Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Bahaya Laten Kelangkaan ATM Pecahan 50 Ribu di Yogyakarta

Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma oleh Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma
28 Januari 2020
A A
Bahaya Laten Kelangkaan ATM Pecahan 50 Ribu di Yogyakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan ini merupakan bentuk keresahan saya dan beberapa kawan yang merasakan hal sama, soal semakin sulitnya ditemui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pecahan Rp50 ribu di Yogyakarta. Mengapa hal ini menjadi sangat penting dan berbahaya? Mari, saya bantu jelaskan.

Semua ini bermula sejak beberapa waktu lalu. Saya meyakini ada perampingan jenis ATM dengan pecahan Rp50 ribu. Entah itu ATM yang berdikari (ATM yang memiliki bangunan sendiri), ATM yang nempel dengan supermarket, bahkan ATM yang nempel dengan bank-nya.

ADVERTISEMENT

Diperlukan usaha lebih untuk menemukan ATM dengan pecahan Rp50 ribu. Saya sendiri yang hidup di Jalan Tamansiswa, Kota Yogyakarta harus pergi sejauh 4 kilometer untuk menemukannya. Tentu hal ini agak menyusahkan dan akhirnya membuat saya terpaksa menarik uang berlebih di ATM terdekat.

Belum lagi jika limit minimal kartu ATM-nya 50 ribu akan tetapi yang ditemukan justru ATM pecahan 100 ribu dan terpaksa narik uang di ATM lain yang jelas kena biaya administrasi. Memangkas saldo yang memang sudah mepet. Hadeh.

Terdengar sederhana, tapi nyatanya fenomena ini berpotensi sangat berbahaya. Khususnya bagi mahasiswa dan masyarakat yang kehidupannya sederhana. Mengapa? Contoh sederhananya, coba bayangkan Anda memang hanya butuh uang 50 ribu. Tapi dipaksa untuk menarik uang 100 ribu, lantas apa yang terjadi? Yup! Pemborosan.

Realitas bahwa Upah Minimum Regional (UMR) di Yogyakarta tergolong rendah. Memang mendorong sebagian besar masyarakat untuk mengelola keuangan sebaik-baiknya, begitu juga mahasiswa yang uang sakunya nge pas, bahkan kadang datangnya sering terlambat.

Lantas adanya fenomena kelangkaan ATM pecahan 50 ribu tentunya menjadi bahaya laten bagi kita bersama. Dalam tulisan ini, saya akan menguraikan apa saja bahaya laten yang mengintai kita semua, masyarakat sederhana yang hidup di Yogyakarta dan bagaimana cara menghadapi tantangan ini ke depan.

#1 Pemborosan

Permasalahan paling mendasar dari fenomena ini adalah meningkatkan risiko pemborosan. Percaya atau tidak, apabila di dompet terdapat satu uang dengan pecahan 100 ribu rasanya enggan untuk menggunakannya. Beda lagi kalau terdapat berbagai uang pecahan kecil, rasanya kepakai terus dan tahu-tahu habis.

Baca Juga:

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

Sadarkah kalian di saat kebutuhan mengharuskan kita membayar dengan nominal kecil, akan tetapi ternyata uang di dompet hanya ada 100 ribu. Maka kemungkinan kita akan mendapatkan kembalian dengan pecahan beragam. Lantas kita akan menggunakannya kembali hingga hanya akan tersisa uang pecahan 50 ribu?

Saya kira pengalaman ini banyak dirasakan banyak orang. Hal yang cenderung biasa saja, akan tetapi merupakan suatu pemborosan yang nyata dengan pemikiran, “Halah masih banyak kok uangnya.” Inilah bahaya daripada kita narik uang berlebih, cenderung tidak sadar dengan berapa pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan.

Selain itu akan timbul pemikiran lain seperti, “Aku kan bawa uang lebih, yaudah nggak apa-apa beli lebih deh cukup kok uangnya.” Ini menyebabkan kita cenderung berbelanja berlebih dan kepikiran di akhir. Kok uangku udah tinggal segini aja ya, padahal kemarin masih banyak perasaan?

#2 Terasa Pekiwuh

Pekiwuh adalah suatu perasaan tidak menyenangkan, merasa bersalah atau canggung terhadap seseorang. Meskipun istilah tersebut dipahami oleh masyarakat Jawa, akan tetapi saya yakin semua orang pernah merasakannya. Sialnya, rasa pekiwuh adalah salah satu bahaya laten dari fenomena ini. Mengapa?

