Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Angin Segar Dunia Literasi

Allan Maullana oleh Allan Maullana
20 Mei 2019
A A
angin segar literasi

angin segar literasi

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini saya menjadi penjual daring buku-buku terbitan Buku Mojok. Masih newbi, baru belajar jalan. Baru saja 4 bulan. Tetapi saya sudah cukup menemukan macam-macam pembeli beserta maunya yang kadang aneh bin ajaib. Ada pembeli yang meminta resinya lebih dahulu baru membayar; ada pembeli yang mudah cepat, blasss transaksi selesai; ada pembeli yang menanyakan perihal buku dengan detail; ada pembeli yang meminta resensi atau review buku terlebih dahulu; dan ada juga pembeli yang suka menawar. Padahal harga sudah didiskon.

Satu minggu yang lalu Promo Ramadan yang diadakan oleh Buku Mojok baru saja selesai. Di promo itu ada dua paket. Pertama; Paket Sahur dan kedua; Paket Buka. Paket Sahur harganya Rp161.400 dan Paket Buka harganya Rp145.200. Kedua paket ini masing-masing mendapatkan 4 buku + 1 buku Seperti Roda Berputar sebagai bonus. Saat promo Ramadan dari Buku Mojok sedang berlangsung, ada calon pembeli yang coba menawar salah satu paket; Paket Buka. Saya sih nggak masalah ditawar. Namanya juga jualan, ya sah-sah saja. Boleh-boleh saja. Tapi tentu saja, saya tidak akan menurunkan harga. Hahahaa

“Boleh ditawar, Kak?” Tanya si calon pembeli via pesan WhatsAap.

Dengan berusaha ramah saya pun menjawab, “Silakan. Tapi harganya tidak akan turun, Dik.”

“Yang paket buka itu 120rb aja, ya?”

“Yang paket buka itu harganya tetap 145.200, Dik.”

“Ada ongkir?”

“Yups, ada ongkir. Karena Pengiriman paket dari Yogya.”

Baca Juga:

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

5 Tips Agar Kantong Nggak Jebol Dikeroyok Diskon Natal dan Tahun Baru

“Wah kalau gitu kamu jualan kemahalan, Kak. Belum termasuk ongkir malah.”

Mendengar pernyataan kemahalan, ya saya diam saja. Tidak membalas. Tapi saya tetap berpikir positif. Saya anggap sebagai latihan kesabaran untuk menyongsong bulan Ramadan. Sabar, namanya juga jualan. Ada hak pembeli untuk menawar. Kita harus menerima untuk ditawar. Perkara harga mahal atau murah itu subjektif. Kembali lagi pada kemampuan finansial masing-masing. Saya tidak akan mendebat sebab itu akan buang-buang energi. Saya kembali fokus melayani pembeli yang lain.

Selang 5 Jam, calon pembeli itu datang lagi, dalam percakapan via WA dia bilang, “Kak, maaf. Aku jadi pesen yang paket buka itu…”

Saya mau tanya kenapa? Bukannya dia bilang kemahalan, tapi rasa nggak etis. Jadi saya tanyakan saja untuk pengiriman atas nama siapa dan alamatnya di mana. Sebelum saya selesai mengetik itu semua, chat dari dia masuk kembali.

“Maaf ya, Kak. Aku tadi baru ngecek harga satu per satu dari semua buku itu. Dan hasilnya, ini kak:

-Laki-Laki yang Tak… : 56rb

-Tanah Seberang : 68rb

-Konspirasi Hujan : 48rb

-Wanita yang Merindukan Surga : 70rb

Total semuanya : 242rb,” pungkas si calon pembeli.

Astaga dragon, saya sampai kaget dia melampirkan semua harga hasil penulusurannya. Bagi saya, harga Rp242.000 itu termasuk mahal, loh. Sebelum menjadi pedagang buku daring, setiap bulan saya cuma sanggup beli 1 atau 2 saja. Itu pun harus saya jatah. Jatah saya dan jatah istri. Jadi, kalau istri beli juga, totalnya 2 sampai 4 buku tiap bulan. Kalau pun istri nggak beli buku, jatah istri saya sikat sekalian. Jadi dapet combo, kan. Tapi semua ada pertimbangannya. Tidak langsung serakah beli 4 buku, blass, sekaligus.

