Anggur Merah Itu Sudah Manis, Ngapain Dicampur Minuman Manis yang Lain? – Terminal Mojok

Anggur Merah Itu Sudah Manis, Ngapain Dicampur Minuman Manis yang Lain?

Artikel

Dunia peralkoholan dan permabukan ini memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Mulai dari minuman khas daerah, budaya minumnya, kelakuan orang-orang yang minum, hingga perdebatan legal-ilegal dan halal-haram yang selalu menempel. Banyak sekali ranahnya, dan kalau dibahas satu per satu, akan jadi pembahasan yang sangat panjang. Namun, tulisan ini tidak akan membahas dunia peralkoholan yang terlalu berat dan njelimet. Mungkin semua yang membaca sudah tahu arah tulisan ini ke mana, sebab apa yang akan dibahas adalah mengenai satu fenomena yang beberapa hari ini sempat ramai di media sosial.

Ya, ada satu video yang menunjukkan seseorang yang meracik minuman alkohol, yaitu anggur merah, susu kental manis, dan minuman soda. Susu kental manis dituang sedikit dalam gelas, lalu dicampur dengan anggur, dan diberi sentuhan terakhir dengan minuman soda. Video ini ramai dibahas dan banyak juga yang mengatakan, “Boleh dicoba, nih”, atau “segar, enak banget rasanya mau meninggal”. Kebanyakan yang bilang begitu anak-anak muda yang pengin kelihatan keren, sih. Sekilas memang terlihat menarik dan segar minuman racikan yang ada di dalam video tersebut. Namun, apakah tidak aneh melihat anggur merah dicampur dengan minuman atau unsur-unsur lain?

Begini. Anggur merah itu minuman yang manis. Susu kental manis itu juga manis (ya iya lah, dari namanya juga sudah tahu), dan minuman soda juga minuman yang manis. Bayangkan saja, tiga unsur manis dicampur jadi satu gelas, apa yang akan terjadi? Ya, minumannya akan jadi manis banget. Tentu ini secara logika pencampuran minuman sudah salah besar, menggabungkan tiga unsur yang rasanya sama menjadi satu. Apalagi ini anggur merah, yang polosan saja sudah enak. Anggur merah dengan bir masih wajar, lah, manis ketemu pahit, jadinya masih ada balancing rasa di dalamnya.

Lagian, anggur merah kan bukan minuman yang enak untuk dicampur ini itu, apalagi dengan bahan atau unsur yang tidak sesuai. Diminum “polosan” saja sebenarnya juga sudah enak, tidak perlu ditambah ini itu. Anggur merah ya anggur merah saja. Kalau misalnya ditambah bir, masih oke lah untuk sedikit menurunkan rasa manis dari anggur merah. Lha ini, ditambah dua unsur yang keduanya manis. Ya beruntung yang minum itu ginjalnya tidak jebol atau tiba-tiba kena diabetes. Ya begitulah potret sebagian masyarakat kita yang kelewat kreatif dan inovatif sampai logika saja tidak dipakai.

Itulah mengapa orang-orang yang ingin minum anggur merah dengan racikan atau dicampur minuman lain, pasti memilih bir. Ya karena mereka tahu dan mereka mikir, bahwa untuk menyimbangkan rasa dari minuman manis, maka diperlukan minuman yang agak pahit. Bisa, sih, dengan whisky, tapi ya jelas tidak enak. Bir adalah jawaban yang paling sesuai dan paling masuk akal. Ya meskipun rasa anggur merah dicampur dengan bir (tenar dengan nama “Abidin”, singkatan anggur merah bir dingin) tidak terlalu enak juga. Lebih enak “polosan”. Kalau anggur ya anggur saja, bir ya bir saja.

Apa yang terjadi di atas adalah salah satu fenomena lanjutan dari tren anggur merah, terlebih lagi di masyarakat urban. Mereka yang termakan oleh tren, yang menuntut dirinya sendiri untuk terlihat keren, kadang melakukan hal yang membuat heran. Mungkin berfoto dengan anggur merah dan diunggah ke media sosial sudah tidak jadi ukuran keren lagi. Maka tidak heran kalau mereka-mereka ini setiap waktu berusaha membuat inovasi dengan minuman ini. Ya jadi lah satu racikan aneh dan tidak masuk akal ini.

Namun, semua akhirnya kembali ke kalian-kalian juga. Kalau masih mau meracik anggur merah dengan susu kental manis dan minuman soda, ya silakan saja. Terserah, toh yang beli juga kalian. Kami cuma bisa beri saran saja, dan saran kita adalah jangan dicampur-campur. Tapi, kalau mau bodo amat, ya silakan. Berhubung ini racikan yang tergolong baru, kita semua juga ingin lihat apa yang terjadi kalau racikan ini dikonsumsi dengan jumlah agak banyak. Entah itu usus buntu, infeksi lambung, diabetes, atau ada penyakit liver. Silakan lanjutkan, dan kalau sampai ada apa-apa, silakan sambat di media sosial, biar kami balas dengan kalimat, “Kapokmu kapan?!?!”

BACA JUGA 4 Tips Jitu agar Tambah Molor Mengerjakan Skripsi dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Baca Juga:  Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia: Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.