekaman audio. Di angkringan, native speaker-nya langsung ada di samping kita. Gratis, real-time, dan kadang disertai bonus humor receh khas orang Jawa.

Misalnya, ada bapak-bapak cerita, “Wingi aku numpak sepur, eh jebul kalih jam telat tekan.” Saya diam-diam mencatat di kepala: wingi itu kemarin, jebul itu ternyata. Besoknya saya coba pakai ketika nongkrong, meski dengan logat medok karbitan: “Wingi aku turu kesusu.” Teman-teman saya ketawa, tapi justru itulah feedback yang efektif.

Belajar bahasa di angkringan memang seperti itu: trial and error. Sering salah, sering diketawain, tapi lama-lama jadi terbiasa.

Perbedaan tingkat bahasa

Lucunya lagi, di angkringan saya juga belajar perbedaan tingkat bahasa Jawa. Awalnya saya pikir bahasa Jawa itu satu paket saja. Ternyata ada ngoko, madya, dan kromo inggil. Bapak-bapak ngobrol dengan sesama temannya biasanya pakai ngoko: “Kowe arep mangan opo?” Tapi kalau ke penjual angkringan, seringnya jadi lebih halus: “Segone telas, Pak?”

Di sinilah saya sadar, bahasa Jawa itu bukan sekadar alat komunikasi, tapi juga cermin tata krama. Angkringan, dengan segala kesederhanaannya, memperlihatkan betapa luwesnya orang Jawa menempatkan diri. Kepada teman sebaya boleh ceplas-ceplos, kepada yang lebih tua harus alus. Satu kata bisa menentukan apakah Anda dianggap sopan atau sembrono.

Tentu saja, proses belajar bahasa di angkringan nggak instan. Saya butuh waktu empat tahun untuk lumayan ngerti percakapan sehari-hari. Tapi anehnya, saya nggak pernah merasa sedang belajar. Rasanya lebih seperti nongkrong, bercanda, atau sekadar mengisi perut. Tahu-tahu, kosakata bertambah sendiri. Inilah yang saya sebut kurikulum tersembunyi angkringan.

Dengan cukup lima sampai tujuh ribu di angkringan, memberi kita sesuatu yang lebih dari sekadar kosa kata: ia memberi pengalaman hidup, rasa kebersamaan, dan sedikit-sedikit kepercayaan diri untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Memang, jangan harap setelah lima kali nongkrong langsung fasih berbahasa kromo inggil. Tapi minimal, Anda bisa bedain mana “sampun” dan mana “dereng,” mana “setunggal” dan mana “kalih.” Itu sudah prestasi besar bagi anak rantau.

Angkringan adalah universitas rakyat

Akhirnya, saya berani bilang begini: angkringan adalah universitas rakyat. Ia mengajarkan bahasa tanpa silabus, mendidik sopan santun tanpa modul, dan membentuk komunitas tanpa organisasi. Bahkan, kalau mau jujur, tanpa pengabdian masyarakat, ruang paling dekat untuk menyentuh masyarakat bagi mahasiswa ialah di angkringan.

Kalau ada yang nanya apa kontribusi terbesar angkringan bagi perantau, jawabannya jelas: ia jadi sekolah bahasa Jawa termurah, terindah, sekaligus terenak (apalagi teh panasnya yang kental dan legit).

Jadi, kalau Anda perantau yang baru sampai Solo dan merasa gagap bahasa dan takut dikerjain kalau belajar dengan teman, carilah angkringan terdekat. Duduklah di bangku kayu, pesanlah satu-dua nasi kucing dan segelas teh, dan biarkan percakapan mengalir. Selamat, Anda baru saja mendaftar jadi mahasiswa baru di Universitas Angkringan Solo Raya.

Penulis: Alfin Nur Ridwan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengenal HIK Solo: Serupa Angkringan Jogja, Sudah Ada Sejak Masa Penjajahan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2025 oleh

Tags: angkringanangkringan soloBahasa Jawahik solosolo
Alfin Nur Ridwan

Alfin Nur Ridwan

Pemuda sunda yang pernah berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan berkecimpung di Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan. Selalu skeptis terhadap pemerintah.

ArtikelTerkait

Jalan Yos Sudarso Nonongan Sangat Menyebalkan, Sudah Macet, Masih Ditambah Keruwetan dari Kendaraan yang Parkir!

Jalan Yos Sudarso Nonongan Sangat Menyebalkan, Sudah Macet, Masih Ditambah Keruwetan dari Kendaraan yang Parkir!

13 Agustus 2024
Surakarta Semakin Mirip Jogja Semakin Tidal Ideal untuk Pensiun (Unsplash)

Kenaikan Tingkat Kriminalitas dan Semakin Semrawut, Surakarta Sudah Bukan Lagi Tempat yang Ideal untuk Pensiun seperti Jogja

1 Maret 2024
Sisi Gelap Jalan Kabut UNS, Jalan yang Bikin Maba UNS Merinding dan Kena Plot Twist

Sisi Gelap Jalan Kabut, Jalan yang Bikin Maba UNS Merinding dan Kena Plot Twist

29 Agustus 2024
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Angkringan Kamar Jenazah, Angkringan Aneh Ada di Kulon Progo (Wikimedia Commons)

Angkringan Paling Aneh Ada di Kulon Progo: Makan Kenyang Murah Sembari Dapat Pemandangan Sawah, Kereta Api, dan Kamar Jenazah

22 Mei 2026
4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang Mojok.co

4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang

10 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.