Dahulu, sebelum menjadi pedagang buku daring, promo dari Buku Mojok lah yang saya tunggu-tunggu setiap bulannya. Banyak paket dari penerbit asal Yogya ini yang ditawarkan. Mulai dari diskon 50% sampai promo Pre Order buku-buku terbaru. Tentu saja untuk meminimalisir harga ongkos kirim saya mencari reseller Buku Mojok di kota-kota terdekat dari kota saya, Bekasi. Sebagai pembaca buku, saya merasa Buku Mojok ini begitu baik hati. Sangat baik. Lah, gimana tidak sangat baik? Perihal Paket Ramadan di atas, Buku Mojok memberi diskon 40%, Dik~

Kurang apa coba?

Sungguh, sebetulnya diskonan yang diberikan ini merupakan sebuah kabar yang membahagiakan bagi dunia literasi. Sekaligus kabar membahagiakan juga bagi neraca keuangan para pembeli buku. Terlebih lagi pembeli buku yang cuma punya anggaran pas-pasaan untuk belanja buku tiap bulannya, ya macam saya ini, Dik~

Terlepas banyak survei yang menyatakan literasi dari negara kita ini rendah. Saya rasa kehadiran diskon-diskon dari Buku Mojok dan penerbit-penerbit lainnya cukup membawa angin segar bagi dunia literasi dan para pegiatnya. Sehingga dunia literasi dan para pegiatnya tidak harus selalu menunggu donatur yang memberi donasi buku itu datang. Dunia Literasi dan para pegiatnya tidak harus selalu membangun narasi-narasi indah untuk meminta sumbangan buku di grup-grup Facebook.

Saya rasa cukup terjangkau, lah ya, untuk membeli buku-buku diskonan guna menambah koleksi buku di TBM atau Perpustakaan Jalanan yang para pegiat literasi kelola. Atau, ah, ini mah cuma pemikiran jelek saya aja. Kan nggak semua orang punya kemampuan untuk membeli buku? Apa lagi kalau daerah-daerah tempat tinggal mereka di pedesaan. Jangan mau ke toko buku, lah toko bukunya aja lokasinya jauh banget. Harus menempuh jarak belasan kilometer. Harus melewati jalan rusak. Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir indah. Haassh, Penjual buku daring pun rasanya sulit terjangkau, mau dapat sinyal aja susah.

Ya pikiran keliru saya ini tidak bisa dipukul rata. Ada beberapa yang memang tidak bisa menjangkau buku sama sekali. Sehingga usaha yang dilakukan adalah membangun narasi-narasi indah untuk mendapatkan donasi buku dan segala peralatan pendukung lainnya (Baca: rak buku). Kalau seperti itu, paling tidak diskonan dari penebit berfungsi meringankan biaya belanja para donatur buku. Kemudian bisa belanja lebih banyak dari biasanya. Lalu bisa mengirim buku ke TBM-TBM lebih banyak dari biasanya.

Memang penerbit belum bisa memberikan buku-bukunya secara gratis kepada dunia literasi. Meskipun diadakan give away tapi tidak selalu tiap bulan ada, kan? Ya, paling tidak diskonan yang diberikan ini cukup membuat angin segar kepada dunia literasi. Terlebih lagi pembeli kere macam saya ini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Angin SegarBukuDiskonHematLiterasi
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

Membaca Salah Satu Buku yang Dibaca Suga BTS, 'Reinventing Your Life' terminal mojok.co

Mahasiswa saat Membeli Buku: Tipe Mereka Berdasarkan Jenjang Semester

28 April 2020
5 Cara Mahasiswa Berhemat di Jogja, Kota Pelajar yang Katanya Serba Terjangkau, padahal Tidak Mojok.co

5 Cara Mahasiswa Berhemat di Jogja, Kota Pelajar yang Katanya Serba Terjangkau, padahal Tidak

20 Juni 2024
buku bajakan buku-buku baru buku musik mojok

3 Buku yang Harusnya Disita karena Berbahaya

13 Oktober 2020
Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia Itu Bukan Hoax, Saya Jadi Korbannya!

Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia Itu Bukan Hoax, Saya Jadi Korbannya!

20 Desember 2019
Promo Pizza Beli 1 Gratis 1 Bikin Nelangsa: Konsumen Jangan Ngarep Lebih!

Promo Pizza Beli 1 Gratis 1 Bikin Nelangsa: Konsumen Jangan Berharap Lebih!

19 Agustus 2023
Begini Rasanya Menjaga Perpustakaan Sekolah sampai Tengah Malam

Begini Rasanya Menjaga Perpustakaan Sekolah sampai Tengah Malam

3 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.