Pernahkah kalian sedang ingin berbelanja sesuatu dan sudah merencanakannya, saat di toko ternyata kalian membawa uang pecahan besar? Tetapi karena membawa uang pecahan besar jadi pekiwuh atau tidak enak ke penjualnya atau terpaksa harus belanja lebih agar ada kembalian.

Sering kali pergi ke toko kelontong cuman ingin beli minum. Ternyata uang di dompet pecahan 100 ribu, lantas terjadi percakapan dari penjual, “Nggak ada uang pas, Dek? Mbok ya uang pas aja, nggak ada kembaliannya.” Iyakan??! Akhirnya terpaksa membeli benda lain yang tidak direncanakan, demi mendapat kembalian dan terbebas dari perasaan tidak enak.

Rasanya ingin beli pecel, eh yang dibawa uang pecahan 100 ribu. Rasanya pekiwuh kan dengan penjualnya? Si penjual harus berkeliling mencarikan kembali dan kita hanya bisa mesam-mesem menikmati pecel tersebut.

Jika sudah terjadi demikian pilihannya hanya ada dua, kita tidak jadi beli atau kalau sudah terlanjur beli, ya nambah membeli hal yang seharusnya tidak ingin kita beli. Pilihan pertama tampaknya agak kejam, karena toh uang itu juga rezeki bagi orang lain. Pilihan kedua kerap diambil demi kemaslahatan kedua pihak. Oh pekiwuh, oh!

Lantas bagaimana kita mengatasinya? Menurut kawan saya yang sudah berpengalaman dalam memanajemen uang yang hanya sedikit. Maka hal penting yang harus kita lakukan adalah hanya membawa uang seperlunya. It means, yang sengaja bawa uang berlebih yang tidak dibutuhkan karena akan menimbulkan rasa aman saat membeli sesuatu di luar kebutuhan.

Sederhana tapi sulit untuk diterapkan, kembali lagi ke persoalan uang pecahan besar. Jika memang pada saat tertentu kita membutuhkan uang banyak, maka tidak menjadi masalah. Akan tetapi, jika kita hanya ingin nongkrong, makan, beli kebutuhan bulanan, maka ada baiknya bawalah uang pas.

Kelangkaan ATM pecahan 50 ribu memanglah persoalan dan mau bagaimana pun kita harus menerimanya. Seperti saat ATM pecahan 20 ribu mulai punah, rasanya zaman memang akan segera menuju era cashless.

Maka dari itu kita harus bertahan! Dengan mengatur kebutuhan keuangan kita setepat mungkin. Sehingga dengan uang pecahan besar kita tetap mampu tenang dan terencana dalam menghadapi akhir bulan yang akan tiba.

BACA JUGA 4 Tipe Orang Menyebalkan yang Biasa Ditemui Saat Antri di ATM Center atau tulisan Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2021 oleh

Tags: 50 ribuatmborosHemat
Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma

Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma

Pemerhati isu hukum dan sosial yang suka nonton film dan baca buku.

ArtikelTerkait

Pengamen Bikin Saya Lebih Boros ketika Makan di Pinggir Jalan Mojok.co

Pengamen Bikin Saya Lebih Boros ketika Makan di Pinggir Jalan

11 Januari 2024
Seni Bertahan Hidup dengan Listrik 450 Watt Terminal Mojok.co

Seni Bertahan Hidup dengan Listrik 450 Watt

22 Februari 2022
buku bajakan buku-buku baru buku musik mojok

Tips Supaya Beli Buku di Bazar Buku Nggak Jadi Momen Pemborosan

25 September 2020
Ganti Kartu ATM BNI Nggak Sampai 5 Menit dengan DigiCS, Cocok buat Nasabah yang Kesabarannya Setipis Tisu Dibelah 7

Ganti Kartu ATM BNI Nggak Sampai 5 Menit dengan DigiCS, Cocok buat Nasabah yang Kesabarannya Setipis Tisu Dibelah 7

7 Desember 2023
Mentang-mentang Gratis, Tisu di Rumah Makan Kadang Diambil Seenaknya. Hadeeeh terminal mojok.co

Mentang-mentang Gratis, Tisu di Rumah Makan Kadang Diambil Seenaknya. Hadeeeh

19 Oktober 2020
Panduan Membaca Diskon untuk Kamu yang Sering Terjebak di Kasir

Panduan Membaca Diskon untuk Kamu yang Sering Terjebak di Kasir

12 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.